logo
● Ganesha, Tangis Kecil dari Tesso Nilo yang Membawa Harapan Besar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Di Penghujung September, Rupiah Lepas dari Jeratan Rp18.000, Jadi Jawara Asia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pura-Pura Jadi Perempuan MiChat, Pria di Pekanbaru Ini Peras dan Ancam Korban de Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bukan Sekadar Kota, Pekanbaru Punya 24 Ribu Hektare Sawit yang Harus Dikelola Be Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Enam Penumpang Kapal Dievakuasi Setelah Mesin Mati di Perairan Meranti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 63 ISP Lokal di Riau Bersaing dengan Pemain Nasional, APJII Perkuat Kolaborasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kapolres Pelalawan Sambangi Bupati Zukri, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto: Ekonomi Riau Harus Tumbuh, Lingkungan Tetap Terjaga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Dari Bibit Bunga, Warga Pasaman Raup Belasan Juta Rupiah

news | 30 September 2026 | 20:05:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Tim Liputan | Ditonton: 173 kali

Siapa sangka, bunga kertas dan kaktus bisa menjadi sumber penghasilan menjanjikan, rabu 30 september 2026.

Di Jorong Kampung Baru, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat, warga mengembangkan usaha pembibitan dan penjualan tanaman hias yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Berawal dari usaha Samsidar yang dirintis lebih dari lima dekade lalu, bisnis bunga kertas dan kaktus kemudian ikut berkembang dan ditiru warga lainnya. Harga tanaman yang dijual mulai dari ribuan hingga ratusan ribu rupiah per pot, dengan omzet yang bisa mencapai belasan juta rupiah setiap bulan.

Kini, Kampung Baru dikenal sebagai salah satu sentra penjualan bunga kertas dan kaktus di Pasaman.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT