logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Harga Sawit Riau Naik Lagi, TBS Petani Tembus Rp3.832,75 per Kg
Harga sawit Riau kembali naik. (Foto: Antara)
Harga Sawit Riau Naik Lagi, TBS Petani Tembus Rp3.832,75 per Kg
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 14 Juli 2026 | 15:38:10

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau menetapkan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya untuk periode 15–21 Juli 2026, seiring menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar.

Kenaikan tersebut mendorong harga TBS pada kelompok tanaman menghasilkan usia 9 tahun menjadi Rp3.832,75 per kilogram, atau naik Rp36,70 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Persentase kenaikannya mencapai 0,97 persen, menjadi yang tertinggi pada periode penetapan kali ini.

Bagi petani sawit, kenaikan tersebut bukan sekadar angka. Harga TBS yang terus membaik membuka peluang meningkatnya pendapatan rumah tangga, memperkuat daya beli masyarakat pedesaan, sekaligus menjaga perputaran ekonomi di sentra-sentra perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Riau.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja, mengatakan penguatan harga TBS kali ini dipengaruhi langsung oleh kenaikan harga jual CPO maupun kernel selama sepekan terakhir.

"Harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.832,75 per kilogram dengan harga cangkang sebesar Rp23,11 per kilogram," ujar Defris, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, pada periode penetapan kali ini digunakan indeks K sebesar 92,45 persen. Sementara itu, harga penjualan CPO mengalami kenaikan Rp160,19 per kilogram, sedangkan harga kernel bertambah Rp96,00 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mengerek harga TBS di tingkat petani.

Selain dipengaruhi tren harga komoditas global, mekanisme penetapan harga juga mengikuti ketentuan terbaru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.

Defris menjelaskan, pada periode ini terdapat beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Dalam kondisi tersebut, tim penetapan harga menggunakan mekanisme rata-rata sesuai regulasi agar harga tetap dapat ditetapkan secara objektif dan transparan.

"Berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, apabila terdapat PKS yang tidak melakukan penjualan maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim. Jika terkena validasi dua, maka digunakan harga rata-rata KPBN," jelasnya.

Berdasarkan acuan tersebut, harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat sebesar Rp15.600 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN mencapai Rp13.765 per kilogram.

Berikut daftar harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 15–21 Juli 2026 berdasarkan umur tanaman:

  • Umur 3 tahun: Rp2.966,50/kg
  • Umur 4 tahun: Rp3.309,23/kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.552,03/kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.689,13/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.772,31/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.818,05/kg
  • Umur 9 tahun: Rp3.832,75/kg
  • Umur 10–20 tahun: Rp3.792,70/kg
  • Umur 21 tahun: Rp3.728,69/kg
  • Umur 22 tahun: Rp3.654,99/kg
  • Umur 23 tahun: Rp3.571,19/kg
  • Umur 24 tahun: Rp3.507,73/kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.455,66/kg
  • Umur 26 tahun: Rp3.436,91/kg
  • Umur 27 tahun: Rp3.407,93/kg
  • Umur 28 tahun: Rp3.352,98/kg
  • Umur 29 tahun: Rp3.312,59/kg
  • Umur 30 tahun: Rp3.220,28/kg

Dengan tren kenaikan harga CPO dan kernel yang masih berlanjut, pelaku perkebunan berharap penguatan harga TBS dapat terus bertahan dalam beberapa pekan ke depan. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Riau. (rac)

Home / Ekonomi
Harga Sawit Riau Naik Lagi, TBS Petani Tembus Rp3.832,75 per Kg
Editor: Yob Ayrus | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 14 Juli 2026 | 15:38:10
Harga Sawit Riau Naik Lagi, TBS Petani Tembus Rp3.832,75 per Kg
Harga sawit Riau kembali naik. (Foto: Antara)

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau menetapkan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya untuk periode 15–21 Juli 2026, seiring menguatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar.

Kenaikan tersebut mendorong harga TBS pada kelompok tanaman menghasilkan usia 9 tahun menjadi Rp3.832,75 per kilogram, atau naik Rp36,70 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Persentase kenaikannya mencapai 0,97 persen, menjadi yang tertinggi pada periode penetapan kali ini.

Bagi petani sawit, kenaikan tersebut bukan sekadar angka. Harga TBS yang terus membaik membuka peluang meningkatnya pendapatan rumah tangga, memperkuat daya beli masyarakat pedesaan, sekaligus menjaga perputaran ekonomi di sentra-sentra perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Riau.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja, mengatakan penguatan harga TBS kali ini dipengaruhi langsung oleh kenaikan harga jual CPO maupun kernel selama sepekan terakhir.

"Harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.832,75 per kilogram dengan harga cangkang sebesar Rp23,11 per kilogram," ujar Defris, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, pada periode penetapan kali ini digunakan indeks K sebesar 92,45 persen. Sementara itu, harga penjualan CPO mengalami kenaikan Rp160,19 per kilogram, sedangkan harga kernel bertambah Rp96,00 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mengerek harga TBS di tingkat petani.

Selain dipengaruhi tren harga komoditas global, mekanisme penetapan harga juga mengikuti ketentuan terbaru sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.

Defris menjelaskan, pada periode ini terdapat beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Dalam kondisi tersebut, tim penetapan harga menggunakan mekanisme rata-rata sesuai regulasi agar harga tetap dapat ditetapkan secara objektif dan transparan.

"Berdasarkan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16, apabila terdapat PKS yang tidak melakukan penjualan maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim. Jika terkena validasi dua, maka digunakan harga rata-rata KPBN," jelasnya.

Berdasarkan acuan tersebut, harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat sebesar Rp15.600 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN mencapai Rp13.765 per kilogram.

Berikut daftar harga TBS kelapa sawit kemitraan swadaya Provinsi Riau periode 15–21 Juli 2026 berdasarkan umur tanaman:

  • Umur 3 tahun: Rp2.966,50/kg
  • Umur 4 tahun: Rp3.309,23/kg
  • Umur 5 tahun: Rp3.552,03/kg
  • Umur 6 tahun: Rp3.689,13/kg
  • Umur 7 tahun: Rp3.772,31/kg
  • Umur 8 tahun: Rp3.818,05/kg
  • Umur 9 tahun: Rp3.832,75/kg
  • Umur 10–20 tahun: Rp3.792,70/kg
  • Umur 21 tahun: Rp3.728,69/kg
  • Umur 22 tahun: Rp3.654,99/kg
  • Umur 23 tahun: Rp3.571,19/kg
  • Umur 24 tahun: Rp3.507,73/kg
  • Umur 25 tahun: Rp3.455,66/kg
  • Umur 26 tahun: Rp3.436,91/kg
  • Umur 27 tahun: Rp3.407,93/kg
  • Umur 28 tahun: Rp3.352,98/kg
  • Umur 29 tahun: Rp3.312,59/kg
  • Umur 30 tahun: Rp3.220,28/kg

Dengan tren kenaikan harga CPO dan kernel yang masih berlanjut, pelaku perkebunan berharap penguatan harga TBS dapat terus bertahan dalam beberapa pekan ke depan. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Riau. (rac)