logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Energi
Stok Mencukupi, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Foto: Dok. Antara)
Stok Mencukupi, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 17 April 2026 | 13:22:50

JAKARTA - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026), ia mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.

Setelah menghadap Presiden di Istana Negara, Bahlil mengatakan bahwa stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.

iklan-view

"Saya sampaikan kepada publik, bahwa Insya-Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insya-Allah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujar dia.

Menurut Bahlil, seperti dikutip antaranews, kebijakan itu, menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak oleh fluktuasi harga energi.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar AS itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar AS. Jadi kita itu baru split 7 dolar AS," kata Bahlil.

Sementara itu, dari sisi pasokan, ia mengatakan pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi itu terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga pada sektor infrastruktur penunjang. Bahlil menyebut ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," ujar Bahlil.

Dengan sejumlah langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun. Kepastian harga BBM subsidi diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global, katanya menambahkan. (ntr)

Home / Ekonomi
Stok Mencukupi, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 17 April 2026 | 13:22:50
Stok Mencukupi, Pemerintah Pastikan BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (Foto: Dok. Antara)

JAKARTA - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4/2026), ia mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.

Setelah menghadap Presiden di Istana Negara, Bahlil mengatakan bahwa stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.

"Saya sampaikan kepada publik, bahwa Insya-Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insya-Allah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," ujar dia.

Menurut Bahlil, seperti dikutip antaranews, kebijakan itu, menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling terdampak oleh fluktuasi harga energi.

Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) yang masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.

"Doain, ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar AS itu sudah aman BBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dolar AS. Jadi kita itu baru split 7 dolar AS," kata Bahlil.

Sementara itu, dari sisi pasokan, ia mengatakan pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi itu terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, tetapi juga pada sektor infrastruktur penunjang. Bahlil menyebut ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

"Itu salah satu poin yang kemarin kita bicarakan, bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," ujar Bahlil.

Dengan sejumlah langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun. Kepastian harga BBM subsidi diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global, katanya menambahkan. (ntr)