
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berulang setiap tahun di Riau. Ia mengingatkan agar daerah tersebut tidak terus mendapat stigma sebagai penghasil asap akibat persoalan lingkungan.
Hal itu disampaikan Herry dalam doa bersama dan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Mapolda Riau, Selasa (22/9/2026) pagi.
Irjen Herry mengatakan, persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya dengan penanganan ketika kebakaran terjadi. Menurutnya, diperlukan langkah pencegahan dan pemulihan lingkungan yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

Ia mempertanyakan kondisi karhutla yang terus berulang meski setiap tahun dilakukan berbagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan.
“Apakah kita tidak bosan setiap tahun menghadapi asap? Setiap tahun apel siaga, tetapi masalahnya terus berulang,” katanya
Menurut Irjen Herry, kondisi tersebut turut membentuk citra negatif terhadap Riau. Karena itu, ia mendorong adanya langkah konkret untuk memutus siklus kebakaran dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu langkah yang disorot adalah gerakan menanam pohon. Dirinya menilai penghijauan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, meski manfaatnya tidak dapat dirasakan secara instan.
“Menanam pohon hari ini bukan untuk memadamkan api besok. Tetapi 15 sampai 20 tahun ke depan, kita akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, Herry meminta pemerintah daerah memperkuat regulasi terkait perlindungan lingkungan. Kesadaran menjaga lingkungan juga dinilai perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.
Dalam momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Herry juga menekankan bahwa tugas polisi lalu lintas tidak sebatas mengatur arus kendaraan dan melakukan penegakan hukum.
Menurutnya, Polantas memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat sehingga dapat berperan dalam memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan sosial, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Polantas harus bisa memberi pencerahan, bukan hanya soal lalu lintas, tetapi juga kepedulian lingkungan,” katanya.
Program Polantas Go to School, kata Kapolda Riau, dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap keselamatan berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan peringatan HUT ke-71 Korps Lalu Lintas menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sejarah panjang ini tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Kombes Jeki.
Jeki menegaskan pelayanan Polantas harus mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Ia juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek daring, angkutan umum, komunitas otomotif, hingga dunia pendidikan.
Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut merupakan mitra kepolisian dalam membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas.
Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Polda Riau tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kepolisian serta memperluas peran Polantas dalam menjawab persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (ric)




PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berulang setiap tahun di Riau. Ia mengingatkan agar daerah tersebut tidak terus mendapat stigma sebagai penghasil asap akibat persoalan lingkungan.
Hal itu disampaikan Herry dalam doa bersama dan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Mapolda Riau, Selasa (22/9/2026) pagi.
Irjen Herry mengatakan, persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya dengan penanganan ketika kebakaran terjadi. Menurutnya, diperlukan langkah pencegahan dan pemulihan lingkungan yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Ia mempertanyakan kondisi karhutla yang terus berulang meski setiap tahun dilakukan berbagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan.
“Apakah kita tidak bosan setiap tahun menghadapi asap? Setiap tahun apel siaga, tetapi masalahnya terus berulang,” katanya
Menurut Irjen Herry, kondisi tersebut turut membentuk citra negatif terhadap Riau. Karena itu, ia mendorong adanya langkah konkret untuk memutus siklus kebakaran dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu langkah yang disorot adalah gerakan menanam pohon. Dirinya menilai penghijauan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, meski manfaatnya tidak dapat dirasakan secara instan.
“Menanam pohon hari ini bukan untuk memadamkan api besok. Tetapi 15 sampai 20 tahun ke depan, kita akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, Herry meminta pemerintah daerah memperkuat regulasi terkait perlindungan lingkungan. Kesadaran menjaga lingkungan juga dinilai perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan pendidikan.
Dalam momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Herry juga menekankan bahwa tugas polisi lalu lintas tidak sebatas mengatur arus kendaraan dan melakukan penegakan hukum.
Menurutnya, Polantas memiliki intensitas interaksi yang tinggi dengan masyarakat sehingga dapat berperan dalam memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan sosial, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Polantas harus bisa memberi pencerahan, bukan hanya soal lalu lintas, tetapi juga kepedulian lingkungan,” katanya.
Program Polantas Go to School, kata Kapolda Riau, dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap keselamatan berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan peringatan HUT ke-71 Korps Lalu Lintas menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sejarah panjang ini tidak boleh berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Kombes Jeki.
Jeki menegaskan pelayanan Polantas harus mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis. Ia juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek daring, angkutan umum, komunitas otomotif, hingga dunia pendidikan.
Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut merupakan mitra kepolisian dalam membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas.
Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Polda Riau tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kepolisian serta memperluas peran Polantas dalam menjawab persoalan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (ric)