logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

335 Perusahaan Terindikasi Miliki Titik Api, 85 Ribu Hektare Terbakar

news | 22 Agustus 2026 | 20:01:00
Editor: yE7Wdi5i6JU | Videografer: Rico Saputra | Ditonton: 495 kali

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkap sekitar 335 perusahaan pemegang konsesi di Sumatra dan Kalimantan terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesi mereka. Total lahan yang terbakar mencapai hampir 85 ribu hektare. Di Riau, pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla, termasuk pemadaman di wilayah gambut Kabupaten Pelalawan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Perusahaan yang terbukti lalai atau terlibat pembakaran akan diverifikasi dan dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT