logo
Pengawasan Diperketat, Satops Patnal Geledah Petugas dan Barang Bawaan di Lapas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Direhabilitasi, Kucing Hutan hingga Owa Ungko Dilepasliarkan di Taman Nasio Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jaksa KPK Sebut Kesaksian Ahli Psikologi Forensik Menguatkan Pembuktian Kasus Ab Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JMSI Riau Anugerahkan Amanah Leadership Award kepada Bupati Pelalawan Zukri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mutasi Polri: Kombes Pandra Tinggalkan Polda Riau, Kombes Akmadi Gantikan Posisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Psikologi Forensik: Atasan Tak Bisa Dipidana Hanya Karena Bawahan Berbuat K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Forensik Ungkap Titik Lemah Dakwaan Abdul Wahid: Motif dan Niat Jahat Belum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PELALAWAN
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Beruang madu, satwa liar dilindungi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman. (Foto: Wahyu)
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
23 Juni 2026 | 08:39:05

PEKANBARU – Upaya penyelamatan seekor beruang madu yang beberapa waktu terakhir muncul di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, akhirnya membuahkan hasil. Satwa liar dilindungi tersebut berhasil dievakuasi dan akan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah sebelumnya menerima laporan dari pihak kelurahan terkait kemunculan beruang madu (Helarctos malayanus) di sekitar lingkungan warga. Kehadiran satwa tersebut dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebagai langkah mitigasi, tim BBKSDA Riau memasang kandang jebak (box trap) pada 30 Mei 2026 di lokasi yang sering dilintasi satwa tersebut. Setelah hampir tiga pekan pemantauan, upaya itu membuahkan hasil. Pada 19 Juni 2026, beruang madu tersebut berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang petugas.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi beruang dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan luka maupun cacat pada tubuh satwa tersebut. Selain itu, beruang juga masih menunjukkan perilaku liar yang kuat, aktif, dan agresif sebagaimana satwa yang hidup bebas di alam.

iklan-view

"Melihat kondisi satwa yang sehat dan masih memiliki sifat liar yang sangat baik, tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat," kata Supartono, Selasa (23/6/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, aparat kelurahan, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa apabila kembali menemukan beruang madu di sekitar permukiman. Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara terpadu, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat ditekan semaksimal mungkin. Di sisi lain, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan hidup beruang madu, salah satu satwa dilindungi yang keberadaannya semakin terdesak akibat menyusutnya habitat alami. (why)

Tags: beruang madu
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 23 Juni 2026 | 08:39:05
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Beruang madu, satwa liar dilindungi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU – Upaya penyelamatan seekor beruang madu yang beberapa waktu terakhir muncul di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, akhirnya membuahkan hasil. Satwa liar dilindungi tersebut berhasil dievakuasi dan akan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah sebelumnya menerima laporan dari pihak kelurahan terkait kemunculan beruang madu (Helarctos malayanus) di sekitar lingkungan warga. Kehadiran satwa tersebut dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebagai langkah mitigasi, tim BBKSDA Riau memasang kandang jebak (box trap) pada 30 Mei 2026 di lokasi yang sering dilintasi satwa tersebut. Setelah hampir tiga pekan pemantauan, upaya itu membuahkan hasil. Pada 19 Juni 2026, beruang madu tersebut berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang petugas.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi beruang dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan luka maupun cacat pada tubuh satwa tersebut. Selain itu, beruang juga masih menunjukkan perilaku liar yang kuat, aktif, dan agresif sebagaimana satwa yang hidup bebas di alam.

"Melihat kondisi satwa yang sehat dan masih memiliki sifat liar yang sangat baik, tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat," kata Supartono, Selasa (23/6/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, aparat kelurahan, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa apabila kembali menemukan beruang madu di sekitar permukiman. Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara terpadu, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat ditekan semaksimal mungkin. Di sisi lain, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan hidup beruang madu, salah satu satwa dilindungi yang keberadaannya semakin terdesak akibat menyusutnya habitat alami. (why)

Tags: beruang madu