
BATAM - Akses listrik di wilayah perdesaan Kepulauan Riau terus dikebut. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat realisasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.
Melalui Roadmap Lisdes 2025–2029, PLN menargetkan 103 lokasi di Kepulauan Riau masuk dalam pengembangan jaringan kelistrikan. Dari jumlah tersebut, terdapat potensi sekitar 5.400 pelanggan yang akan mendapatkan akses listrik.

Hingga Triwulan II 2026, listrik telah berhasil dinyalakan di lima lokasi. PLN kini mendorong percepatan pembangunan di lokasi lainnya dengan memastikan berbagai prasyarat pembangunan, mulai dari kepastian lokasi, kesiapan lahan hingga kelengkapan perizinan.
General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Didik Wicaksono, mengatakan sinkronisasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjadi langkah penting agar setiap usulan pembangunan memiliki kejelasan tindak lanjut.
“Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap usulan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi memiliki kejelasan tindak lanjut sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan manfaat listrik dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Didik dalam forum sinkronisasi di Kantor PLN Batam, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur listrik di wilayah kepulauan membutuhkan kesiapan sejak tahap awal. Karena itu, PLN bersama pemangku kepentingan terkait menyelaraskan usulan lokasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan.
Forum tersebut membahas sejumlah aspek strategis, antara lain kesesuaian dan kepastian lokasi, penyiapan lahan serta penyelesaian perizinan. Langkah ini diharapkan dapat membuat proses pembangunan jaringan listrik lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
PLN menegaskan, perluasan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan dan kepulauan.
Dengan target 103 lokasi dan potensi sekitar 5.400 pelanggan, percepatan Program Lisdes di Kepulauan Riau diharapkan mampu membuka akses energi yang lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati layanan listrik. (*)




BATAM - Akses listrik di wilayah perdesaan Kepulauan Riau terus dikebut. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat realisasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di sejumlah wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.
Melalui Roadmap Lisdes 2025–2029, PLN menargetkan 103 lokasi di Kepulauan Riau masuk dalam pengembangan jaringan kelistrikan. Dari jumlah tersebut, terdapat potensi sekitar 5.400 pelanggan yang akan mendapatkan akses listrik.
Hingga Triwulan II 2026, listrik telah berhasil dinyalakan di lima lokasi. PLN kini mendorong percepatan pembangunan di lokasi lainnya dengan memastikan berbagai prasyarat pembangunan, mulai dari kepastian lokasi, kesiapan lahan hingga kelengkapan perizinan.
General Manager PLN UID Riau dan Kepri, Didik Wicaksono, mengatakan sinkronisasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga menjadi langkah penting agar setiap usulan pembangunan memiliki kejelasan tindak lanjut.
“Melalui forum ini, kami ingin memastikan setiap usulan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi memiliki kejelasan tindak lanjut sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan manfaat listrik dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Didik dalam forum sinkronisasi di Kantor PLN Batam, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur listrik di wilayah kepulauan membutuhkan kesiapan sejak tahap awal. Karena itu, PLN bersama pemangku kepentingan terkait menyelaraskan usulan lokasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pembangunan.
Forum tersebut membahas sejumlah aspek strategis, antara lain kesesuaian dan kepastian lokasi, penyiapan lahan serta penyelesaian perizinan. Langkah ini diharapkan dapat membuat proses pembangunan jaringan listrik lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
PLN menegaskan, perluasan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan penerangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan dan kepulauan.
Dengan target 103 lokasi dan potensi sekitar 5.400 pelanggan, percepatan Program Lisdes di Kepulauan Riau diharapkan mampu membuka akses energi yang lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati layanan listrik. (*)