logo
Menag Hadiri MTQ Riau ke-44 di Kuansing, Pawai Ta'aruf Meriah, Diwarnai Insiden Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perang AS-Iran Pecah Lagi, Kedua Negara Saling Serang usai Gencatan Senjata Runt Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Wakil Asia Terbelah, Mesir Lolos, Spanyol dan Prancis Perkasa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tanggapi Harapan DPRD Riau, Fazar Muhardi: Kita Sedang Jalankan Program Kerja 10 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Update Harga Emas Antam Sabtu 27 Juni 2026: Naik Rp5.000, Buyback Tembus Rp2,378 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau 17 Hotspot di Riau, Rohil dan Inhu Jadi Wilayah Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Efisiensi Anggaran MBG Jadi Sentimen Positif, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Kebut Penerbitan IPR, 34 Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing Segera Dil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / DUMAI
Cekcok di Warung Tuak Berujung Maut, Amin Rais Ditangkap Setelah 40 Hari Buron
Kapolsek Sungai Sembilan IPTU Apriadi saat konprensi pers kasus pembunuhan di warung tuak, di Dumai. (Foto: Rico)
Cekcok di Warung Tuak Berujung Maut, Amin Rais Ditangkap Setelah 40 Hari Buron
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
22 Juni 2026 | 19:30:53

DUMAI – Pelarian AR alias Amin Rais akhirnya berakhir. Setelah lebih dari satu bulan masuk daftar buronan, pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Suyetno (41) di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Tersangka diringkus tim gabungan Polsek Sungai Sembilan, Resmob Polres Dumai, dan Polres Rokan Hilir saat bersembunyi di sebuah rumah di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin (15/6/2026) dini hari.

Kapolsek Sungai Sembilan IPTU Apriadi mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif sejak peristiwa penusukan yang terjadi pada 5 Mei 2026.

"Begitu mendapat informasi keberadaan tersangka, tim langsung bergerak melakukan penggerebekan. Pelaku ditemukan bersembunyi di dalam kamar dan berhasil diamankan tanpa perlawanan. Ia juga mengakui perbuatannya," ujar Apriadi saat konferensi pers, Senin (22/6/2026).

iklan-view

Kasus berdarah itu bermula dari perselisihan di sebuah warung tuak di Jalan Thomas, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tersulut emosi setelah korban diduga menyenggol meja tempatnya duduk hingga minuman tuaknya tumpah.

Ketegangan memuncak ketika korban meminta pelaku mengganti minuman tersebut dan sempat menampar bagian kepala pelaku. Tak terima diperlakukan demikian, AR diduga mengambil sebilah pisau dan menyerang korban dengan beberapa tusukan.

"Motif sementara karena tersangka merasa tersinggung dan sakit hati. Perselisihan yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik justru berujung pada tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Apriadi.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk serius dan sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Naray pada 6 Mei 2026. Hasil visum menunjukkan adanya luka terbuka di bagian bawah dada kiri, lengan bawah kiri, dan perut kiri yang diduga akibat benda tajam.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang berlumuran darah serta sepeda motor yang digunakan tersangka.

Atas perbuatannya, AR dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan dan/atau Pasal 469 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

"Saat ini tersangka telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas," tegas Apriadi. (ric)

Home / Hukum
Cekcok di Warung Tuak Berujung Maut, Amin Rais Ditangkap Setelah 40 Hari Buron
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: hukum | 22 Juni 2026 | 19:30:53
Cekcok di Warung Tuak Berujung Maut, Amin Rais Ditangkap Setelah 40 Hari Buron
Kapolsek Sungai Sembilan IPTU Apriadi saat konprensi pers kasus pembunuhan di warung tuak, di Dumai. (Foto: Rico)

DUMAI – Pelarian AR alias Amin Rais akhirnya berakhir. Setelah lebih dari satu bulan masuk daftar buronan, pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Suyetno (41) di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Tersangka diringkus tim gabungan Polsek Sungai Sembilan, Resmob Polres Dumai, dan Polres Rokan Hilir saat bersembunyi di sebuah rumah di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin (15/6/2026) dini hari.

Kapolsek Sungai Sembilan IPTU Apriadi mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyelidikan intensif sejak peristiwa penusukan yang terjadi pada 5 Mei 2026.

"Begitu mendapat informasi keberadaan tersangka, tim langsung bergerak melakukan penggerebekan. Pelaku ditemukan bersembunyi di dalam kamar dan berhasil diamankan tanpa perlawanan. Ia juga mengakui perbuatannya," ujar Apriadi saat konferensi pers, Senin (22/6/2026).

Kasus berdarah itu bermula dari perselisihan di sebuah warung tuak di Jalan Thomas, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tersulut emosi setelah korban diduga menyenggol meja tempatnya duduk hingga minuman tuaknya tumpah.

Ketegangan memuncak ketika korban meminta pelaku mengganti minuman tersebut dan sempat menampar bagian kepala pelaku. Tak terima diperlakukan demikian, AR diduga mengambil sebilah pisau dan menyerang korban dengan beberapa tusukan.

"Motif sementara karena tersangka merasa tersinggung dan sakit hati. Perselisihan yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik-baik justru berujung pada tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Apriadi.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk serius dan sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Naray pada 6 Mei 2026. Hasil visum menunjukkan adanya luka terbuka di bagian bawah dada kiri, lengan bawah kiri, dan perut kiri yang diduga akibat benda tajam.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang berlumuran darah serta sepeda motor yang digunakan tersangka.

Atas perbuatannya, AR dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan dan/atau Pasal 469 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

"Saat ini tersangka telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas," tegas Apriadi. (ric)