logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Terungkap di Sidang, Ahli Sebut Abdul Wahid Lampaui Kewenangan sebagai Gubernur
Jaksa KPK Mayer Volmar Simanjuntak. (Foto: Rico)
Terungkap di Sidang, Ahli Sebut Abdul Wahid Lampaui Kewenangan sebagai Gubernur
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
11 Juni 2026 | 15:47:13

PEKANBARU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ahli Hukum Administrasi Negara dan Hukum Keuangan Negara, Dr. W. Riawan Tjandra, SH, MHum, menilai terdapat sejumlah tindakan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid yang melampaui kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hal itu terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi yang menjerat Abdul Wahid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).

Jaksa KPK Mayer Volmar Simanjuntak mengatakan pihaknya menghadirkan ahli untuk menggali aspek hukum administrasi negara terkait tindakan kepala daerah yang diduga menyimpang dari ketentuan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Menurut Mayer, ahli menjelaskan bahwa penyelenggara negara yang menjalankan kewenangan melebihi batas yang diatur atau tidak sesuai prinsip tata kelola pemerintahan dapat dikategorikan melakukan penyalahgunaan kewenangan.

iklan-view

“Ahli menerangkan bahwa perbuatan-perbuatan kepala daerah dan penyelenggara negara yang dilakukan melampaui batas kewenangannya, tidak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik, itu terjadi dalam perkara ini melalui ilustrasi yang kami sampaikan,” kata Mayer usai persidangan.

Dalam persidangan, JPU menyoroti proses pergeseran anggaran yang menurut ahli seharusnya terlebih dahulu melalui mekanisme review sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku. Jaksa menyebut terdapat fakta persidangan yang menunjukkan proses tersebut tidak dilakukan sebelum kebijakan dijalankan.

Selain itu, JPU juga menilai Abdul Wahid tidak menggunakan mekanisme birokrasi secara berjenjang dalam memberikan perintah kepada perangkat daerah. Menurut Mayer, ahli menegaskan bahwa perintah resmi kepala daerah seharusnya disampaikan melalui jalur administratif, mulai dari sekretaris daerah hingga kepala organisasi perangkat daerah terkait.

“Kalau memang itu perintah yang resmi, maka perintahnya dilakukan secara hierarkis berjenjang secara administrasi negara,” ujarnya.

JPU juga menyoroti fakta tidak dilibatkannya Wakil Gubernur dalam sejumlah proses pemerintahan. Menurut Mayer, ahli menilai kondisi tersebut tidak ideal karena wakil kepala daerah semestinya memperoleh pelimpahan sebagian tugas dari kepala daerah.

“Apabila semua diambil alih oleh seorang kepala daerah dalam hal ini gubernur, maka itulah yang bisa berpotensi menjadi penyalahgunaan kewenangan dari sisi absolutnya. Artinya tidak lagi proporsional, tidak lagi cermat,” kata Mayer mengutip keterangan ahli.

Tak hanya itu, jaksa turut menyinggung pengangkatan Dani Nursalam sebagai tenaga ahli gubernur. Mayer mengatakan ahli menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku karena jabatan tenaga ahli gubernur tidak diperkenankan diisi oleh pihak non-ASN sebagaimana diatur dalam ketentuan kepegawaian dan petunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Artinya Pak Abdul Wahid itu melanggar kewenangan menggunakan kekuasaannya memaksa Pemprov Riau menjadikan Pak Dani Nursalam sebagai tenaga ahli,” ujarnya.

Mayer menegaskan keterangan ahli tersebut akan menjadi bagian penting dalam membuktikan unsur penyalahgunaan kekuasaan yang didakwakan kepada Abdul Wahid.

Menurutnya, unsur pidana dalam perkara tersebut akan semakin diperjelas melalui keterangan ahli pidana yang rencananya dihadirkan pada persidangan pekan depan.

“Ahli pidana nanti akan kami hadirkan untuk mempertegas perbuatan-perbuatan dari sisi pidananya,” kata Mayer. (ric)

Home / Hukum
Terungkap di Sidang, Ahli Sebut Abdul Wahid Lampaui Kewenangan sebagai Gubernur
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 11 Juni 2026 | 15:47:13
Terungkap di Sidang, Ahli Sebut Abdul Wahid Lampaui Kewenangan sebagai Gubernur
Jaksa KPK Mayer Volmar Simanjuntak. (Foto: Rico)

PEKANBARU – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ahli Hukum Administrasi Negara dan Hukum Keuangan Negara, Dr. W. Riawan Tjandra, SH, MHum, menilai terdapat sejumlah tindakan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid yang melampaui kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hal itu terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi yang menjerat Abdul Wahid di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).

Jaksa KPK Mayer Volmar Simanjuntak mengatakan pihaknya menghadirkan ahli untuk menggali aspek hukum administrasi negara terkait tindakan kepala daerah yang diduga menyimpang dari ketentuan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Menurut Mayer, ahli menjelaskan bahwa penyelenggara negara yang menjalankan kewenangan melebihi batas yang diatur atau tidak sesuai prinsip tata kelola pemerintahan dapat dikategorikan melakukan penyalahgunaan kewenangan.

“Ahli menerangkan bahwa perbuatan-perbuatan kepala daerah dan penyelenggara negara yang dilakukan melampaui batas kewenangannya, tidak sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik, itu terjadi dalam perkara ini melalui ilustrasi yang kami sampaikan,” kata Mayer usai persidangan.

Dalam persidangan, JPU menyoroti proses pergeseran anggaran yang menurut ahli seharusnya terlebih dahulu melalui mekanisme review sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku. Jaksa menyebut terdapat fakta persidangan yang menunjukkan proses tersebut tidak dilakukan sebelum kebijakan dijalankan.

Selain itu, JPU juga menilai Abdul Wahid tidak menggunakan mekanisme birokrasi secara berjenjang dalam memberikan perintah kepada perangkat daerah. Menurut Mayer, ahli menegaskan bahwa perintah resmi kepala daerah seharusnya disampaikan melalui jalur administratif, mulai dari sekretaris daerah hingga kepala organisasi perangkat daerah terkait.

“Kalau memang itu perintah yang resmi, maka perintahnya dilakukan secara hierarkis berjenjang secara administrasi negara,” ujarnya.

JPU juga menyoroti fakta tidak dilibatkannya Wakil Gubernur dalam sejumlah proses pemerintahan. Menurut Mayer, ahli menilai kondisi tersebut tidak ideal karena wakil kepala daerah semestinya memperoleh pelimpahan sebagian tugas dari kepala daerah.

“Apabila semua diambil alih oleh seorang kepala daerah dalam hal ini gubernur, maka itulah yang bisa berpotensi menjadi penyalahgunaan kewenangan dari sisi absolutnya. Artinya tidak lagi proporsional, tidak lagi cermat,” kata Mayer mengutip keterangan ahli.

Tak hanya itu, jaksa turut menyinggung pengangkatan Dani Nursalam sebagai tenaga ahli gubernur. Mayer mengatakan ahli menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku karena jabatan tenaga ahli gubernur tidak diperkenankan diisi oleh pihak non-ASN sebagaimana diatur dalam ketentuan kepegawaian dan petunjuk Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Artinya Pak Abdul Wahid itu melanggar kewenangan menggunakan kekuasaannya memaksa Pemprov Riau menjadikan Pak Dani Nursalam sebagai tenaga ahli,” ujarnya.

Mayer menegaskan keterangan ahli tersebut akan menjadi bagian penting dalam membuktikan unsur penyalahgunaan kekuasaan yang didakwakan kepada Abdul Wahid.

Menurutnya, unsur pidana dalam perkara tersebut akan semakin diperjelas melalui keterangan ahli pidana yang rencananya dihadirkan pada persidangan pekan depan.

“Ahli pidana nanti akan kami hadirkan untuk mempertegas perbuatan-perbuatan dari sisi pidananya,” kata Mayer. (ric)