logo
● Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Muhamad Adil Laska Terpilih Sebagai Ketua LPM Tobekgodang Periode 2026-2029 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan, Petir dan Ancaman Asap Mengintai Riau, BMKG Ingatkan Warga Waspada Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● PSPS Pekanbaru Tantang Persikad, Tiga Poin Bisa Perkokoh Posisi Puncak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wawako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP, Jangan Nodai Seragam dengan Pungli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Akhir Pekan yang Berat bagi Rupiah, Dolar AS Bertengger di Rp18.080 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

1.700 Hektare Terdampak Abrasi, Mangrove Jadi Benteng Kuala Selat

news | 16 Agustus 2026 | 20:13:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Ade Prasetya | Ditonton: 546 kali

Ekspedisi Merah Putih Presisi menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membawa misi kemanusiaan sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan yang terdampak abrasi parah. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan akibat abrasi sejak 2021. Rombongan yang dipimpin bersama sejumlah pejabat dan tokoh nasional mendorong rehabilitasi mangrove seluas 500 hektare yang ditargetkan dapat diperluas hingga 1.000 hektare. Program ini mencakup penanaman, pembibitan, dan pemeliharaan selama tiga tahun dengan melibatkan masyarakat pesisir serta membuka peluang green jobs. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako, perahu ketinting, dan matching grants kepada kelompok masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan warga pesisir Riau.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT