logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / KAMPAR
Bocah 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 2 Kilometer dari Lokasi Awal
Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026). (Foto: MCR)
Bocah 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 2 Kilometer dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
16 Mei 2026 | 13:20:13

PEKANBARU – Operasi pencarian bocah tenggelam di Sungai Kampar berakhir duka. Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026), setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, atau sekitar dua kilometer dari titik awal tenggelam di bawah jembatan Desa Empat Balai. Jenazah pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi bersama belasan temannya di Sungai Kampar pada Kamis siang (14/5/2026).

“Korban bersama teman-temannya mandi dan melompat dari tiang jembatan. Setelah beberapa rekannya naik ke darat, korban diduga terbawa arus dan tenggelam,” kata Budi, Sabtu (16/5/2026).

iklan-view

Laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Tim SAR gabungan kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran permukaan sungai hingga penyelaman di sekitar lokasi korban hilang.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Tagana. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya perahu fiber, mesin boat 25 PK, pelampung, serta perlengkapan evakuasi lainnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah juga sempat dibawa ke masjid di sekitar lokasi untuk dilakukan pembersihan sebelum dimakamkan.

Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang mandi maupun bermain di area berarus deras. (mcr)

Home / News
Bocah 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 2 Kilometer dari Lokasi Awal
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 16 Mei 2026 | 13:20:13
Bocah 13 Tahun Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Sejauh 2 Kilometer dari Lokasi Awal
Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026). (Foto: MCR)

PEKANBARU – Operasi pencarian bocah tenggelam di Sungai Kampar berakhir duka. Rahmadani (13), warga Desa Lereng, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam (15/5/2026), setelah dua hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, atau sekitar dua kilometer dari titik awal tenggelam di bawah jembatan Desa Empat Balai. Jenazah pertama kali ditemukan warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan hilang saat mandi bersama belasan temannya di Sungai Kampar pada Kamis siang (14/5/2026).

“Korban bersama teman-temannya mandi dan melompat dari tiang jembatan. Setelah beberapa rekannya naik ke darat, korban diduga terbawa arus dan tenggelam,” kata Budi, Sabtu (16/5/2026).

Laporan kejadian diterima sekitar pukul 14.30 WIB. Tim SAR gabungan kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran permukaan sungai hingga penyelaman di sekitar lokasi korban hilang.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Pekanbaru, BPBD Kampar, TNI, Polri, dan Tagana. Sejumlah peralatan turut dikerahkan, di antaranya perahu fiber, mesin boat 25 PK, pelampung, serta perlengkapan evakuasi lainnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke puskesmas setempat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah juga sempat dibawa ke masjid di sekitar lokasi untuk dilakukan pembersihan sebelum dimakamkan.

Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang mandi maupun bermain di area berarus deras. (mcr)