
PEKANBARU-Kinerja penerimaan daerah dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penerimaan dari sektor tersebut telah mencapai Rp23,72 miliar atau melampaui target yang ditetapkan untuk semester pertama tahun ini.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan penerimaan daerah dari sektor perpajakan kendaraan bermotor. Menurutnya, angka yang berhasil dibukukan saat ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, penerimaan BBNKB tahun ini tercatat meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan kendaraan bermotor.
“Kami sangat bersyukur karena realisasi yang dicapai hingga pertengahan tahun sudah melebihi target semester pertama. Selain itu, terjadi pertumbuhan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Denny, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, tingginya angka penerimaan BBNKB tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Kesadaran masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan maupun membayar kewajiban perpajakan secara tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Denny menjelaskan, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB masih menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, berbagai langkah terus dilakukan agar potensi penerimaan dari sektor tersebut dapat dimaksimalkan.
Salah satu upaya yang dijalankan adalah pelaksanaan razia gabungan bersama sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas, serta Bapenda Provinsi Riau guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan.
Tidak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, Bapenda Pekanbaru juga memperkuat strategi pendataan kendaraan bermotor. Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membantu memperluas serta memperbarui basis data wajib pajak.
Dengan capaian yang telah diraih hingga pertengahan tahun, Denny optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut. Ia berharap penerimaan dari sektor PKB dan BBNKB semakin meningkat hingga akhir 2026 sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pekanbaru.





PEKANBARU-Kinerja penerimaan daerah dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kota Pekanbaru menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penerimaan dari sektor tersebut telah mencapai Rp23,72 miliar atau melampaui target yang ditetapkan untuk semester pertama tahun ini.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan penerimaan daerah dari sektor perpajakan kendaraan bermotor. Menurutnya, angka yang berhasil dibukukan saat ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, penerimaan BBNKB tahun ini tercatat meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban administrasi dan perpajakan kendaraan bermotor.
“Kami sangat bersyukur karena realisasi yang dicapai hingga pertengahan tahun sudah melebihi target semester pertama. Selain itu, terjadi pertumbuhan sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Denny, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, tingginya angka penerimaan BBNKB tidak terlepas dari meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Kesadaran masyarakat untuk melakukan balik nama kendaraan maupun membayar kewajiban perpajakan secara tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Denny menjelaskan, sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB masih menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, berbagai langkah terus dilakukan agar potensi penerimaan dari sektor tersebut dapat dimaksimalkan.
Salah satu upaya yang dijalankan adalah pelaksanaan razia gabungan bersama sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan, Satuan Lalu Lintas, serta Bapenda Provinsi Riau guna meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan.
Tidak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, Bapenda Pekanbaru juga memperkuat strategi pendataan kendaraan bermotor. Dalam pelaksanaannya, pemerintah turut menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk membantu memperluas serta memperbarui basis data wajib pajak.
Dengan capaian yang telah diraih hingga pertengahan tahun, Denny optimistis tren positif ini dapat terus berlanjut. Ia berharap penerimaan dari sektor PKB dan BBNKB semakin meningkat hingga akhir 2026 sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pekanbaru.