
PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan penghargaan Nugraha Sakanti yang dianugerahkan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Polda Riau bukanlah milik institusi semata, apalagi kebanggaan pribadi. Penghargaan bergengsi tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Riau yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdian Polda Riau.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kirab dan upacara tanda kehormatan yang dipimpin langsung Kapolda di Mapolda Riau, Kamis (2/7/2026). Bagi Irjen Herry, kirab tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol mengembalikan kehormatan kepada pemilik sejatinya, yakni masyarakat Riau.
"Penghargaan yang diterima Polda Riau bukanlah untuk dirinya secara pribadi, melainkan dipersembahkan bagi seluruh keluarga besar Polda Riau, termasuk peran penting media dan masyarakat," kata Kapolda Riau.
Menurutnya, penghargaan itu lahir dari kerja kolektif seluruh personel, dukungan masyarakat, serta sinergi bersama media dalam mengawal penegakan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh personel dan juga rekan-rekan media yang selama ini turut berperan. Kita harus terus memperjuangkan keadilan, termasuk bagi alam dan lingkungan,” ujarnya.
Di hadapan jajaran Polda Riau, Irjen Herry juga mengingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi tantangan serius. Karena itu, ia menilai perubahan pola pikir masyarakat melalui edukasi harus terus digencarkan agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi budaya bersama.
“Kita harus terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga alam, tidak menebang pohon sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan yang paling penting menanam pohon sebagai sumber kehidupan,” jelasnya.
Kapolda juga menegaskan, keberhasilan Polda Riau tidak mungkin diraih tanpa kepercayaan publik. Bahkan, kritik yang diberikan masyarakat dinilai menjadi energi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Tanpa kepercayaan, dukungan, bahkan kritik dari masyarakat, kami tidak ada apa-apanya. Kolaborasi yang terbangun, termasuk bersama media, sangat berarti bagi kami,” katanya.
Prosesi berjalan kaki membawa petaka dalam kirab tersebut, lanjut Kapolda, menjadi simbol tekad Polda Riau untuk tetap membumi, hadir di tengah masyarakat, serta konsisten memberikan pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.
“Langkah ini adalah awal untuk memperkuat pelayanan, menegakkan hukum secara adil, serta menjaga setiap jengkal tanah Melayu agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Polda Riau terus mampu menjaga kehormatan institusi, melindungi tuah dan marwah Bumi Lancang Kuning, sekaligus menjaga keseimbangan alam beserta seluruh satwa yang hidup di dalamnya.
“Kami memohon doa dari masyarakat Riau agar kami mampu menjaga alam, termasuk pohon, gajah, dan harimau, sebagai bagian dari kehidupan yang harus dilindungi bersama,” tutupnya. (ric)






PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan penghargaan Nugraha Sakanti yang dianugerahkan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Polda Riau bukanlah milik institusi semata, apalagi kebanggaan pribadi. Penghargaan bergengsi tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Riau yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdian Polda Riau.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kirab dan upacara tanda kehormatan yang dipimpin langsung Kapolda di Mapolda Riau, Kamis (2/7/2026). Bagi Irjen Herry, kirab tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol mengembalikan kehormatan kepada pemilik sejatinya, yakni masyarakat Riau.
"Penghargaan yang diterima Polda Riau bukanlah untuk dirinya secara pribadi, melainkan dipersembahkan bagi seluruh keluarga besar Polda Riau, termasuk peran penting media dan masyarakat," kata Kapolda Riau.
Menurutnya, penghargaan itu lahir dari kerja kolektif seluruh personel, dukungan masyarakat, serta sinergi bersama media dalam mengawal penegakan hukum dan menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh personel dan juga rekan-rekan media yang selama ini turut berperan. Kita harus terus memperjuangkan keadilan, termasuk bagi alam dan lingkungan,” ujarnya.
Di hadapan jajaran Polda Riau, Irjen Herry juga mengingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi tantangan serius. Karena itu, ia menilai perubahan pola pikir masyarakat melalui edukasi harus terus digencarkan agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi budaya bersama.
“Kita harus terus mengedukasi masyarakat untuk menjaga alam, tidak menebang pohon sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan yang paling penting menanam pohon sebagai sumber kehidupan,” jelasnya.
Kapolda juga menegaskan, keberhasilan Polda Riau tidak mungkin diraih tanpa kepercayaan publik. Bahkan, kritik yang diberikan masyarakat dinilai menjadi energi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
“Tanpa kepercayaan, dukungan, bahkan kritik dari masyarakat, kami tidak ada apa-apanya. Kolaborasi yang terbangun, termasuk bersama media, sangat berarti bagi kami,” katanya.
Prosesi berjalan kaki membawa petaka dalam kirab tersebut, lanjut Kapolda, menjadi simbol tekad Polda Riau untuk tetap membumi, hadir di tengah masyarakat, serta konsisten memberikan pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.
“Langkah ini adalah awal untuk memperkuat pelayanan, menegakkan hukum secara adil, serta menjaga setiap jengkal tanah Melayu agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Polda Riau terus mampu menjaga kehormatan institusi, melindungi tuah dan marwah Bumi Lancang Kuning, sekaligus menjaga keseimbangan alam beserta seluruh satwa yang hidup di dalamnya.
“Kami memohon doa dari masyarakat Riau agar kami mampu menjaga alam, termasuk pohon, gajah, dan harimau, sebagai bagian dari kehidupan yang harus dilindungi bersama,” tutupnya. (ric)