
TEMBILAHAN - Kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar tiga hingga empat meter yang beberapa kali terlihat di Sungai Indragiri membuat warga di kawasan Parit 19 dan Parit 21, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diminta meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama karena predator tersebut masih belum berhasil ditemukan maupun dievakuasi.
Buaya itu dilaporkan beberapa kali muncul sejak Kamis (10/7/2026), berenang dari arah hulu ke hilir tepat di depan Markas Komando Satpolairud Polres Inhil. Lokasi kemunculannya berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari nelayan, pemancing hingga masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai.

Keberadaan satwa liar tersebut semakin mengkhawatirkan setelah terlihat memakan kantong plastik yang diduga berisi usus atau sisa bangkai ayam yang hanyut di sungai. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa limbah organik yang dibuang ke sungai dapat menarik predator mendekati kawasan permukiman.

Merespons situasi itu, Satpolairud Polres Inhil bersama DPKP Kabupaten Inhil langsung melakukan penyisiran menggunakan kapal patroli. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan semak belukar hingga dermaga yang berada di sekitar permukiman warga. Namun hingga penyisiran berakhir, buaya tersebut belum berhasil ditemukan karena diduga kembali menyelam.
"Kami langsung melakukan mitigasi dan penyisiran bersama DPKP untuk melacak keberadaan buaya tersebut. Karena belum berhasil dievakuasi, langkah-langkah preventif terus kami lakukan demi mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar," ujar Kanit Patroli Satpolairud Polres Inhil, IPDA Fadhil Ananta Raisan, Sabtu (11/7/2026).

Selama predator itu masih berkeliaran, masyarakat diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di tepian Sungai Indragiri, terutama pada waktu subuh, pagi, sore hingga malam hari yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Satpolairud juga memasang papan himbauan di pinggir sungai, di antaranya mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi sungai. Nelayan tradisional, pemancing, maupun warga yang biasa mandi atau berenang di sungai diminta menunda aktivitas tersebut hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang sampah rumah tangga maupun bangkai hewan ke sungai. Limbah organik seperti sisa usus ayam dan potongan daging dapat mengundang buaya mendekati kawasan permukiman sehingga meningkatkan potensi terjadinya serangan terhadap manusia.
Petugas juga meminta warga segera melapor apabila kembali melihat kemunculan buaya agar proses pemantauan dan evakuasi dapat segera dilakukan. Hingga saat ini, pengawasan di sepanjang bantaran Sungai Indragiri terus diperketat sebagai upaya mencegah jatuhnya korban. (ade)






TEMBILAHAN - Kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar tiga hingga empat meter yang beberapa kali terlihat di Sungai Indragiri membuat warga di kawasan Parit 19 dan Parit 21, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diminta meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan masyarakat kini menjadi prioritas utama karena predator tersebut masih belum berhasil ditemukan maupun dievakuasi.
Buaya itu dilaporkan beberapa kali muncul sejak Kamis (10/7/2026), berenang dari arah hulu ke hilir tepat di depan Markas Komando Satpolairud Polres Inhil. Lokasi kemunculannya berada di kawasan yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari nelayan, pemancing hingga masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai.

Keberadaan satwa liar tersebut semakin mengkhawatirkan setelah terlihat memakan kantong plastik yang diduga berisi usus atau sisa bangkai ayam yang hanyut di sungai. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa limbah organik yang dibuang ke sungai dapat menarik predator mendekati kawasan permukiman.
Merespons situasi itu, Satpolairud Polres Inhil bersama DPKP Kabupaten Inhil langsung melakukan penyisiran menggunakan kapal patroli. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan semak belukar hingga dermaga yang berada di sekitar permukiman warga. Namun hingga penyisiran berakhir, buaya tersebut belum berhasil ditemukan karena diduga kembali menyelam.
"Kami langsung melakukan mitigasi dan penyisiran bersama DPKP untuk melacak keberadaan buaya tersebut. Karena belum berhasil dievakuasi, langkah-langkah preventif terus kami lakukan demi mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar," ujar Kanit Patroli Satpolairud Polres Inhil, IPDA Fadhil Ananta Raisan, Sabtu (11/7/2026).

Selama predator itu masih berkeliaran, masyarakat diminta mengurangi bahkan menghentikan sementara aktivitas di tepian Sungai Indragiri, terutama pada waktu subuh, pagi, sore hingga malam hari yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Satpolairud juga memasang papan himbauan di pinggir sungai, di antaranya mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di tepi sungai. Nelayan tradisional, pemancing, maupun warga yang biasa mandi atau berenang di sungai diminta menunda aktivitas tersebut hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang sampah rumah tangga maupun bangkai hewan ke sungai. Limbah organik seperti sisa usus ayam dan potongan daging dapat mengundang buaya mendekati kawasan permukiman sehingga meningkatkan potensi terjadinya serangan terhadap manusia.
Petugas juga meminta warga segera melapor apabila kembali melihat kemunculan buaya agar proses pemantauan dan evakuasi dapat segera dilakukan. Hingga saat ini, pengawasan di sepanjang bantaran Sungai Indragiri terus diperketat sebagai upaya mencegah jatuhnya korban. (ade)