logo
● Polres Kuansing Bongkar Penyelundupan 2.400 Liter Pertalite Bersubsidi, Dua Oran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

335 Perusahaan Terindikasi Miliki Titik Api, 85 Ribu Hektare Terbakar

news | 22 Agustus 2026 | 20:01:00
Editor: yE7Wdi5i6JU | Videografer: Rico Saputra | Ditonton: 499 kali

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkap sekitar 335 perusahaan pemegang konsesi di Sumatra dan Kalimantan terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesi mereka. Total lahan yang terbakar mencapai hampir 85 ribu hektare. Di Riau, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla, termasuk pemadaman di wilayah gambut Kabupaten Pelalawan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Perusahaan yang terbukti lalai atau terlibat pembakaran akan diverifikasi dan dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT