logo
● Ganesha, Tangis Kecil dari Tesso Nilo yang Membawa Harapan Besar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Di Penghujung September, Rupiah Lepas dari Jeratan Rp18.000, Jadi Jawara Asia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pura-Pura Jadi Perempuan MiChat, Pria di Pekanbaru Ini Peras dan Ancam Korban de Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bukan Sekadar Kota, Pekanbaru Punya 24 Ribu Hektare Sawit yang Harus Dikelola Be Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Enam Penumpang Kapal Dievakuasi Setelah Mesin Mati di Perairan Meranti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolres Pelalawan Sambangi Bupati Zukri, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto: Ekonomi Riau Harus Tumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dulu Primadona, Kini Toko Buku Bekas Padang Teater Nyaris Mati

news | 30 September 2026 | 20:00:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Tim Liputan | Ditonton: 179 kali

Dulu menjadi primadona bagi pelajar dan mahasiswa, kawasan Padang Teater Pasar Raya Padang kini menghadapi masa sulit. Dari lebih dari 40 toko buku bekas, hanya sekitar lima toko yang masih aktif berjualan, rabu 30 september 2026.

Sepinya pembeli menjadi pemandangan sehari-hari. Perubahan zaman dan teknologi digital membuat kebutuhan terhadap buku bekas, termasuk kliping koran untuk tugas sekolah, semakin berkurang.

Bagaimana kisah para pedagang yang masih bertahan dan menjaga jejak kejayaan toko buku bekas di Padang Teater?

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT