logo
Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Tersungkur ke Rp17.673 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terlemah Sepekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Mahasiswa Demo Polda Riau, Desak Penindakan Mafia BBM Ilegal dan Copot K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polresta Pekanbaru Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan di SMK Pertanian, Pihak Seko Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Toko Elektronik Online Palsu Tipu Korban Rp154 Juta, Polresta Pekanbaru Bekuk Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Trump dan Netanyahu Perang Mulut di Telepon Gara-gara AS Tunda Serangan Besar ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / KAMPAR
Dari Sawit hingga Spare Part Lokal, Kampar Mulai Bangun Industri Bernilai Tambah
Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau workshop yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah. (Foto: MCR)
Dari Sawit hingga Spare Part Lokal, Kampar Mulai Bangun Industri Bernilai Tambah
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
18 Mei 2026 | 16:00:01

PEKANBARU - Kabupaten Kampar mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke sektor hilirisasi dan pengembangan produk bernilai tambah. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Kampar tak lagi ingin hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan produk inovatif dan berdaya saing.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menilai daerahnya memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam serta generasi muda yang kreatif. Menurutnya, potensi tersebut harus diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

“Menghadapi persaingan global dan pasar dunia, kita dituntut siap bersaing serta mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Karena itu, kita harus mampu menangkap peluang yang saat ini menjadi kebutuhan pasar,” ujar Ahmad Yuzar, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, kekuatan industri saat ini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki bahan baku melimpah, melainkan siapa yang mampu menghadirkan inovasi dan produk yang memiliki nilai tambah.

iklan-view

Karena itu, pemerintah daerah mendorong mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri di Kampar agar lebih berani menciptakan terobosan baru berbasis kebutuhan pasar.

“Kita memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup. Tinggal bagaimana membaca kebutuhan serta keinginan pasar,” katanya.

Ahmad Yuzar juga mengapresiasi berbagai workshop dan kegiatan pengembangan teknologi yang mendukung upaya hilirisasi tersebut. Salah satunya kegiatan yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah.

Dalam kegiatan itu, sejumlah inovasi mulai dikembangkan, mulai dari teknologi mekanik untuk industri sawit, produksi komponen dan suku cadang lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Menurutnya, langkah-langkah kecil seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi Kampar menuju daerah yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri modern.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kampar. Kita harus segera masuk pasar, menciptakan inovasi dan terobosan yang secara ekonomis menguntungkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi dan industri kreatif.

“Di Polkam, pengembangan teknologi mekanik terutama yang berkaitan dengan industri persawitan terus dilakukan. Selain itu, kami juga mengembangkan produksi komponen maupun spare part yang bisa diproduksi di daerah sendiri,” ujar Nina.

Tak hanya fokus pada sektor industri, Polkam juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan berupa kompos dari limbah sawit yang kini mulai dimanfaatkan di sektor perkebunan. (mcr)

Home / News
Dari Sawit hingga Spare Part Lokal, Kampar Mulai Bangun Industri Bernilai Tambah
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 18 Mei 2026 | 16:00:01
Dari Sawit hingga Spare Part Lokal, Kampar Mulai Bangun Industri Bernilai Tambah
Bupati Kampar Ahmad Yuzar meninjau workshop yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah. (Foto: MCR)

PEKANBARU - Kabupaten Kampar mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke sektor hilirisasi dan pengembangan produk bernilai tambah. Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, Kampar tak lagi ingin hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan produk inovatif dan berdaya saing.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menilai daerahnya memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam serta generasi muda yang kreatif. Menurutnya, potensi tersebut harus diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

“Menghadapi persaingan global dan pasar dunia, kita dituntut siap bersaing serta mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Karena itu, kita harus mampu menangkap peluang yang saat ini menjadi kebutuhan pasar,” ujar Ahmad Yuzar, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, kekuatan industri saat ini bukan lagi sekadar siapa yang memiliki bahan baku melimpah, melainkan siapa yang mampu menghadirkan inovasi dan produk yang memiliki nilai tambah.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri di Kampar agar lebih berani menciptakan terobosan baru berbasis kebutuhan pasar.

“Kita memiliki kekuatan dan sumber daya yang cukup. Tinggal bagaimana membaca kebutuhan serta keinginan pasar,” katanya.

Ahmad Yuzar juga mengapresiasi berbagai workshop dan kegiatan pengembangan teknologi yang mendukung upaya hilirisasi tersebut. Salah satunya kegiatan yang digelar Politeknik Kampar di Desa Batu Belah.

Dalam kegiatan itu, sejumlah inovasi mulai dikembangkan, mulai dari teknologi mekanik untuk industri sawit, produksi komponen dan suku cadang lokal, hingga pengolahan limbah sawit menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Menurutnya, langkah-langkah kecil seperti ini dapat menjadi pintu masuk bagi Kampar menuju daerah yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri modern.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kampar. Kita harus segera masuk pasar, menciptakan inovasi dan terobosan yang secara ekonomis menguntungkan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Kampar, Nina Veronika mengatakan pihaknya terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi dan industri kreatif.

“Di Polkam, pengembangan teknologi mekanik terutama yang berkaitan dengan industri persawitan terus dilakukan. Selain itu, kami juga mengembangkan produksi komponen maupun spare part yang bisa diproduksi di daerah sendiri,” ujar Nina.

Tak hanya fokus pada sektor industri, Polkam juga mulai mengembangkan produk ramah lingkungan berupa kompos dari limbah sawit yang kini mulai dimanfaatkan di sektor perkebunan. (mcr)