
PEKANBARU – Keberadaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Riau.
Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian utama perusahaan. Menurutnya, masyarakat Riau yang memiliki kompetensi dan kemampuan profesional layak mendapatkan prioritas untuk mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia di lingkungan operasional PHR.
“Harapan kita dengan adanya PHR ini, yang pertama adalah penyerapan tenaga kerja. Masyarakat tempatan di daerah-daerah Riau harus diperhatikan dan diprioritaskan untuk mendapatkan kesempatan kerja sesuai kemampuan dan profesionalitas yang mereka miliki,” ujar Achmad saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas operasi PHR di Minas, Kamis (18/6/2026).
Legislator asal Riau dan mantan Bupati Rokan Hulu itu menilai peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal akan memberikan efek berganda bagi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, kebijakan tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran.

Tak hanya soal tenaga kerja, Achmad juga meminta PHR memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Ia menilai kontribusi perusahaan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, program CSR yang selama ini berjalan perlu diperkuat dan diperluas, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, kepemudaan hingga olahraga.
“Ke depan kami berharap program CSR PHR bisa lebih masif lagi untuk kepentingan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, olahraga, dan berbagai bidang lainnya,” katanya.
Achmad juga menyoroti pentingnya membangun sinergi yang lebih erat antara PHR dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Kolaborasi tersebut dinilai dapat melahirkan berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah.
“Harapan kita terjadi sinergi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dengan PHR sehingga ada hal-hal strategis yang bisa dikerjakan bersama untuk membuat Riau lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tegasnya.
Sebagai perusahaan migas yang mengelola salah satu wilayah kerja terbesar di Indonesia, PHR dinilai memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, kehadirannya diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, program sosial yang berkelanjutan, dan kemitraan pembangunan yang kuat dengan pemerintah daerah. (**)
Sumber: Parlementaria





PEKANBARU – Keberadaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Riau.
Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian utama perusahaan. Menurutnya, masyarakat Riau yang memiliki kompetensi dan kemampuan profesional layak mendapatkan prioritas untuk mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia di lingkungan operasional PHR.
“Harapan kita dengan adanya PHR ini, yang pertama adalah penyerapan tenaga kerja. Masyarakat tempatan di daerah-daerah Riau harus diperhatikan dan diprioritaskan untuk mendapatkan kesempatan kerja sesuai kemampuan dan profesionalitas yang mereka miliki,” ujar Achmad saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke fasilitas operasi PHR di Minas, Kamis (18/6/2026).
Legislator asal Riau dan mantan Bupati Rokan Hulu itu menilai peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal akan memberikan efek berganda bagi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, kebijakan tersebut juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran.
Tak hanya soal tenaga kerja, Achmad juga meminta PHR memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Ia menilai kontribusi perusahaan sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, program CSR yang selama ini berjalan perlu diperkuat dan diperluas, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, kepemudaan hingga olahraga.
“Ke depan kami berharap program CSR PHR bisa lebih masif lagi untuk kepentingan masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kepemudaan, olahraga, dan berbagai bidang lainnya,” katanya.
Achmad juga menyoroti pentingnya membangun sinergi yang lebih erat antara PHR dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi. Kolaborasi tersebut dinilai dapat melahirkan berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah.
“Harapan kita terjadi sinergi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dengan PHR sehingga ada hal-hal strategis yang bisa dikerjakan bersama untuk membuat Riau lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tegasnya.
Sebagai perusahaan migas yang mengelola salah satu wilayah kerja terbesar di Indonesia, PHR dinilai memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, kehadirannya diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, program sosial yang berkelanjutan, dan kemitraan pembangunan yang kuat dengan pemerintah daerah. (**)
Sumber: Parlementaria