logo
JMSI Riau Anugerahkan Amanah Leadership Award kepada Bupati Pelalawan Zukri Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Mutasi Polri: Kombes Pandra Tinggalkan Polda Riau, Kombes Akmadi Gantikan Posisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Psikologi Forensik: Atasan Tak Bisa Dipidana Hanya Karena Bawahan Berbuat K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ahli Forensik Ungkap Titik Lemah Dakwaan Abdul Wahid: Motif dan Niat Jahat Belum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejari Siak Tahan 3 Pejabat UKPBJ, Dugaan Pungli Fee Proyek 2025 Capai Rp421 Jut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keterangan Dua Ahli Dinilai Menguatkan Posisi Pembelaan Abdul Wahid di Sidang Ti Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PIALA DUNIA 2026: Qatar dan Haiti Pulang, Meksiko serta Brasil Melaju dengan Gay Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
BMKG memprediksi cuaca hari ini cerah berawan. (Foto: Istimewa)
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Editor: Yob Ayrus | Penulis: boy surya hamta
26 Juni 2026 | 08:14:04

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Riau akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada Jumat (26/6/2026). Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di beberapa kabupaten. Di sisi lain, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem maupun titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berkisar antara udara kabur hingga berawan.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir pada pagi hari," ujar Ranti, Jumat.

Memasuki siang hingga sore, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprediksi berubah menjadi cerah hingga cerah berawan. Namun demikian, masyarakat di beberapa daerah tetap diminta mewaspadai potensi hujan.

iklan-view

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Kampar, dan Indragiri Hulu.

Pada malam hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali didominasi langit cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah daerah, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

Sementara itu, memasuki dini hari, cuaca di Riau diperkirakan kembali didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG menyatakan hingga saat ini belum mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Provinsi Riau. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas atmosfer masih berada dalam kategori normal sehingga tidak terdapat indikasi potensi cuaca yang dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.

Untuk parameter meteorologi, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara berkisar antara 54 hingga 100 persen.

Adapun arah angin bertiup dari timur hingga barat daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masuk dalam kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran dan nelayan secara umum masih relatif aman. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan tetap diimbau memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer.

Dalam laporan yang sama, BMKG turut memantau perkembangan titik panas di Pulau Sumatera sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hasil pemantauan satelit menunjukkan terdapat 39 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Kepulauan Bangka Belitung dengan 20 titik. Selanjutnya Aceh dan Bengkulu masing-masing enam titik, Sumatera Selatan tiga titik, Lampung tiga titik, serta Jambi satu titik.

Sementara itu, Provinsi Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas.

"Untuk wilayah Riau tidak terpantau adanya titik panas atau nihil hotspot," kata Ranti.

Kondisi nihil hotspot menjadi indikator positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode musim kemarau. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu dan meningkatkan risiko munculnya kebakaran.

Informasi prakiraan cuaca dan pemantauan hotspot dari BMKG menjadi acuan penting bagi masyarakat, pelaku transportasi, nelayan, petani, hingga pemerintah daerah dalam merencanakan aktivitas harian sekaligus mengantisipasi potensi dampak cuaca.

Masyarakat juga disarankan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG apabila terdapat perubahan kondisi atmosfer maupun potensi hujan di wilayah masing-masing. (rac)

BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
Editor: Yob Ayrus | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: lingkungan | 26 Juni 2026 | 08:14:04
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
BMKG memprediksi cuaca hari ini cerah berawan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Riau akan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada Jumat (26/6/2026). Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di beberapa kabupaten. Di sisi lain, BMKG memastikan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem maupun titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berkisar antara udara kabur hingga berawan.

"Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir pada pagi hari," ujar Ranti, Jumat.

Memasuki siang hingga sore, cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprediksi berubah menjadi cerah hingga cerah berawan. Namun demikian, masyarakat di beberapa daerah tetap diminta mewaspadai potensi hujan.

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Kampar, dan Indragiri Hulu.

Pada malam hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali didominasi langit cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah daerah, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

Sementara itu, memasuki dini hari, cuaca di Riau diperkirakan kembali didominasi kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG menyatakan hingga saat ini belum mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Provinsi Riau. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas atmosfer masih berada dalam kategori normal sehingga tidak terdapat indikasi potensi cuaca yang dapat menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.

Untuk parameter meteorologi, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara berkisar antara 54 hingga 100 persen.

Adapun arah angin bertiup dari timur hingga barat daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi tersebut masuk dalam kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran dan nelayan secara umum masih relatif aman. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan tetap diimbau memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer.

Dalam laporan yang sama, BMKG turut memantau perkembangan titik panas di Pulau Sumatera sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hasil pemantauan satelit menunjukkan terdapat 39 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Kepulauan Bangka Belitung dengan 20 titik. Selanjutnya Aceh dan Bengkulu masing-masing enam titik, Sumatera Selatan tiga titik, Lampung tiga titik, serta Jambi satu titik.

Sementara itu, Provinsi Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas.

"Untuk wilayah Riau tidak terpantau adanya titik panas atau nihil hotspot," kata Ranti.

Kondisi nihil hotspot menjadi indikator positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode musim kemarau. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu dan meningkatkan risiko munculnya kebakaran.

Informasi prakiraan cuaca dan pemantauan hotspot dari BMKG menjadi acuan penting bagi masyarakat, pelaku transportasi, nelayan, petani, hingga pemerintah daerah dalam merencanakan aktivitas harian sekaligus mengantisipasi potensi dampak cuaca.

Masyarakat juga disarankan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG apabila terdapat perubahan kondisi atmosfer maupun potensi hujan di wilayah masing-masing. (rac)