logo
Operasi Pasar Murah Rohul Digelar Sepekan, Pemprov Riau Jual Bahan Pokok di Bawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Kian Terpuruk ke Rp18.110 per Dolar AS, Harga Impor dan Proyek Infrastruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pembangunan Flyover Padang Lua Rp182 Miliar Dimulai, Jalur Logistik Sumbar-Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sungai Kampar Kembali Makan Korban, Buruh Asal Jabar Hilang Saat Memancing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perpisahan Mengharukan: Demi Sang Putri, Aji Santoso Tinggalkan PSPS Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puting Beliung di Desa Api-Api: Sekolah Hancur, Harapan Siswa Tak Boleh Roboh, U Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Puting Beliung Terjang Bengkalis, Sekolah dan Rumah Warga Porak-Poranda, Kerugia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / ROHIL
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Proses pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Ist)
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
7 Juni 2026 | 15:32:14

BAGANSIAPIAPI – Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi memasuki babak baru dalam penyelenggaraan pemasyarakatan setelah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merelokasi 990 narapidana ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.

Relokasi yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) itu menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang selama ini membayangi Lapas Bagansiapiapi. Sebelumnya, lapas tersebut hanya memiliki daya tampung 98 orang, namun harus menampung warga binaan jauh di atas kapasitas yang tersedia.

Kini, lapas baru yang dibangun di Ujung Tanjung memiliki kapasitas hunian hingga 1.500 orang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianto, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

iklan-view

“Lapas Bagansiapiapi mengalami overkapasitas hingga 1.000 persen. Dengan fasilitas baru yang memiliki kapasitas jauh lebih besar, pelaksanaan pembinaan dan pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya, Minggu (7/6/2026), di Jakarta.

Proses pemindahan ratusan warga binaan tersebut mendapat pengawalan ketat dari Ditjenpas bersama aparat TNI dan Polri. Operasi relokasi dipimpin Direktur Kepatuhan Internal Tatan Dirsan Atmaja bersama tim, serta melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau dan jajaran Lapas Bagansiapiapi.

Menurut Rika, seluruh rangkaian relokasi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.

“Proses relokasi napi Lapas Bagansiapiapi terlaksana dengan aman dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” katanya.

Dengan beroperasinya lapas baru tersebut, Ditjenpas berharap kualitas layanan pemasyarakatan di Bagansiapiapi semakin meningkat, sekaligus menciptakan kondisi hunian yang lebih manusiawi dan mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Di waktu hampir bersamaan, tepatnya Sabtu (6/6/2026) kemarin, Ditjenpas Kemenimipas juga melakukan relokasi massal narapidana di Lapas Jambi. Sebanyak 1.553 orang napi dipindahkan ke lapas baru yang terletak di Sangeti, Kabupaten Muaro yang memiliki kapasitas 952 orang. Jauh lebih besar ketimbang Lapas lama yang berkapasitas 417 orang. (ntr)

Home / Hukum
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 7 Juni 2026 | 15:32:14
Babak Baru Lapas Bagansiapiapi, Warga Binaan Tempati Lapas Modern di Ujung Tanjung
Proses pemindahan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Ist)

BAGANSIAPIAPI – Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi memasuki babak baru dalam penyelenggaraan pemasyarakatan setelah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan merelokasi 990 narapidana ke kompleks lapas baru di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.

Relokasi yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) itu menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan kelebihan kapasitas yang selama ini membayangi Lapas Bagansiapiapi. Sebelumnya, lapas tersebut hanya memiliki daya tampung 98 orang, namun harus menampung warga binaan jauh di atas kapasitas yang tersedia.

Kini, lapas baru yang dibangun di Ujung Tanjung memiliki kapasitas hunian hingga 1.500 orang, sehingga diharapkan mampu menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal.

Juru Bicara Ditjenpas, Rika Aprianto, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas Bagansiapiapi mengalami overkapasitas hingga 1.000 persen. Dengan fasilitas baru yang memiliki kapasitas jauh lebih besar, pelaksanaan pembinaan dan pengamanan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya, Minggu (7/6/2026), di Jakarta.

Proses pemindahan ratusan warga binaan tersebut mendapat pengawalan ketat dari Ditjenpas bersama aparat TNI dan Polri. Operasi relokasi dipimpin Direktur Kepatuhan Internal Tatan Dirsan Atmaja bersama tim, serta melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Riau dan jajaran Lapas Bagansiapiapi.

Menurut Rika, seluruh rangkaian relokasi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.

“Proses relokasi napi Lapas Bagansiapiapi terlaksana dengan aman dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” katanya.

Dengan beroperasinya lapas baru tersebut, Ditjenpas berharap kualitas layanan pemasyarakatan di Bagansiapiapi semakin meningkat, sekaligus menciptakan kondisi hunian yang lebih manusiawi dan mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan.

Di waktu hampir bersamaan, tepatnya Sabtu (6/6/2026) kemarin, Ditjenpas Kemenimipas juga melakukan relokasi massal narapidana di Lapas Jambi. Sebanyak 1.553 orang napi dipindahkan ke lapas baru yang terletak di Sangeti, Kabupaten Muaro yang memiliki kapasitas 952 orang. Jauh lebih besar ketimbang Lapas lama yang berkapasitas 417 orang. (ntr)