logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / INHIL
Buaya yang Resahkan Tembilahan Belum Tertangkap, Satpolairud Inhil Keluarkan Himbauan Kewaspadaan
Pamflet himbauan kewaspadaan dari Satpolairud Polres Inhil terpasang di beberapa lokasi di sepanjang Sungai Indragiri di Tembilahan. (Foto: Ade)
Buaya yang Resahkan Tembilahan Belum Tertangkap, Satpolairud Inhil Keluarkan Himbauan Kewaspadaan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ade prasetia
Rubrik: lingkungan | 11 Juli 2026 | 13:55:16

TEMBILAHAN - Kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar tiga hingga empat meter yang beberapa kali terlihat di Sungai Indragiri membuat warga di kawasan Parit 19 dan Parit 21, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diminta meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama karena predator tersebut masih belum berhasil ditemukan maupun dievakuasi.

Buaya itu dilaporkan beberapa kali muncul sejak Kamis (10/7/2026), berenang dari arah hulu ke hilir tepat di depan Markas Komando Satpolairud Polres Inhil. Lokasi kemunculannya berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari nelayan, pemancing hingga masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai.

iklan-view

Keberadaan satwa liar tersebut semakin mengkhawatirkan setelah terlihat memakan kantong plastik yang diduga berisi usus atau sisa bangkai ayam yang hanyut di sungai. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa limbah organik yang dibuang ke sungai dapat menarik predator mendekati kawasan permukiman.

Merespons situasi itu, Satpolairud Polres Inhil bersama DPKP Kabupaten Inhil langsung melakukan penyisiran menggunakan kapal patroli. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan semak belukar hingga dermaga yang berada di sekitar permukiman warga. Namun hingga penyisiran berakhir, buaya tersebut belum berhasil ditemukan karena diduga kembali menyelam.

"Kami langsung melakukan mitigasi dan penyisiran bersama DPKP untuk melacak keberadaan buaya tersebut. Karena belum berhasil dievakuasi, langkah-langkah preventif terus kami lakukan demi mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar," ujar Kanit Patroli Satpolairud Polres Inhil, IPDA Fadhil Ananta Raisan, Sabtu (11/7/2026).

Selama predator itu masih berkeliaran, masyarakat diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di tepian Sungai Indragiri, terutama pada waktu subuh, pagi, sore hingga malam hari yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.

Satpolairud juga memasang papan himbauan di pinggir sungai, di antaranya mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi sungai. Nelayan tradisional, pemancing, maupun warga yang biasa mandi atau berenang di sungai diminta menunda aktivitas tersebut hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang sampah rumah tangga maupun bangkai hewan ke sungai. Limbah organik seperti sisa usus ayam dan potongan daging dapat mengundang buaya mendekati kawasan permukiman sehingga meningkatkan potensi terjadinya serangan terhadap manusia.

Petugas juga meminta warga segera melapor apabila kembali melihat kemunculan buaya agar proses pemantauan dan evakuasi dapat segera dilakukan. Hingga saat ini, pengawasan di sepanjang bantaran Sungai Indragiri terus diperketat sebagai upaya mencegah jatuhnya korban. (ade)

Buaya yang Resahkan Tembilahan Belum Tertangkap, Satpolairud Inhil Keluarkan Himbauan Kewaspadaan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: ade prasetia
Rubrik: lingkungan | 11 Juli 2026 | 13:55:16
Buaya yang Resahkan Tembilahan Belum Tertangkap, Satpolairud Inhil Keluarkan Himbauan Kewaspadaan
Pamflet himbauan kewaspadaan dari Satpolairud Polres Inhil terpasang di beberapa lokasi di sepanjang Sungai Indragiri di Tembilahan. (Foto: Ade)

TEMBILAHAN - Kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar tiga hingga empat meter yang beberapa kali terlihat di Sungai Indragiri membuat warga di kawasan Parit 19 dan Parit 21, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diminta meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama karena predator tersebut masih belum berhasil ditemukan maupun dievakuasi.

Buaya itu dilaporkan beberapa kali muncul sejak Kamis (10/7/2026), berenang dari arah hulu ke hilir tepat di depan Markas Komando Satpolairud Polres Inhil. Lokasi kemunculannya berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari nelayan, pemancing hingga masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai.

Keberadaan satwa liar tersebut semakin mengkhawatirkan setelah terlihat memakan kantong plastik yang diduga berisi usus atau sisa bangkai ayam yang hanyut di sungai. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa limbah organik yang dibuang ke sungai dapat menarik predator mendekati kawasan permukiman.

Merespons situasi itu, Satpolairud Polres Inhil bersama DPKP Kabupaten Inhil langsung melakukan penyisiran menggunakan kapal patroli. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan semak belukar hingga dermaga yang berada di sekitar permukiman warga. Namun hingga penyisiran berakhir, buaya tersebut belum berhasil ditemukan karena diduga kembali menyelam.

"Kami langsung melakukan mitigasi dan penyisiran bersama DPKP untuk melacak keberadaan buaya tersebut. Karena belum berhasil dievakuasi, langkah-langkah preventif terus kami lakukan demi mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar," ujar Kanit Patroli Satpolairud Polres Inhil, IPDA Fadhil Ananta Raisan, Sabtu (11/7/2026).

Selama predator itu masih berkeliaran, masyarakat diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di tepian Sungai Indragiri, terutama pada waktu subuh, pagi, sore hingga malam hari yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.

Satpolairud juga memasang papan himbauan di pinggir sungai, di antaranya mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi sungai. Nelayan tradisional, pemancing, maupun warga yang biasa mandi atau berenang di sungai diminta menunda aktivitas tersebut hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang sampah rumah tangga maupun bangkai hewan ke sungai. Limbah organik seperti sisa usus ayam dan potongan daging dapat mengundang buaya mendekati kawasan permukiman sehingga meningkatkan potensi terjadinya serangan terhadap manusia.

Petugas juga meminta warga segera melapor apabila kembali melihat kemunculan buaya agar proses pemantauan dan evakuasi dapat segera dilakukan. Hingga saat ini, pengawasan di sepanjang bantaran Sungai Indragiri terus diperketat sebagai upaya mencegah jatuhnya korban. (ade)