logo
● Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Tekankan Pentingnya Strategi 3M bagi Siswa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Sedang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Talang Lakat Inhu Digegerkan Penemuan Pria Tergeletak di Belakang Warung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Deras Picu Genangan di Pekanbaru, Warga Keluhkan Banjir yang Tak Kunjung T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Apresiasi Capaian Imunisasi Riau, Perlindungan Anak Terus Diperkuat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Garap Pasar Tiongkok, Volkswagen Resmi Luncurkan Sedan Listrik ID. Unyx 09 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Digerebek di Kos-kosan Pangkalan Kerinci, Pria 24 Tahun Diciduk dengan Ganja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir di Riau dan gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.(Foto: Istimewa)
Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 26 Oktober 2026 | 09:12:06

PEKANBARU-Cuaca di Riau perlu diwaspadai, Senin (26/10/2026). Hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda sejumlah daerah sejak sore dan malam, bahkan berlanjut sampai dini hari.

Sementara di wilayah pesisir, ancaman lain datang dari gelombang laut yang diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Putri Santy S mengingatkan, potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.

iklan-view

Kondisi cuaca tersebut berpeluang mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan ketika hujan mulai turun.

Perubahan cuaca diprakirakan berlangsung bertahap. Pada siang hari, hujan ringan berpeluang turun di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kuantan Singingi.

Memasuki sore hingga malam, cakupan hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang. Di sejumlah daerah, hujan dapat meningkat menjadi sedang hingga lebat dan disertai petir serta angin kencang.

Potensi hujan belum sepenuhnya berakhir ketika malam berlalu. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi sampai dini hari, khususnya di Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.

Gelombang Laut Mencapai 2,5 Meter

Ancaman cuaca juga perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut. Meski tinggi gelombang di perairan Riau secara umum diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau kategori rendah, beberapa kawasan berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi.

BMKG memperkirakan gelombang dapat mencapai 2,5 meter di Perairan Rokan Hilir, Perairan Dumai–Bengkalis, serta Perairan Kepulauan Meranti–Pelalawan.

Kondisi ini perlu diperhitungkan oleh nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur laut. Informasi cuaca dan kondisi perairan terkini perlu diperhatikan sebelum berangkat, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi.

Sementara itu, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Nihil Hotspot di Riau
Di tengah potensi hujan tersebut, pembaruan data titik panas atau hotspot hingga pukul 23.59 WIB menunjukkan tidak ada titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada cakupan Sumatera. Total hotspot tercatat mencapai 441 titik, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 336 titik.

Sebaran lainnya meliputi Bangka Belitung sebanyak 65 titik, Lampung 31 titik, dan Jambi sembilan titik.

Putri mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi cuaca terbaru meskipun pemantauan tersebut belum menunjukkan adanya hotspot di Riau.

Kewaspadaan diperlukan terutama terhadap hujan yang disertai petir dan angin kencang serta perubahan kondisi gelombang di sejumlah perairan. Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca demi mengurangi risiko selama beraktivitas di darat maupun laut. (bsh)

Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 26 Oktober 2026 | 09:12:06
Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir di Riau dan gelombang laut hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.(Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Cuaca di Riau perlu diwaspadai, Senin (26/10/2026). Hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda sejumlah daerah sejak sore dan malam, bahkan berlanjut sampai dini hari.

Sementara di wilayah pesisir, ancaman lain datang dari gelombang laut yang diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Putri Santy S mengingatkan, potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.

Kondisi cuaca tersebut berpeluang mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan ketika hujan mulai turun.

Perubahan cuaca diprakirakan berlangsung bertahap. Pada siang hari, hujan ringan berpeluang turun di sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kuantan Singingi.

Memasuki sore hingga malam, cakupan hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang. Di sejumlah daerah, hujan dapat meningkat menjadi sedang hingga lebat dan disertai petir serta angin kencang.

Potensi hujan belum sepenuhnya berakhir ketika malam berlalu. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi sampai dini hari, khususnya di Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.

Gelombang Laut Mencapai 2,5 Meter

Ancaman cuaca juga perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut. Meski tinggi gelombang di perairan Riau secara umum diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau kategori rendah, beberapa kawasan berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi.

BMKG memperkirakan gelombang dapat mencapai 2,5 meter di Perairan Rokan Hilir, Perairan Dumai–Bengkalis, serta Perairan Kepulauan Meranti–Pelalawan.

Kondisi ini perlu diperhitungkan oleh nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur laut. Informasi cuaca dan kondisi perairan terkini perlu diperhatikan sebelum berangkat, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi.

Sementara itu, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Nihil Hotspot di Riau
Di tengah potensi hujan tersebut, pembaruan data titik panas atau hotspot hingga pukul 23.59 WIB menunjukkan tidak ada titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada cakupan Sumatera. Total hotspot tercatat mencapai 441 titik, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 336 titik.

Sebaran lainnya meliputi Bangka Belitung sebanyak 65 titik, Lampung 31 titik, dan Jambi sembilan titik.

Putri mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti informasi cuaca terbaru meskipun pemantauan tersebut belum menunjukkan adanya hotspot di Riau.

Kewaspadaan diperlukan terutama terhadap hujan yang disertai petir dan angin kencang serta perubahan kondisi gelombang di sejumlah perairan. Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca demi mengurangi risiko selama beraktivitas di darat maupun laut. (bsh)