logo
Diduga Rusak Hutan Mangrove, Seorang Penghulu di Rohil Ditetapkan Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Anak Sesak Napas Terpapar Asap Karhutla, Puskesmas Sidomulyo Barat di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Karhutla Mulai Ganggu Kesehatan, 800 Warga Riau Terserang ISPA Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemkab Pelalawan Tingkatkan Status Penanganan Jadi Tanggap Darurat Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 230 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 447 Hotspot Masih Terdeteksi di Riau, Terbanyak di Pelalawan dan Inhil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pedagang Pasar Kodim Datangi PPID Pekanbaru, Tagih Dokumen Pengelola PT PMJ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Stafsus Menhut Mangkir, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dugaan Gratifikasi Kuans Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / NASIONAL
UPDATE: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Bantuan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
Tim SAR mengevakuasi korban gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026) kemarin. (Foto: Ist/ CNNIndonesia)
UPDATE: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Bantuan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Agustus 2026 | 18:08:12

JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, selain korban meninggal, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers petang ini seperti dikutip cnnindonesia.

iklan-view

BNPB menyebut data korban masih bersifat dinamis. Proses pendataan dan validasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah serta unsur terkait untuk memastikan jumlah korban dan dampak bencana di lapangan.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga. BNPB mencatat 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan.

Gempa berkekuatan M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT dan memicu penanganan darurat oleh pemerintah.

NTT Tetapkan Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan status tersebut ditetapkan untuk mempercepat penanganan dampak gempa, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, komunikasi, dan pengerahan seluruh sumber daya yang dibutuhkan.

"Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia," kata Melki di Kupang hari ini.

Seiring meningkatnya jumlah korban, pemerintah pusat juga mempercepat pengiriman bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.

Sebanyak 1.725 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat distribusi ke lokasi terdampak.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 paket dialokasikan untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/8), dua pesawat Hercules TNI AU juga membawa 3.200 paket sembako yang mendarat di Labuan Bajo. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.

Dengan demikian, total bantuan sembako yang telah dikirim pada tahap awal mencapai 4.925 paket dari total 50.000 paket yang disiapkan Presiden untuk penanganan gempa di NTT.

Kerahkan Bantuan ke Lokasi Terdampak

Pemerintah pusat juga mengerahkan sejumlah pejabat dan kementerian/lembaga ke NTT untuk mempercepat penanganan darurat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga bertolak menuju NTT atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

Rombongan antara lain terdiri dari Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.

Agus mengatakan pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera dipenuhi, mulai dari logistik, bahan bakar minyak, listrik, jaringan komunikasi hingga fasilitas dasar lainnya.

Kemensos juga telah mengerahkan bantuan kebencanaan dari sejumlah titik dengan total nilai sekitar Rp4,518 miliar, termasuk 48 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut meliputi tenda, velbed, kasur, selimut, pakaian, makanan siap saji, makanan anak, perlengkapan keluarga hingga dukungan dapur umum lapangan.

Penanganan dan pendataan korban masih terus dilakukan. BNPB menegaskan jumlah korban maupun kerusakan dapat berubah seiring proses asesmen dan validasi data di wilayah terdampak. (*)

Home / News
UPDATE: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Bantuan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Agustus 2026 | 18:08:12
UPDATE: Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Bantuan Dikerahkan ke Lokasi Terdampak
Tim SAR mengevakuasi korban gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026) kemarin. (Foto: Ist/ CNNIndonesia)

JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, selain korban meninggal, sebanyak 135 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Korban jiwa meninggal dunia per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers petang ini seperti dikutip cnnindonesia.

BNPB menyebut data korban masih bersifat dinamis. Proses pendataan dan validasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah serta unsur terkait untuk memastikan jumlah korban dan dampak bencana di lapangan.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga. BNPB mencatat 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan.

Gempa berkekuatan M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di NTT dan memicu penanganan darurat oleh pemerintah.

NTT Tetapkan Tanggap Darurat

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan status tersebut ditetapkan untuk mempercepat penanganan dampak gempa, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, komunikasi, dan pengerahan seluruh sumber daya yang dibutuhkan.

"Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia," kata Melki di Kupang hari ini.

Seiring meningkatnya jumlah korban, pemerintah pusat juga mempercepat pengiriman bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak.

Sebanyak 1.725 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat distribusi ke lokasi terdampak.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.000 paket dialokasikan untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.

Sebelumnya, pada Sabtu (15/8), dua pesawat Hercules TNI AU juga membawa 3.200 paket sembako yang mendarat di Labuan Bajo. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.

Dengan demikian, total bantuan sembako yang telah dikirim pada tahap awal mencapai 4.925 paket dari total 50.000 paket yang disiapkan Presiden untuk penanganan gempa di NTT.

Kerahkan Bantuan ke Lokasi Terdampak

Pemerintah pusat juga mengerahkan sejumlah pejabat dan kementerian/lembaga ke NTT untuk mempercepat penanganan darurat.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga bertolak menuju NTT atas perintah Presiden Prabowo Subianto.

Rombongan antara lain terdiri dari Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohamad Syafii, Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, serta Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus.

Agus mengatakan pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera dipenuhi, mulai dari logistik, bahan bakar minyak, listrik, jaringan komunikasi hingga fasilitas dasar lainnya.

Kemensos juga telah mengerahkan bantuan kebencanaan dari sejumlah titik dengan total nilai sekitar Rp4,518 miliar, termasuk 48 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut meliputi tenda, velbed, kasur, selimut, pakaian, makanan siap saji, makanan anak, perlengkapan keluarga hingga dukungan dapur umum lapangan.

Penanganan dan pendataan korban masih terus dilakukan. BNPB menegaskan jumlah korban maupun kerusakan dapat berubah seiring proses asesmen dan validasi data di wilayah terdampak. (*)