logo
● Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Muhamad Adil Laska Terpilih Sebagai Ketua LPM Tobekgodang Periode 2026-2029 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan, Petir dan Ancaman Asap Mengintai Riau, BMKG Ingatkan Warga Waspada Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● PSPS Pekanbaru Tantang Persikad, Tiga Poin Bisa Perkokoh Posisi Puncak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wawako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP, Jangan Nodai Seragam dengan Pungli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gegara Uang Judi Online Rp500 Ribu, Ayah di Bandung Tega Habisi Nyawa Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Akhir Pekan yang Berat bagi Rupiah, Dolar AS Bertengger di Rp18.080 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hilang Usai Kericuhan di Kebun PT ADEI, Sampe Simarmata Diduga Jadi Korban Pembu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

335 Perusahaan Terindikasi Miliki Titik Api, 85 Ribu Hektare Terbakar

news | 22 Agustus 2026 | 20:01:00
Editor: yE7Wdi5i6JU | Videografer: Rico Saputra | Ditonton: 501 kali

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkap sekitar 335 perusahaan pemegang konsesi di Sumatra dan Kalimantan terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesi mereka. Total lahan yang terbakar mencapai hampir 85 ribu hektare. Di Riau, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla, termasuk pemadaman di wilayah gambut Kabupaten Pelalawan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Perusahaan yang terbukti lalai atau terlibat pembakaran akan diverifikasi dan dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT