logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sumbar
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 500 Meter
Potret Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Antara)
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 500 Meter
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
16 Mei 2026 | 15:13:47

PADANG – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi, Sabtu (16/5/2026) pagi. Letusan gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 500 meter dari puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 10.19 WIB.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke tenggara,” ujarnya dalam laporan resmi seperti dikutip antaranews.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan berdurasi sekitar 32 detik.

iklan-view

Hingga kini, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

Selain potensi erupsi susulan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman banjir lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi.

Risiko tersebut meningkat saat hujan turun karena material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar sewaktu-waktu.

PVMBG juga mengimbau masyarakat menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. (ntr)

Home / News
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 500 Meter
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 16 Mei 2026 | 15:13:47
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 500 Meter
Potret Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Antara)

PADANG – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi, Sabtu (16/5/2026) pagi. Letusan gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 500 meter dari puncak.

Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 10.19 WIB.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke tenggara,” ujarnya dalam laporan resmi seperti dikutip antaranews.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan berdurasi sekitar 32 detik.

Hingga kini, Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

Selain potensi erupsi susulan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman banjir lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari Gunung Marapi.

Risiko tersebut meningkat saat hujan turun karena material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat terbawa aliran air dan memicu banjir lahar sewaktu-waktu.

PVMBG juga mengimbau masyarakat menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan. (ntr)