logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Pria Tewas Tergantung di Garuda Sakti Teridentifikasi, Polisi Temukan Banyak Kemasan Lem di TKP
Kapolsek Tapung, Kompol Bambang.
Pria Tewas Tergantung di Garuda Sakti Teridentifikasi, Polisi Temukan Banyak Kemasan Lem di TKP
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 26 Juni 2026 | 18:18:26

PEKANBARU – Warga di Jalan Garuda Sakti Kilometer 5,5, wilayah hukum Polsek Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung, Jumat (26/6/2026).

Kapolsek Tapung, Kompol Bambang, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB oleh seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Global Mas setelah mendapat informasi dari pengendara sepeda motor yang melihat sesuatu mencurigakan di area lahan tersebut.

"Satpam kemudian masuk ke dalam lokasi untuk memastikan. Dari kejauhan terlihat ada seseorang dalam posisi tergantung. Selanjutnya satpam menghubungi atasannya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," ujar Bambang.

iklan-view

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tapung bersama Tim Identifikasi Polres Kampar langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi awal menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS), korban diduga bernama Anggi Harahap, laki-laki berusia 38 tahun. Data kependudukan menunjukkan korban lahir di Pekanbaru pada 1 Januari 1988. Ayah korban bernama Enjaldasa Harahap, ibu bernama Onggaria Nainggolan, dan beragama Islam. Sementara itu, Kapolsek menyebut alamat yang tercantum pada identitas korban berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Identitas tersebut masih akan kami dalami dengan menelusuri keberadaan pihak keluarga serta memastikan apa yang sebenarnya terjadi," kata Bambang.

Di sekitar lokasi penemuan, polisi menemukan sejumlah kemasan lem. Bahkan, pada bagian hidung korban juga ditemukan bekas lem. Selanjutnya, jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Di sekitar korban terdapat banyak lem. Nantinya korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Bambang menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari tim medis.

"Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Nanti hasil visum luar dari rumah sakit akan memberikan gambaran yang lebih jelas," katanya.

Saat memeriksa barang pribadi korban, petugas hanya menemukan sebuah sisir di saku kiri celana. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban sekaligus berupaya menghubungi pihak keluarga. (ric)

Home / Hukum
Pria Tewas Tergantung di Garuda Sakti Teridentifikasi, Polisi Temukan Banyak Kemasan Lem di TKP
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Rico Syahputra
Rubrik: hukum | 26 Juni 2026 | 18:18:26
Pria Tewas Tergantung di Garuda Sakti Teridentifikasi, Polisi Temukan Banyak Kemasan Lem di TKP
Kapolsek Tapung, Kompol Bambang.

PEKANBARU – Warga di Jalan Garuda Sakti Kilometer 5,5, wilayah hukum Polsek Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung, Jumat (26/6/2026).

Kapolsek Tapung, Kompol Bambang, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB oleh seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Global Mas setelah mendapat informasi dari pengendara sepeda motor yang melihat sesuatu mencurigakan di area lahan tersebut.

"Satpam kemudian masuk ke dalam lokasi untuk memastikan. Dari kejauhan terlihat ada seseorang dalam posisi tergantung. Selanjutnya satpam menghubungi atasannya dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," ujar Bambang.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tapung bersama Tim Identifikasi Polres Kampar langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi awal menggunakan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS), korban diduga bernama Anggi Harahap, laki-laki berusia 38 tahun. Data kependudukan menunjukkan korban lahir di Pekanbaru pada 1 Januari 1988. Ayah korban bernama Enjaldasa Harahap, ibu bernama Onggaria Nainggolan, dan beragama Islam. Sementara itu, Kapolsek menyebut alamat yang tercantum pada identitas korban berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Identitas tersebut masih akan kami dalami dengan menelusuri keberadaan pihak keluarga serta memastikan apa yang sebenarnya terjadi," kata Bambang.

Di sekitar lokasi penemuan, polisi menemukan sejumlah kemasan lem. Bahkan, pada bagian hidung korban juga ditemukan bekas lem. Selanjutnya, jasad korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Di sekitar korban terdapat banyak lem. Nantinya korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Bambang menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari tim medis.

"Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Nanti hasil visum luar dari rumah sakit akan memberikan gambaran yang lebih jelas," katanya.

Saat memeriksa barang pribadi korban, petugas hanya menemukan sebuah sisir di saku kiri celana. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban sekaligus berupaya menghubungi pihak keluarga. (ric)