logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Dumai
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ilegal dan 8 WNA Bangladesh di Pesisir Dumai
anggota TNI AL membawa PMI untuk dimintai keterangan (ft:wahyu/pekanbarutv)
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ilegal dan 8 WNA Bangladesh di Pesisir Dumai
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 3 September 2026 | 15:27:54

DUMAI-Tim gabungan TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 orang dari Malaysia di kawasan pesisir pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Rabu (02/09/26). Kelompok tersebut terdiri dari delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh.

Penangkapan dilakukan oleh tim Quick Response Lanal Dumai bersama Satgas Ops Intelmar Koarmada I setelah mengamankan satu unit speedboat di lokasi kejadian.

Operasi penyergapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai adanya rencana pemulangan ilegal dari Malaysia melalui jalur laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang dipimpin oleh Kapten Laut Wahyu Widy Wydayat bergerak melakukan penyekatan dan pengintaian ketat di sekitar perairan Purnama.

iklan-view

Penyergapan terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas mendeteksi keberadaan speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mendarat di pesisir pantai.

Saat tim mendekat, para penumpang beserta tekong speedboat sempat berupaya melarikan diri dengan melompat ke area pantai. Namun, petugas langsung melakukan penyisiran cepat hingga akhirnya berhasil menangkap seluruh penumpang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para PMI maupun WNA Bangladesh tersebut mengaku membayar biaya berkisar antara Rp6 juta hingga Rp9 juta per orang demi bisa masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut Agung N. Kusumaji, mengonfirmasi bahwa seluruh pihak yang diamankan telah diserahkan ke instansi berwenang.

Seluruh PMI non-prosedural dan WNA asal Bangladesh tersebut kini diserahterimakan ke Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk menjalani pendataan serta proses hukum lebih lanjut.(wahyu)

Tags: dumai TNI AL pmi
Home / News
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ilegal dan 8 WNA Bangladesh di Pesisir Dumai
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 3 September 2026 | 15:27:54
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ilegal dan 8 WNA Bangladesh di Pesisir Dumai
anggota TNI AL membawa PMI untuk dimintai keterangan (ft:wahyu/pekanbarutv)

DUMAI-Tim gabungan TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 orang dari Malaysia di kawasan pesisir pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, Rabu (02/09/26). Kelompok tersebut terdiri dari delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural dan delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh.

Penangkapan dilakukan oleh tim Quick Response Lanal Dumai bersama Satgas Ops Intelmar Koarmada I setelah mengamankan satu unit speedboat di lokasi kejadian.

Operasi penyergapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai adanya rencana pemulangan ilegal dari Malaysia melalui jalur laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang dipimpin oleh Kapten Laut Wahyu Widy Wydayat bergerak melakukan penyekatan dan pengintaian ketat di sekitar perairan Purnama.

Penyergapan terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas mendeteksi keberadaan speedboat yang melaju dengan kecepatan tinggi dan mendarat di pesisir pantai.

Saat tim mendekat, para penumpang beserta tekong speedboat sempat berupaya melarikan diri dengan melompat ke area pantai. Namun, petugas langsung melakukan penyisiran cepat hingga akhirnya berhasil menangkap seluruh penumpang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para PMI maupun WNA Bangladesh tersebut mengaku membayar biaya berkisar antara Rp6 juta hingga Rp9 juta per orang demi bisa masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut Agung N. Kusumaji, mengonfirmasi bahwa seluruh pihak yang diamankan telah diserahkan ke instansi berwenang.

Seluruh PMI non-prosedural dan WNA asal Bangladesh tersebut kini diserahterimakan ke Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk menjalani pendataan serta proses hukum lebih lanjut.(wahyu)

Tags: dumai TNI AL pmi