logo
Rupiah Pagi Ini Melorot ke Rp18.000 per dollar Amerika Serikat, Dampak Gubernur Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Besok Pembacaan Duplik, Kasus Dugaan Korupsi Abdul Wahid Masuki Babak Akhir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Tangkap Pengedar Narkoba di Sukajadi, Sita 24, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Pantau Tiga Hotspot di Riau, Hujan Ringan Masih Guyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Destry Damayanti Pim Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Dumai
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Buka Akses Warga Riau
Kapolri menandatangani prasasti peresmian jembatan presisi. (Foto: Istimewa)
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Buka Akses Warga Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: ujang vandora
8 Juli 2026 | 13:04:16

DUMAI-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau, Selasa (7/7/2026). Dengan tambahan tersebut, jumlah Jembatan Merah Putih Presisi yang telah dibangun Polda Riau kini mencapai 110 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, dengan tujuan memperkuat konektivitas, memperlancar akses pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peresmian dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, dan menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Kapolri dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kehadiran puluhan jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur itu tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga mempercepat mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Setibanya di lokasi, Kapolri bersama rombongan disambut dengan prosesi pemasangan tanjak sebagai penghormatan adat Melayu Riau. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, tari persembahan, pembacaan doa, serta pemutaran video yang menampilkan proses pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai daerah di Provinsi Riau.

iklan-view

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi upaya memperkuat keterhubungan sosial dan membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

Menurutnya, berbagai kajian menunjukkan kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi kualitas konektivitas, tingkat kepercayaan sosial, serta kemampuan masyarakat membangun kolaborasi.

"Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Herry.

Ia menilai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan Kapolri memberikan perspektif baru terhadap peran Polri. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga keamanan, Polri juga diharapkan mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang memberikan manfaat langsung.

Herry menyampaikan pembangunan 80 jembatan tersebut dipersembahkan sebagai kado Hari Bhayangkara ke-80 bagi masyarakat Riau. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, unsur TNI, dunia usaha, relawan, dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan pembangunan tersebut.

"Semoga seluruh kebaikan yang telah kita lakukan bersama menjadi manfaat yang terus dirasakan masyarakat hari ini dan menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang," katanya.

Usai sambutan, Kapolri melakukan dialog interaktif dengan masyarakat penerima manfaat. Dialog berlangsung secara virtual dengan warga Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan, serta secara langsung dengan masyarakat Kota Dumai.

Dalam kesempatan itu, Kapolri mendengarkan berbagai testimoni warga mengenai perubahan yang dirasakan setelah jembatan dibangun. Masyarakat menyampaikan akses transportasi menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi lebih lancar, serta perjalanan menuju sekolah maupun fasilitas kesehatan menjadi lebih singkat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Kapolri juga meninjau langsung jembatan yang menjadi lokasi peresmian serta menyerahkan tali asih dan paket sembako kepada perwakilan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Riau yang telah merealisasikan pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Provinsi Riau.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras melaksanakan arahan dan tugas dari Bapak Presiden. Hari ini kita meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Dengan tambahan ini, total jembatan yang telah dibangun Polda Riau mencapai 110 unit," ujar Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa jembatan yang dibangun bukan sekadar sarana penghubung antardaerah, melainkan menjadi akses yang membuka peluang masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut akan mempermudah anak-anak menuju sekolah, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

"Kita ingin memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah yang selama ini aksesnya terbatas, memperoleh manfaat nyata dari pembangunan ini. Dengan konektivitas yang semakin baik, anak-anak lebih mudah bersekolah, masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi dapat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat," katanya.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat kolaborasi yang menjadi dasar lahirnya Program Jembatan Merah Putih Presisi. Menurutnya, gotong royong merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Jembatan yang diresmikan di Dumai menghubungkan Jalan Perintis RT 02 Kelurahan Bumi Ayu dengan Jalan Bukit Datuk Lama RT 03 Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu inovasi Polda Riau yang dibangun melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 110 jembatan telah berdiri di berbagai pelosok Riau sebagai infrastruktur yang diharapkan mendukung akses layanan publik, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Home / News
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Buka Akses Warga Riau
Editor: Yob Ayrus | Penulis: ujang vandora
Rubrik: news | 8 Juli 2026 | 13:04:16
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Buka Akses Warga Riau
Kapolri menandatangani prasasti peresmian jembatan presisi. (Foto: Istimewa)

DUMAI-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau, Selasa (7/7/2026). Dengan tambahan tersebut, jumlah Jembatan Merah Putih Presisi yang telah dibangun Polda Riau kini mencapai 110 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, dengan tujuan memperkuat konektivitas, memperlancar akses pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peresmian dipusatkan di Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, dan menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Kapolri dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kehadiran puluhan jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur itu tidak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga mempercepat mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Setibanya di lokasi, Kapolri bersama rombongan disambut dengan prosesi pemasangan tanjak sebagai penghormatan adat Melayu Riau. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, tari persembahan, pembacaan doa, serta pemutaran video yang menampilkan proses pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai daerah di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan pembangunan 80 Jembatan Merah Putih Presisi bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi upaya memperkuat keterhubungan sosial dan membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

Menurutnya, berbagai kajian menunjukkan kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi kualitas konektivitas, tingkat kepercayaan sosial, serta kemampuan masyarakat membangun kolaborasi.

"Karena itu, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Herry.

Ia menilai arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan Kapolri memberikan perspektif baru terhadap peran Polri. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga keamanan, Polri juga diharapkan mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang memberikan manfaat langsung.

Herry menyampaikan pembangunan 80 jembatan tersebut dipersembahkan sebagai kado Hari Bhayangkara ke-80 bagi masyarakat Riau. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, unsur TNI, dunia usaha, relawan, dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan pembangunan tersebut.

"Semoga seluruh kebaikan yang telah kita lakukan bersama menjadi manfaat yang terus dirasakan masyarakat hari ini dan menjadi warisan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang," katanya.

Usai sambutan, Kapolri melakukan dialog interaktif dengan masyarakat penerima manfaat. Dialog berlangsung secara virtual dengan warga Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan, serta secara langsung dengan masyarakat Kota Dumai.

Dalam kesempatan itu, Kapolri mendengarkan berbagai testimoni warga mengenai perubahan yang dirasakan setelah jembatan dibangun. Masyarakat menyampaikan akses transportasi menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi lebih lancar, serta perjalanan menuju sekolah maupun fasilitas kesehatan menjadi lebih singkat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Kapolri juga meninjau langsung jembatan yang menjadi lokasi peresmian serta menyerahkan tali asih dan paket sembako kepada perwakilan masyarakat.

Menutup rangkaian kegiatan, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Riau yang telah merealisasikan pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Provinsi Riau.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras melaksanakan arahan dan tugas dari Bapak Presiden. Hari ini kita meresmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II. Dengan tambahan ini, total jembatan yang telah dibangun Polda Riau mencapai 110 unit," ujar Listyo Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa jembatan yang dibangun bukan sekadar sarana penghubung antardaerah, melainkan menjadi akses yang membuka peluang masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut akan mempermudah anak-anak menuju sekolah, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

"Kita ingin memastikan masyarakat, khususnya di desa-desa dan wilayah yang selama ini aksesnya terbatas, memperoleh manfaat nyata dari pembangunan ini. Dengan konektivitas yang semakin baik, anak-anak lebih mudah bersekolah, masyarakat lebih mudah mengakses pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi dapat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat," katanya.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat kolaborasi yang menjadi dasar lahirnya Program Jembatan Merah Putih Presisi. Menurutnya, gotong royong merupakan modal penting untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Jembatan yang diresmikan di Dumai menghubungkan Jalan Perintis RT 02 Kelurahan Bumi Ayu dengan Jalan Bukit Datuk Lama RT 03 Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu inovasi Polda Riau yang dibangun melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 110 jembatan telah berdiri di berbagai pelosok Riau sebagai infrastruktur yang diharapkan mendukung akses layanan publik, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)