
PEKANBARU – Operasi pencarian bocah tenggelam di Sungai Kampar berakhir duka. Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026), setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, atau sekitar dua kilometer dari titik awal tenggelam di bawah jembatan Desa Empat Balai. Jenazah pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi bersama belasan temannya di Sungai Kampar pada Kamis siang (14/5/2026).
“Korban bersama teman-temannya mandi dan melompat dari tiang jembatan. Setelah beberapa rekannya naik ke darat, korban diduga terbawa arus dan tenggelam,” kata Budi, Sabtu (16/5/2026).
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Tim SAR gabungan kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran permukaan sungai hingga penyelaman di sekitar lokasi korban hilang.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Tagana. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya perahu fiber, mesin boat 25 PK, pelampung, serta perlengkapan evakuasi lainnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah juga sempat dibawa ke masjid di sekitar lokasi untuk dilakukan pembersihan sebelum dimakamkan.
Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang mandi maupun bermain di area berarus deras. (mcr)
PEKANBARU – Operasi pencarian bocah tenggelam di Sungai Kampar berakhir duka. Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026), setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, atau sekitar dua kilometer dari titik awal tenggelam di bawah jembatan Desa Empat Balai. Jenazah pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi bersama belasan temannya di Sungai Kampar pada Kamis siang (14/5/2026).
“Korban bersama teman-temannya mandi dan melompat dari tiang jembatan. Setelah beberapa rekannya naik ke darat, korban diduga terbawa arus dan tenggelam,” kata Budi, Sabtu (16/5/2026).
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Tim SAR gabungan kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran permukaan sungai hingga penyelaman di sekitar lokasi korban hilang.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Tagana. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya perahu fiber, mesin boat 25 PK, pelampung, serta perlengkapan evakuasi lainnya.
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah juga sempat dibawa ke masjid di sekitar lokasi untuk dilakukan pembersihan sebelum dimakamkan.
Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang mandi maupun bermain di area berarus deras. (mcr)