logo
Kabut Asap Mulai Selimuti Rohil, Tiga Hotspot Terdeteksi, Pemerintah Diminta Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 37 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Riau, Polda: Semuanya Pelaku Pero Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puluhan Tahun Dinanti, Jalan Poros Kuba Rusak Parah, Warga Tagih Keseriusan Peme Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Gulung Sindikat Curanmor Lintas Provinsi: 6 Tersangka Ditangkap, 44 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lima Komisioner Baru KI Riau Dilantik, Target Pertama: Naikkan Indeks Keterbukaa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Karhutla Kerumutan Nyaris Tembus 1.000 Hektare, Ratusan Personel Berjibaku Jinak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 2.461 Hotspot di Sumatera, 223 Titik Berada di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Naik, TBS Umur 9 Tahun Jadi yang Tertinggi Rp3.878,72 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

WALHI Minta Korporasi Ikut Diperiksa dalam Kasus Karhutla

news | 26 Agustus 2026 | 20:25:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Abdul Haris | Ditonton: 41 kali

Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang dilakukan pemerintah. WALHI meminta setiap kebijakan, termasuk inovasi tepung berbahan baku ubi dan singkong untuk pemadaman karhutla, terlebih dahulu didukung kajian ilmiah dan diuji efektivitasnya di lapangan. WALHI juga menyoroti temuan titik api di sejumlah areal konsesi dan mendesak penegakan hukum tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga korporasi jika ditemukan dugaan pelanggaran. Pemerintah turut didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perizinan dan penanganan karhutla.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT