logo
● Bila Menemukan Tambang Diduga Ilegal di Riau, Begini Cara Lapor ke Dinas ESDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMKG Ingatkan Warga Soal Hujan Lebat dan Petir di Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Perempuan Diamankan di Kafe Dumai, Polisi Sita 8 Pil Ekstasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru, 15 Orang Diamankan dari Lima Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Karhutla Riau Nihil, OMC Terus Digencarkan untuk Cegah Api Kembali Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Saat Negara Berhemat, Mengapa Birokrasi Bertambah? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Terseret Arus 459 Km dari Lokasi Tenggelam, Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Suk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / INHIL
Harga Daging Ayam Menggila di Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Tembus Rp70.000 Per-Kilogram!
Harga daging ayam meroket hingga Rp70.000 per-kilogram di Tembilahan. (Foto: Ade/Pekambarutv)
Harga Daging Ayam Menggila di Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Tembus Rp70.000 Per-Kilogram!
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ade prasetia
Rubrik: ekonomi | 12 Agustus 2026 | 09:42:19

TEMBILAHAN - Pasar Yos Sudarso Tembilahan mendadak disorot menyusul lonjakan harga daging ayam yang sempat meroket hingga menyentuh angka Rp60.000 sampai Rp70.000 per kilogram di tingkat pedagang, Rabu (12/8/2026).

Dari hasil penelusuran langsung di lapangan, terungkap akar permasalahan utama yang memicu keresahan warga ini adalah defisit pasokan yang cukup parah. Distribusi stok daging ayam yang masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir saat ini dilaporkan anjlok drastis dan hanya mencapai 30 persen dari kuota normal.

Para pedagang mengaku bahwa pasokan daging ayam saat ini memang sangat kurang. Bahkan di Pekanbaru pun kondisinya sedang kosong. Defisit pasokan hingga 70 persen inilah yang akhirnya memicu kelangkaan di pasaran.

iklan-view

"Pasokan daging ayam saat ini memang sangat kurang, bahkan di Pekanbaru pun kondisinya sedang kosong. Defisit ini membuat stok sangat terbatas," ujar Anto, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Yos Sudarso.

Padahal, jika dilihat pada tingkat agen dan distributor utama, harga eceran sebenarnya masih terpantau stabil pada kisaran normal, yakni Rp38.000 hingga Rp39.000 per kilogram untuk ayam kotor. Sementara itu, untuk ayam bersih siap olah, harga di kisaran Rp50.000 per kilogram dinilai sebagai batas kewajaran operasional.

Menyikapi situasi darurat ini, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat mengambil langkah tegas guna melindungi daya beli masyarakat.

"Tentu dengan hasil temuan ini Pemda tidak akan tinggal diam dan siap mengambil alih dagangan pedagang seharga modal agen jika masih ditemukan praktik penjualan di atas batas kewajaran, Kami tidak mau pedagang rugi namun kami juga tidak mau masyarakat terbebani," tegas Trio Beni, Kepala Dinas DKUPP Inhil.

Kendati demikian, pihak berwenang memahami bahwa akar masalah utamanya murni berasal dari minimnya pasokan. Praktik menaikkan harga secara sepihak tersebut sejatinya hanya dilakukan oleh segelintir pedagang yang mencoba memanfaatkan situasi kelangkaan stok di lapangan. (ade)

Home / Ekonomi
Harga Daging Ayam Menggila di Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Tembus Rp70.000 Per-Kilogram!
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ade prasetia
Rubrik: ekonomi | 12 Agustus 2026 | 09:42:19
Harga Daging Ayam Menggila di Pasar Yos Sudarso Tembilahan, Tembus Rp70.000 Per-Kilogram!
Harga daging ayam meroket hingga Rp70.000 per-kilogram di Tembilahan. (Foto: Ade/Pekambarutv)

TEMBILAHAN - Pasar Yos Sudarso Tembilahan mendadak disorot menyusul lonjakan harga daging ayam yang sempat meroket hingga menyentuh angka Rp60.000 sampai Rp70.000 per kilogram di tingkat pedagang, Rabu (12/8/2026).

Dari hasil penelusuran langsung di lapangan, terungkap akar permasalahan utama yang memicu keresahan warga ini adalah defisit pasokan yang cukup parah. Distribusi stok daging ayam yang masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir saat ini dilaporkan anjlok drastis dan hanya mencapai 30 persen dari kuota normal.

Para pedagang mengaku bahwa pasokan daging ayam saat ini memang sangat kurang. Bahkan di Pekanbaru pun kondisinya sedang kosong. Defisit pasokan hingga 70 persen inilah yang akhirnya memicu kelangkaan di pasaran.

"Pasokan daging ayam saat ini memang sangat kurang, bahkan di Pekanbaru pun kondisinya sedang kosong. Defisit ini membuat stok sangat terbatas," ujar Anto, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Yos Sudarso.

Padahal, jika dilihat pada tingkat agen dan distributor utama, harga eceran sebenarnya masih terpantau stabil pada kisaran normal, yakni Rp38.000 hingga Rp39.000 per kilogram untuk ayam kotor. Sementara itu, untuk ayam bersih siap olah, harga di kisaran Rp50.000 per kilogram dinilai sebagai batas kewajaran operasional.

Menyikapi situasi darurat ini, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat mengambil langkah tegas guna melindungi daya beli masyarakat.

"Tentu dengan hasil temuan ini Pemda tidak akan tinggal diam dan siap mengambil alih dagangan pedagang seharga modal agen jika masih ditemukan praktik penjualan di atas batas kewajaran, Kami tidak mau pedagang rugi namun kami juga tidak mau masyarakat terbebani," tegas Trio Beni, Kepala Dinas DKUPP Inhil.

Kendati demikian, pihak berwenang memahami bahwa akar masalah utamanya murni berasal dari minimnya pasokan. Praktik menaikkan harga secara sepihak tersebut sejatinya hanya dilakukan oleh segelintir pedagang yang mencoba memanfaatkan situasi kelangkaan stok di lapangan. (ade)