logo
Operasi Pasar Murah Rohul Digelar Sepekan, Pemprov Riau Jual Bahan Pokok di Bawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Kian Terpuruk ke Rp18.110 per Dolar AS, Harga Impor dan Proyek Infrastruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pembangunan Flyover Padang Lua Rp182 Miliar Dimulai, Jalur Logistik Sumbar-Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sungai Kampar Kembali Makan Korban, Buruh Asal Jabar Hilang Saat Memancing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perpisahan Mengharukan: Demi Sang Putri, Aji Santoso Tinggalkan PSPS Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puting Beliung di Desa Api-Api: Sekolah Hancur, Harapan Siswa Tak Boleh Roboh, U Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puting Beliung Terjang Bengkalis, Sekolah dan Rumah Warga Porak-Poranda, Kerugia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Ledakan Dahsyat Hancurkan Desa di Perbatasan Myanmar-China, 55 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Kondisi Desa Kaung Tat, wilayah utara Myanmar, porak-poranda setelah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bahan pertambangan. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai puluhan warga lainnya, Minggu (31/5/2026). (Foto/Ist)
Ledakan Dahsyat Hancurkan Desa di Perbatasan Myanmar-China, 55 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
1 Juni 2026 | 18:29:03

MYANMAR – Sedikitnya 55 orang tewas dan puluhan luka-luka setelah ledakan besar mengguncang Desa Kaung Tat di wilayah utara Myanmar yang dikuasai kelompok bersenjata Ta'ang National Liberation Army (TNLA), Minggu (31/5/2026).

Hingga Senin (1/6/2026), tim penyelamat masih berjibaku mencari korban di tengah puing-puing kehancuran. Jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah karena banyak warga diduga masih tertimbun reruntuhan.

Ledakan yang terjadi sekitar tengah hari waktu setempat itu menghancurkan sebagian besar wilayah desa yang berada dekat perbatasan China. TNLA mengonfirmasi insiden tersebut menelan banyak korban jiwa, namun belum merilis angka resmi.

Dalam keterangannya, TNLA menyebut bahan peledak yang meledak merupakan stok yang disimpan untuk kebutuhan operasi pertambangan. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui dan penyelidikan internal sedang dilakukan untuk mengungkap pemicunya.

iklan-view

Seorang warga, Moe Z, yang berada sekitar 2,4 kilometer dari lokasi kejadian, mengaku mendengar dentuman sangat keras sebelum melihat awan asap berbentuk jamur raksasa membumbung ke langit.

“Semua hancur total hingga tidak bisa dikenali lagi,” ujarnya.

Kekuatan ledakan sempat membuat warga mengira desa tersebut menjadi sasaran serangan udara. Namun karena tidak terdengar ledakan susulan, dugaan kemudian mengarah pada meledaknya timbunan bahan peledak dalam jumlah besar.

“Berdasarkan kekuatan ledakan dan suara yang kami dengar, ini bukan ledakan kecil. Skalanya jauh lebih besar dibanding bom yang dijatuhkan drone,” kata Moe Z.

Saksi mata menggambarkan kondisi lokasi sebagai pemandangan yang mengerikan. Puing bangunan, potongan material rumah, hingga jasad korban ditemukan berserakan di berbagai titik. Sebuah kawah besar juga dilaporkan terbentuk di area penyimpanan bahan peledak.

“Rasanya seperti seluruh desa lenyap begitu saja,” tambahnya.

Seorang jurnalis lokal mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun. Lebih dari separuh rumah di desa tersebut dilaporkan rusak berat atau hancur total akibat gelombang ledakan.

“Rumah-rumah yang berada dekat pusat ledakan hancur berkeping-keping. Bahkan tiang rumah pun tidak tersisa,” ujarnya.

Insiden ini terjadi di wilayah yang berada di bawah kendali TNLA, salah satu kelompok bersenjata etnis yang saat ini menjalani gencatan senjata dengan militer Myanmar. Kawasan tersebut dikenal kaya sumber daya mineral, termasuk logam tanah jarang yang menjadi sumber pendapatan penting bagi kelompok bersenjata maupun pemerintah Myanmar.

Myanmar sendiri masih dilanda konflik berkepanjangan sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

TNLA menyatakan akan menyalurkan bantuan darurat, layanan kesehatan, serta program pemulihan bagi warga terdampak. Kelompok itu juga berjanji meminta pertanggungjawaban pihak yang terbukti lalai dalam insiden yang menewaskan puluhan orang tersebut. (akr)

Home / News
Ledakan Dahsyat Hancurkan Desa di Perbatasan Myanmar-China, 55 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 1 Juni 2026 | 18:29:03
Ledakan Dahsyat Hancurkan Desa di Perbatasan Myanmar-China, 55 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Kondisi Desa Kaung Tat, wilayah utara Myanmar, porak-poranda setelah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bahan pertambangan. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai puluhan warga lainnya, Minggu (31/5/2026). (Foto/Ist)

MYANMAR – Sedikitnya 55 orang tewas dan puluhan luka-luka setelah ledakan besar mengguncang Desa Kaung Tat di wilayah utara Myanmar yang dikuasai kelompok bersenjata Ta'ang National Liberation Army (TNLA), Minggu (31/5/2026).

Hingga Senin (1/6/2026), tim penyelamat masih berjibaku mencari korban di tengah puing-puing kehancuran. Jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah karena banyak warga diduga masih tertimbun reruntuhan.

Ledakan yang terjadi sekitar tengah hari waktu setempat itu menghancurkan sebagian besar wilayah desa yang berada dekat perbatasan China. TNLA mengonfirmasi insiden tersebut menelan banyak korban jiwa, namun belum merilis angka resmi.

Dalam keterangannya, TNLA menyebut bahan peledak yang meledak merupakan stok yang disimpan untuk kebutuhan operasi pertambangan. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui dan penyelidikan internal sedang dilakukan untuk mengungkap pemicunya.

Seorang warga, Moe Z, yang berada sekitar 2,4 kilometer dari lokasi kejadian, mengaku mendengar dentuman sangat keras sebelum melihat awan asap berbentuk jamur raksasa membumbung ke langit.

“Semua hancur total hingga tidak bisa dikenali lagi,” ujarnya.

Kekuatan ledakan sempat membuat warga mengira desa tersebut menjadi sasaran serangan udara. Namun karena tidak terdengar ledakan susulan, dugaan kemudian mengarah pada meledaknya timbunan bahan peledak dalam jumlah besar.

“Berdasarkan kekuatan ledakan dan suara yang kami dengar, ini bukan ledakan kecil. Skalanya jauh lebih besar dibanding bom yang dijatuhkan drone,” kata Moe Z.

Saksi mata menggambarkan kondisi lokasi sebagai pemandangan yang mengerikan. Puing bangunan, potongan material rumah, hingga jasad korban ditemukan berserakan di berbagai titik. Sebuah kawah besar juga dilaporkan terbentuk di area penyimpanan bahan peledak.

“Rasanya seperti seluruh desa lenyap begitu saja,” tambahnya.

Seorang jurnalis lokal mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun. Lebih dari separuh rumah di desa tersebut dilaporkan rusak berat atau hancur total akibat gelombang ledakan.

“Rumah-rumah yang berada dekat pusat ledakan hancur berkeping-keping. Bahkan tiang rumah pun tidak tersisa,” ujarnya.

Insiden ini terjadi di wilayah yang berada di bawah kendali TNLA, salah satu kelompok bersenjata etnis yang saat ini menjalani gencatan senjata dengan militer Myanmar. Kawasan tersebut dikenal kaya sumber daya mineral, termasuk logam tanah jarang yang menjadi sumber pendapatan penting bagi kelompok bersenjata maupun pemerintah Myanmar.

Myanmar sendiri masih dilanda konflik berkepanjangan sejak kudeta militer pada 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

TNLA menyatakan akan menyalurkan bantuan darurat, layanan kesehatan, serta program pemulihan bagi warga terdampak. Kelompok itu juga berjanji meminta pertanggungjawaban pihak yang terbukti lalai dalam insiden yang menewaskan puluhan orang tersebut. (akr)