logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / Sumbar
Longsor Hantam Tambang Emas Ilegal di Sijunjung, 9 Penambang Tak Terselamatkan
Warga mengevakuasi korban tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026). (Foto: Ist)
Longsor Hantam Tambang Emas Ilegal di Sijunjung, 9 Penambang Tak Terselamatkan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
15 Mei 2026 | 16:55:39

PADANG – Aktivitas tambang emas ilegal kembali memakan korban jiwa. Sebanyak sembilan penambang tewas setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, saat kejadian terdapat 12 pekerja tambang yang sedang beraktivitas di lokasi. Tiga orang berhasil selamat, sementara sembilan lainnya meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

“Berdasarkan hasil koordinasi, ada sembilan korban meninggal dari total 12 pekerja yang berada di lokasi,” kata Susmelawati di Padang, Jumat (15/5/2026).

Informasi yang dihimpun kepolisian seperti dikutip antaranews menyebutkan, terdapat tebing setinggi sekitar 30 meter di dekat area tambang. Tebing tersebut diduga tiba-tiba longsor saat para pekerja tengah melakukan penambangan emas ilegal.

iklan-view

Proses evakuasi dilakukan polisi bersama warga setempat. Sekitar pukul 15.00 WIB, lima korban pertama berhasil ditemukan. Empat korban lainnya ditemukan beberapa jam kemudian.

“Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah masing-masing untuk dimakamkan,” ujarnya.

Polda Sumbar menegaskan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memberantas aktivitas tambang ilegal yang marak terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Susmelawati, berbagai langkah preventif telah dilakukan, mulai dari edukasi, imbauan hingga operasi penindakan langsung ke lapangan.

“Bulan ini kami juga melakukan operasi besar-besaran di Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya dilakukan, termasuk mencari solusi permanen terhadap persoalan tambang ilegal,” katanya.

Namun, polisi mengaku menghadapi dilema dalam penanganan tambang ilegal. Sebab, ketika petugas turun ke lokasi, aktivitas tambang kerap berhenti sementara. Setelah operasi selesai, aktivitas ilegal kembali berjalan.

“Ini memang menjadi dilema penanganan tambang ilegal,” ucapnya.

Hingga kini, Polda Sumbar belum merinci identitas sembilan korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. (ntr)

Home / Hukum
Longsor Hantam Tambang Emas Ilegal di Sijunjung, 9 Penambang Tak Terselamatkan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 15 Mei 2026 | 16:55:39
Longsor Hantam Tambang Emas Ilegal di Sijunjung, 9 Penambang Tak Terselamatkan
Warga mengevakuasi korban tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026). (Foto: Ist)

PADANG – Aktivitas tambang emas ilegal kembali memakan korban jiwa. Sebanyak sembilan penambang tewas setelah tertimbun longsor di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya mengatakan, saat kejadian terdapat 12 pekerja tambang yang sedang beraktivitas di lokasi. Tiga orang berhasil selamat, sementara sembilan lainnya meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

“Berdasarkan hasil koordinasi, ada sembilan korban meninggal dari total 12 pekerja yang berada di lokasi,” kata Susmelawati di Padang, Jumat (15/5/2026).

Informasi yang dihimpun kepolisian seperti dikutip antaranews menyebutkan, terdapat tebing setinggi sekitar 30 meter di dekat area tambang. Tebing tersebut diduga tiba-tiba longsor saat para pekerja tengah melakukan penambangan emas ilegal.

Proses evakuasi dilakukan polisi bersama warga setempat. Sekitar pukul 15.00 WIB, lima korban pertama berhasil ditemukan. Empat korban lainnya ditemukan beberapa jam kemudian.

“Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah masing-masing untuk dimakamkan,” ujarnya.

Polda Sumbar menegaskan pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memberantas aktivitas tambang ilegal yang marak terjadi di sejumlah daerah.

Menurut Susmelawati, berbagai langkah preventif telah dilakukan, mulai dari edukasi, imbauan hingga operasi penindakan langsung ke lapangan.

“Bulan ini kami juga melakukan operasi besar-besaran di Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya dilakukan, termasuk mencari solusi permanen terhadap persoalan tambang ilegal,” katanya.

Namun, polisi mengaku menghadapi dilema dalam penanganan tambang ilegal. Sebab, ketika petugas turun ke lokasi, aktivitas tambang kerap berhenti sementara. Setelah operasi selesai, aktivitas ilegal kembali berjalan.

“Ini memang menjadi dilema penanganan tambang ilegal,” ucapnya.

Hingga kini, Polda Sumbar belum merinci identitas sembilan korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. (ntr)