logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / ROHIL
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Proses pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Ist)
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 7 Juni 2026 | 15:32:14

BAGANSIAPIAPI – Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi memasuki babak baru dalam penyelenggaraan pemasyarakatan setelah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merelokasi 990 narapidana ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.

Relokasi yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) itu menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang selama ini membayangi Lapas Bagansiapiapi. Sebelumnya, lapas tersebut hanya memiliki daya tampung 98 orang, namun harus menampung warga binaan jauh di atas kapasitas yang tersedia.

Kini, lapas baru yang dibangun di Ujung Tanjung memiliki kapasitas hunian hingga 1.500 orang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.

iklan-view

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianto, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas Bagansiapiapi mengalami overkapasitas hingga 1.000 persen. Dengan fasilitas baru yang memiliki kapasitas jauh lebih besar, pelaksanaan pembinaan dan pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya, Minggu (7/6/2026), di Jakarta.

Proses pemindahan ratusan warga binaan tersebut mendapat pengawalan ketat dari Ditjenpas bersama aparat TNI dan Polri. Operasi relokasi dipimpin Direktur Kepatuhan Internal Tatan Dirsan Atmaja bersama tim, serta melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau dan jajaran Lapas Bagansiapiapi.

Menurut Rika, seluruh rangkaian relokasi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.

“Proses relokasi napi Lapas Bagansiapiapi terlaksana dengan aman dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” katanya.

Dengan beroperasinya lapas baru tersebut, Ditjenpas berharap kualitas layanan pemasyarakatan di Bagansiapiapi semakin meningkat, sekaligus menciptakan kondisi hunian yang lebih manusiawi dan mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Di waktu hampir bersamaan, tepatnya Sabtu (6/6/2026) kemarin, Ditjenpas Kemenimipas juga melakukan relokasi massal narapidana di Lapas Jambi. Sebanyak 1.553 orang napi dipindahkan ke lapas baru yang terletak di Sangeti, Kabupaten Muaro yang memiliki kapasitas 952 orang. Jauh lebih besar ketimbang Lapas lama yang berkapasitas 417 orang. (ntr)

Home / Hukum
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 7 Juni 2026 | 15:32:14
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Proses pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Ist)

BAGANSIAPIAPI – Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi memasuki babak baru dalam penyelenggaraan pemasyarakatan setelah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merelokasi 990 narapidana ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.

Relokasi yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) itu menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang selama ini membayangi Lapas Bagansiapiapi. Sebelumnya, lapas tersebut hanya memiliki daya tampung 98 orang, namun harus menampung warga binaan jauh di atas kapasitas yang tersedia.

Kini, lapas baru yang dibangun di Ujung Tanjung memiliki kapasitas hunian hingga 1.500 orang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianto, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas Bagansiapiapi mengalami overkapasitas hingga 1.000 persen. Dengan fasilitas baru yang memiliki kapasitas jauh lebih besar, pelaksanaan pembinaan dan pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya, Minggu (7/6/2026), di Jakarta.

Proses pemindahan ratusan warga binaan tersebut mendapat pengawalan ketat dari Ditjenpas bersama aparat TNI dan Polri. Operasi relokasi dipimpin Direktur Kepatuhan Internal Tatan Dirsan Atmaja bersama tim, serta melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau dan jajaran Lapas Bagansiapiapi.

Menurut Rika, seluruh rangkaian relokasi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.

“Proses relokasi napi Lapas Bagansiapiapi terlaksana dengan aman dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” katanya.

Dengan beroperasinya lapas baru tersebut, Ditjenpas berharap kualitas layanan pemasyarakatan di Bagansiapiapi semakin meningkat, sekaligus menciptakan kondisi hunian yang lebih manusiawi dan mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Di waktu hampir bersamaan, tepatnya Sabtu (6/6/2026) kemarin, Ditjenpas Kemenimipas juga melakukan relokasi massal narapidana di Lapas Jambi. Sebanyak 1.553 orang napi dipindahkan ke lapas baru yang terletak di Sangeti, Kabupaten Muaro yang memiliki kapasitas 952 orang. Jauh lebih besar ketimbang Lapas lama yang berkapasitas 417 orang. (ntr)