
PEKANBARU – Warga Agro Wisata Pelangi, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim, sempat dibuat geger oleh kemunculan sosok yang diduga pocong jadi-jadian. Sosok berpakaian serba putih itu bahkan sempat dikejar warga hingga lari terbirit-birit sebelum akhirnya diamankan.
Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh polisi, misteri "pocong" tersebut akhirnya terungkap. Sosok yang sempat membuat heboh warga itu ternyata seorang tunawisma dan bukan pelaku aksi teror seperti yang ramai diperbincangkan.
Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga melalui Call Center 110 pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, warga mengaku telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pocong jadi-jadian.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana maupun aksi teror. Yang bersangkutan merupakan tunawisma yang sering terlihat berada di sekitar lokasi," kata Didi, Kamis (4/6/2026).

Saat mendatangi lokasi, petugas menemukan warga telah mengamankan pria tersebut. Polisi juga menemukan selembar kain putih lusuh yang diduga menjadi penyebab munculnya dugaan pocong.
Kain itu ditemukan tersangkut di atas tembok dekat area pembuangan sampah liar, tidak jauh dari lokasi kejadian. Menurut warga, kain tersebut memang sudah beberapa kali terlihat tergantung di tempat yang sama.
Sebelumnya, warga mengaku curiga dengan gerak-gerik pria tersebut yang mondar-mandir di lingkungan perumahan pada malam hari. Bahkan, beredar dugaan bahwa pria itu hendak melakukan pencurian dengan mencongkel salah satu rumah warga.
Kecurigaan itu membuat sejumlah warga melakukan pengejaran. Situasi sempat memanas karena pria tersebut nyaris menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan kepada polisi.
Kompol Didi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Ia juga meminta warga kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
"Jika menemukan hal-hal mencurigakan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau melalui layanan Polri 110," tutupnya. (mcr)




PEKANBARU – Warga Agro Wisata Pelangi, Kelurahan Mentangor, Kecamatan Kulim, sempat dibuat geger oleh kemunculan sosok yang diduga pocong jadi-jadian. Sosok berpakaian serba putih itu bahkan sempat dikejar warga hingga lari terbirit-birit sebelum akhirnya diamankan.
Namun, setelah dilakukan pengecekan oleh polisi, misteri "pocong" tersebut akhirnya terungkap. Sosok yang sempat membuat heboh warga itu ternyata seorang tunawisma dan bukan pelaku aksi teror seperti yang ramai diperbincangkan.
Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga melalui Call Center 110 pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, warga mengaku telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pocong jadi-jadian.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana maupun aksi teror. Yang bersangkutan merupakan tunawisma yang sering terlihat berada di sekitar lokasi," kata Didi, Kamis (4/6/2026).
Saat mendatangi lokasi, petugas menemukan warga telah mengamankan pria tersebut. Polisi juga menemukan selembar kain putih lusuh yang diduga menjadi penyebab munculnya dugaan pocong.
Kain itu ditemukan tersangkut di atas tembok dekat area pembuangan sampah liar, tidak jauh dari lokasi kejadian. Menurut warga, kain tersebut memang sudah beberapa kali terlihat tergantung di tempat yang sama.
Sebelumnya, warga mengaku curiga dengan gerak-gerik pria tersebut yang mondar-mandir di lingkungan perumahan pada malam hari. Bahkan, beredar dugaan bahwa pria itu hendak melakukan pencurian dengan mencongkel salah satu rumah warga.
Kecurigaan itu membuat sejumlah warga melakukan pengejaran. Situasi sempat memanas karena pria tersebut nyaris menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan kepada polisi.
Kompol Didi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Ia juga meminta warga kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.
"Jika menemukan hal-hal mencurigakan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat, atau melalui layanan Polri 110," tutupnya. (mcr)