
PEKANBARU - Kabupaten Kampar mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke sektor hilirisasi dan pengembangan produk bernilai tambah. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Kampar tak lagi ingin hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan produk inovatif dan berdaya saing.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menilai daerahnya memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam serta generasi muda yang kreatif. Menurutnya, potensi tersebut harus diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
“Menghadapi persaingan global dan pasar dunia, kita dituntut siap bersaing serta mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Karena itu, kita harus mampu menangkap peluang yang saat ini menjadi kebutuhan pasar,” ujar Ahmad Yuzar, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan, kekuatan industri saat ini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki bahan baku melimpah, melainkan siapa yang mampu menghadirkan inovasi dan produk yang memiliki nilai tambah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri di Kampar agar lebih berani menciptakan terobosan baru berbasis kebutuhan pasar.
“Kita memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup. Tinggal bagaimana membaca kebutuhan serta keinginan pasar,” katanya.
Ahmad Yuzar juga mengapresiasi berbagai workshop dan kegiatan pengembangan teknologi yang mendukung upaya hilirisasi tersebut. Salah satunya kegiatan yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah.
Dalam kegiatan itu, sejumlah inovasi mulai dikembangkan, mulai dari teknologi mekanik untuk industri sawit, produksi komponen dan suku cadang lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, langkah-langkah kecil seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi Kampar menuju daerah yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri modern.
“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kampar. Kita harus segera masuk pasar, menciptakan inovasi dan terobosan yang secara ekonomis menguntungkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi dan industri kreatif.
“Di Polkam, pengembangan teknologi mekanik terutama yang berkaitan dengan industri persawitan terus dilakukan. Selain itu, kami juga mengembangkan produksi komponen maupun spare part yang bisa diproduksi di daerah sendiri,” ujar Nina.
Tak hanya fokus pada sektor industri, Polkam juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan berupa kompos dari limbah sawit yang kini mulai dimanfaatkan di sektor perkebunan. (mcr)
PEKANBARU - Kabupaten Kampar mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke sektor hilirisasi dan pengembangan produk bernilai tambah. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Kampar tak lagi ingin hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan produk inovatif dan berdaya saing.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menilai daerahnya memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam serta generasi muda yang kreatif. Menurutnya, potensi tersebut harus diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
“Menghadapi persaingan global dan pasar dunia, kita dituntut siap bersaing serta mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Karena itu, kita harus mampu menangkap peluang yang saat ini menjadi kebutuhan pasar,” ujar Ahmad Yuzar, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan, kekuatan industri saat ini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki bahan baku melimpah, melainkan siapa yang mampu menghadirkan inovasi dan produk yang memiliki nilai tambah.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri di Kampar agar lebih berani menciptakan terobosan baru berbasis kebutuhan pasar.
“Kita memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup. Tinggal bagaimana membaca kebutuhan serta keinginan pasar,” katanya.
Ahmad Yuzar juga mengapresiasi berbagai workshop dan kegiatan pengembangan teknologi yang mendukung upaya hilirisasi tersebut. Salah satunya kegiatan yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah.
Dalam kegiatan itu, sejumlah inovasi mulai dikembangkan, mulai dari teknologi mekanik untuk industri sawit, produksi komponen dan suku cadang lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, langkah-langkah kecil seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi Kampar menuju daerah yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri modern.
“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kampar. Kita harus segera masuk pasar, menciptakan inovasi dan terobosan yang secara ekonomis menguntungkan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi dan industri kreatif.
“Di Polkam, pengembangan teknologi mekanik terutama yang berkaitan dengan industri persawitan terus dilakukan. Selain itu, kami juga mengembangkan produksi komponen maupun spare part yang bisa diproduksi di daerah sendiri,” ujar Nina.
Tak hanya fokus pada sektor industri, Polkam juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan berupa kompos dari limbah sawit yang kini mulai dimanfaatkan di sektor perkebunan. (mcr)