
PEKANBARU-Suasana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Rabu (20/5/2026) terlihat sepi. Diduga, banyak aparatur sipil negara (ASN) yang malas masuk kantor akibat pengaruh rencana pemindahan atau rotasi besar-besaran ASN di Sekretariat DPRD Riau oleh Plt Gubernur Riau.
Pantauan di gedung wakil rakyat tersebut, sejak pagi aktivitas ASN maupun anggota DPRD Riau terlihat minim. Sejumlah ruangan di kantor DPRD Riau tampak lengang dan tidak banyak aktivitas pelayanan maupun administrasi yang berjalan seperti biasanya.
Memasuki siang hari, kondisi serupa masih terlihat. Hanya beberapa ASN yang tampak berada di kantor, sementara sebagian besar ruangan komisi maupun bagian sekretariat terlihat kosong tanpa aktivitas berarti.
Salah seorang ASN yang minta identitasnya dirahasiakan mengaku, banyak pegawai mulai enggan datang ke kantor karena merasa masa tugas mereka di Setwan tinggal menghitung hari.
"Sudah malas ke kantor, kan sudah mau dipindah," ujar salah seorang ASN, Rabu (20/5/2026).
Informasi lain yang dihimpun menyebut, sejumlah ASN saat ini juga disebut tengah berupaya agar tidak terkena rotasi besar-besaran yang direncanakan Plt Gubernur Riau.
Jumlah pegawai yang dikabarkan akan terdampak rotasi mencapai 307 orang. Beberapa ASN disebut meminta bantuan melalui jaringan keluarga maupun relasi tertentu.
Ada pula yang mencoba mencari dukungan melalui anggota DPRD Riau dan pihak yang memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum.
Kondisi tersebut membuat suasana di lingkungan Setwan DPRD Riau semakin tidak kondusif.
Sejumlah pegawai disebut memilih menunggu kepastian kebijakan rotasi dibanding menjalankan aktivitas kantor seperti biasa.
Sebelumnya, Sekretaris DPRD Riau, Renaldi menegaskan, mutasi dan rotasi dalam pemerintahan merupakan hal biasa dan tidak perlu dipersoalkan.
Rotasi tersebut dilakukan menyusul temuan kasus SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Riau yang disebut terjadi berulang kali.
Rencananya, ratusan ASN tersebut akan dipindah ke Satpol PP, Dinas Sosial dan BPBD dan UPT Dinas Sosial. (tpc)
PEKANBARU-Suasana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Rabu (20/5/2026) terlihat sepi. Diduga, banyak aparatur sipil negara (ASN) yang malas masuk kantor akibat pengaruh rencana pemindahan atau rotasi besar-besaran ASN di Sekretariat DPRD Riau oleh Plt Gubernur Riau.
Pantauan di gedung wakil rakyat tersebut, sejak pagi aktivitas ASN maupun anggota DPRD Riau terlihat minim. Sejumlah ruangan di kantor DPRD Riau tampak lengang dan tidak banyak aktivitas pelayanan maupun administrasi yang berjalan seperti biasanya.
Memasuki siang hari, kondisi serupa masih terlihat. Hanya beberapa ASN yang tampak berada di kantor, sementara sebagian besar ruangan komisi maupun bagian sekretariat terlihat kosong tanpa aktivitas berarti.
Salah seorang ASN yang minta identitasnya dirahasiakan mengaku, banyak pegawai mulai enggan datang ke kantor karena merasa masa tugas mereka di Setwan tinggal menghitung hari.
"Sudah malas ke kantor, kan sudah mau dipindah," ujar salah seorang ASN, Rabu (20/5/2026).
Informasi lain yang dihimpun menyebut, sejumlah ASN saat ini juga disebut tengah berupaya agar tidak terkena rotasi besar-besaran yang direncanakan Plt Gubernur Riau.
Jumlah pegawai yang dikabarkan akan terdampak rotasi mencapai 307 orang. Beberapa ASN disebut meminta bantuan melalui jaringan keluarga maupun relasi tertentu.
Ada pula yang mencoba mencari dukungan melalui anggota DPRD Riau dan pihak yang memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum.
Kondisi tersebut membuat suasana di lingkungan Setwan DPRD Riau semakin tidak kondusif.
Sejumlah pegawai disebut memilih menunggu kepastian kebijakan rotasi dibanding menjalankan aktivitas kantor seperti biasa.
Sebelumnya, Sekretaris DPRD Riau, Renaldi menegaskan, mutasi dan rotasi dalam pemerintahan merupakan hal biasa dan tidak perlu dipersoalkan.
Rotasi tersebut dilakukan menyusul temuan kasus SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Riau yang disebut terjadi berulang kali.
Rencananya, ratusan ASN tersebut akan dipindah ke Satpol PP, Dinas Sosial dan BPBD dan UPT Dinas Sosial. (tpc)