logo
Perjuangan Tak Mengkhianati Hasil, Srikandi Green Policing Polda Riau Juara I Se Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Peranan Guru Sebagai Fasilitator dalam Dunia Pendidikan Modern Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terl Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Tiga Tuan Rumah Kompak Menggebrak, AS Menang Telak atas Paragu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Operasi Microsleep di Tol Permai, Petugas Pastikan Pengendara Tidak Mengantuk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dishub Pekanbaru Kebut Perbaikan PJU, 1.000 Titik Lampu Jalan Kembali Berfungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Operasi Jatanras Polda Riau Berbuah Besar, Tiga Kasus Menonjol Terungkap Sekalig Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabut Tebal Ganggu Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru, Satu Pesawat Dialihk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terluka
Sedikitnya 8.865 rumah hancur dan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada 8 Juni 2026 lalu. (Foto: Anadolu)
UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terluka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
13 Juni 2026 | 18:22:10

MANILA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah selatan Filipina terus bertambah. Hingga Sabtu (13/6/2026), otoritas setempat mencatat sedikitnya 61 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Kantor Pertahanan Sipil Filipina (OCD) melaporkan angka korban jiwa meningkat setelah tim penyelamat menemukan sejumlah jenazah di kawasan terdampak paling parah di Pulau Mindanao.

Selain korban tewas, sebanyak 33 orang masih dalam pencarian dan 1.221 lainnya mengalami luka-luka. Tim pencarian dan penyelamatan hingga kini terus bekerja di berbagai lokasi yang tertimbun longsor maupun reruntuhan bangunan.

Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar akibat gempa susulan yang masih terjadi, kondisi bangunan yang rawan roboh, serta akses jalan yang rusak. Situasi tersebut membuat distribusi bantuan dan mobilisasi petugas ke sejumlah wilayah terdampak menjadi lebih sulit.

iklan-view

Data terbaru dari Pusat Pemantauan dan Informasi Operasi Tanggap Bencana (DROMIC) menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada 8 Juni 2026 itu telah berdampak pada lebih dari 553 ribu warga di Mindanao.

Sebanyak 9.393 warga kini mengungsi di pusat-pusat evakuasi, sementara lebih dari 54 ribu lainnya memilih bertahan di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara di luar fasilitas resmi.

Kerusakan yang ditimbulkan juga sangat besar. Penilaian awal menunjukkan sedikitnya 8.865 rumah hancur, sedangkan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Gempa yang berpusat di lepas pantai Mindanao itu memicu kepanikan luas dan menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk, sekolah, rumah sakit, hingga berbagai fasilitas publik.

Kota General Santos dan sebagian wilayah Provinsi Sarangani menjadi daerah yang mengalami dampak paling serius. Pemerintah setempat telah menetapkan status keadaan darurat guna mempercepat proses penyaluran bantuan, evakuasi korban, serta pemulihan pascabencana. (**)

Sumber: Anadolu

Home / News
UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terluka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 13 Juni 2026 | 18:22:10
UPDATE: Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 61 Orang, Puluhan Hilang dan 1.221 Terluka
Sedikitnya 8.865 rumah hancur dan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada 8 Juni 2026 lalu. (Foto: Anadolu)

MANILA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah selatan Filipina terus bertambah. Hingga Sabtu (13/6/2026), otoritas setempat mencatat sedikitnya 61 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Kantor Pertahanan Sipil Filipina (OCD) melaporkan angka korban jiwa meningkat setelah tim penyelamat menemukan sejumlah jenazah di kawasan terdampak paling parah di Pulau Mindanao.

Selain korban tewas, sebanyak 33 orang masih dalam pencarian dan 1.221 lainnya mengalami luka-luka. Tim pencarian dan penyelamatan hingga kini terus bekerja di berbagai lokasi yang tertimbun longsor maupun reruntuhan bangunan.

Operasi evakuasi menghadapi tantangan besar akibat gempa susulan yang masih terjadi, kondisi bangunan yang rawan roboh, serta akses jalan yang rusak. Situasi tersebut membuat distribusi bantuan dan mobilisasi petugas ke sejumlah wilayah terdampak menjadi lebih sulit.

Data terbaru dari Pusat Pemantauan dan Informasi Operasi Tanggap Bencana (DROMIC) menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 7,8 pada 8 Juni 2026 itu telah berdampak pada lebih dari 553 ribu warga di Mindanao.

Sebanyak 9.393 warga kini mengungsi di pusat-pusat evakuasi, sementara lebih dari 54 ribu lainnya memilih bertahan di rumah kerabat atau tempat penampungan sementara di luar fasilitas resmi.

Kerusakan yang ditimbulkan juga sangat besar. Penilaian awal menunjukkan sedikitnya 8.865 rumah hancur, sedangkan 36.691 rumah lainnya mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.

Gempa yang berpusat di lepas pantai Mindanao itu memicu kepanikan luas dan menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk, sekolah, rumah sakit, hingga berbagai fasilitas publik.

Kota General Santos dan sebagian wilayah Provinsi Sarangani menjadi daerah yang mengalami dampak paling serius. Pemerintah setempat telah menetapkan status keadaan darurat guna mempercepat proses penyaluran bantuan, evakuasi korban, serta pemulihan pascabencana. (**)

Sumber: Anadolu