logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Rohil
Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Diperbaiki
Masyarakat menanti perbaikan jalan rusak di Kubu dan Kuba segera diperbaiki. (Foto: Romi)
Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Diperbaiki
Editor: Yob Ayrus | Penulis: romi ramadani
17 Juni 2026 | 11:20:23

ROKAN HILIR-Masyarakat Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, kembali menyoroti kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan di kawasan Pasar Pelita yang hingga kini masih mengalami kerusakan parah. Warga menilai perbaikan infrastruktur yang pernah dijanjikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir, Bistamam dan Jhony Charles (BIJAK), saat kampanye Pilkada belum terlihat realisasinya di lapangan.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air menjadi keluhan utama masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, keluhan masyarakat kembali ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah warga mengunggah foto dan video yang memperlihatkan kondisi jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga menilai perbaikan jalan yang selama ini dijanjikan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Padahal, keberadaan infrastruktur jalan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Rokan Hilir tersebut.

iklan-view

Salah seorang warga Kubu Babussalam, Marzuki, melalui akun Facebook miliknya menyinggung pemberitaan yang sebelumnya menyebutkan adanya rencana perbaikan jalan di wilayah Kubu dan Kuba. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum melihat adanya pekerjaan fisik di lapangan.

"Kemarin sibuk di media mengatakan selamat tinggal jalan rusak lintas Kuba. Seakan besok paginya langsung di keramik. Tapi nyatanya sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan," tulis Marzuki dalam unggahannya.

Unggahan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warga lainnya yang juga merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut. Sebagian besar berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait program perbaikan yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Keluhan serupa juga disampaikan Jusmari, warga Kecamatan Kubu. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan agar janji pembangunan yang pernah disampaikan saat kampanye dapat diwujudkan, terutama terkait perbaikan akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.

"Terlalu manis janjinya saat kampanye sehingga sampai saat ini belum ditepati. Salah satunya tentang akses jalan yang bagus yang kami dambakan," ujarnya.

Menurut warga, kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan menuju kawasan Pasar Pelita sudah lama membutuhkan penanganan serius. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kerusakan jalan juga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta berpotensi mengganggu distribusi barang dan hasil usaha masyarakat.

Warga juga mengkhawatirkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat banyaknya lubang dan genangan air yang menutupi permukaan jalan. Saat musim hujan, kondisi tersebut disebut semakin membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang menjadi moda transportasi utama masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Kubu dan Kubu Babussalam, perbaikan infrastruktur jalan bukan hanya persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera menyampaikan langkah konkret terkait rencana perbaikan jalan yang selama ini menjadi harapan warga.

Masyarakat juga berharap komitmen pembangunan yang pernah disampaikan saat kampanye dapat diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya. Kepastian mengenai jadwal dan pelaksanaan perbaikan jalan dinilai penting agar masyarakat memperoleh kejelasan terkait pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Hingga berita ini ditulis, kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan di kawasan Pasar Pelita masih menjadi perhatian masyarakat yang menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah daerah. (*)

Home / News
Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Diperbaiki
Editor: Yob Ayrus | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 17 Juni 2026 | 11:20:23
Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Diperbaiki
Masyarakat menanti perbaikan jalan rusak di Kubu dan Kuba segera diperbaiki. (Foto: Romi)

ROKAN HILIR-Masyarakat Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir, kembali menyoroti kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan di kawasan Pasar Pelita yang hingga kini masih mengalami kerusakan parah. Warga menilai perbaikan infrastruktur yang pernah dijanjikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir, Bistamam dan Jhony Charles (BIJAK), saat kampanye Pilkada belum terlihat realisasinya di lapangan.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air menjadi keluhan utama masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses vital yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, keluhan masyarakat kembali ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah warga mengunggah foto dan video yang memperlihatkan kondisi jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga menilai perbaikan jalan yang selama ini dijanjikan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Padahal, keberadaan infrastruktur jalan yang layak dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Rokan Hilir tersebut.

Salah seorang warga Kubu Babussalam, Marzuki, melalui akun Facebook miliknya menyinggung pemberitaan yang sebelumnya menyebutkan adanya rencana perbaikan jalan di wilayah Kubu dan Kuba. Namun hingga saat ini, ia mengaku belum melihat adanya pekerjaan fisik di lapangan.

"Kemarin sibuk di media mengatakan selamat tinggal jalan rusak lintas Kuba. Seakan besok paginya langsung di keramik. Tapi nyatanya sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan," tulis Marzuki dalam unggahannya.

Unggahan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warga lainnya yang juga merasakan dampak langsung dari kerusakan jalan tersebut. Sebagian besar berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait program perbaikan yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Keluhan serupa juga disampaikan Jusmari, warga Kecamatan Kubu. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan agar janji pembangunan yang pernah disampaikan saat kampanye dapat diwujudkan, terutama terkait perbaikan akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga.

"Terlalu manis janjinya saat kampanye sehingga sampai saat ini belum ditepati. Salah satunya tentang akses jalan yang bagus yang kami dambakan," ujarnya.

Menurut warga, kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan menuju kawasan Pasar Pelita sudah lama membutuhkan penanganan serius. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kerusakan jalan juga berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta berpotensi mengganggu distribusi barang dan hasil usaha masyarakat.

Warga juga mengkhawatirkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat banyaknya lubang dan genangan air yang menutupi permukaan jalan. Saat musim hujan, kondisi tersebut disebut semakin membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang menjadi moda transportasi utama masyarakat setempat.

Bagi masyarakat Kubu dan Kubu Babussalam, perbaikan infrastruktur jalan bukan hanya persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kualitas pelayanan publik. Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera menyampaikan langkah konkret terkait rencana perbaikan jalan yang selama ini menjadi harapan warga.

Masyarakat juga berharap komitmen pembangunan yang pernah disampaikan saat kampanye dapat diwujudkan melalui program nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya. Kepastian mengenai jadwal dan pelaksanaan perbaikan jalan dinilai penting agar masyarakat memperoleh kejelasan terkait pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Hingga berita ini ditulis, kondisi Jalan Lintas Kubu dan akses jalan di kawasan Pasar Pelita masih menjadi perhatian masyarakat yang menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah daerah. (*)