logo
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pejabat Pemko Pekanbaru Berkinerja Buruk Siap Diganti, Agung Nugroho Terapkan Ev Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pets Day Out 2026 Pekanbaru Jadi Magnet Pecinta Satwa, Edukasi Reptil hingga Vak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Pangkalan Kerinci Ringkus Lima Pelaku Pengeroyokan di Terusan Baru, Motif Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Disembunyikan di Selangkangan, Penumpang di Bandara SSK II Kedapatan Bawa 2,2 Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini Masih Mengancam Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi APJII Riau Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Perluas Akses Internet Berkualit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD Golkar Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / DUMAI
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
Lokasi pertemuan dan musyawarah tokoh dan perwakilan masyarakat wilayah pesisir Riau di Hotel The Zuri Dumai. (Foto: Ist/cakaplah.com)
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
26 Juli 2026 | 17:43:40

DUMAI - Wacana pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau kembali mengemuka. Ratusan tokoh masyarakat dari lima kabupaten dan kota pesisir berkumpul dalam Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir yang digelar di Hotel The Zuri Dumai, Minggu (26/7/2026) petang.

Forum tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dari Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Kepulauan Meranti. Selain tokoh masyarakat, hadir pula kepala daerah dan wakil kepala daerah, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Riau maupun kabupaten/kota, serta berbagai elemen aktivis.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan pandangan mengenai arah pembangunan kawasan pesisir yang dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan pemerataan pelayanan dan percepatan pembangunan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah menghidupkan kembali perjuangan pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau.

Anggota panitia, Bastian Atah Bob, mengatakan persiapan forum telah dilakukan sejak sepekan terakhir dengan mengundang berbagai tokoh dan perwakilan masyarakat.

iklan-view

"Sebagian besar tokoh yang diundang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Forum ini menjadi ruang musyawarah untuk menyatukan aspirasi masyarakat pesisir," ujarnya.

Dalam forum tersebut, panitia menjadwalkan pemaparan naskah studi kelayakan mengenai pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau. Paparan itu diharapkan menjadi dasar bagi seluruh peserta untuk membangun kesepahaman sekaligus menyusun langkah perjuangan secara bersama-sama.

Apabila forum menyepakati kelanjutan perjuangan pembentukan provinsi baru, peserta akan membentuk panitia kerja beserta tim formatur yang bertugas menyusun tahapan berikutnya. Forum juga akan membahas usulan nama provinsi baru serta calon ibu kota yang akan diajukan.

Gagasan pemekaran wilayah ini dinilai sebagai salah satu alternatif untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan pengelolaan potensi ekonomi di kawasan pesisir Riau.

Melalui forum tersebut, para tokoh berharap lahir kesepakatan bersama yang menjadi pijakan awal perjuangan aspirasi masyarakat pesisir secara lebih terarah, terorganisasi, dan berkelanjutan. Seluruh keputusan nantinya akan ditempuh melalui mekanisme musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. (ckc)

Home / News
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 26 Juli 2026 | 17:43:40
Ratusan Tokoh Lima Daerah Gelar Musyawarah di Dumai, Bahas Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
Lokasi pertemuan dan musyawarah tokoh dan perwakilan masyarakat wilayah pesisir Riau di Hotel The Zuri Dumai. (Foto: Ist/cakaplah.com)

DUMAI - Wacana pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau kembali mengemuka. Ratusan tokoh masyarakat dari lima kabupaten dan kota pesisir berkumpul dalam Forum Silaturahmi dan Musyawarah Perwakilan Masyarakat Provinsi Riau Wilayah Bagian Pesisir yang digelar di Hotel The Zuri Dumai, Minggu (26/7/2026) petang.

Forum tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dari Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, dan Kepulauan Meranti. Selain tokoh masyarakat, hadir pula kepala daerah dan wakil kepala daerah, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi Riau maupun kabupaten/kota, serta berbagai elemen aktivis.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan pandangan mengenai arah pembangunan kawasan pesisir yang dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan pemerataan pelayanan dan percepatan pembangunan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah menghidupkan kembali perjuangan pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau.

Anggota panitia, Bastian Atah Bob, mengatakan persiapan forum telah dilakukan sejak sepekan terakhir dengan mengundang berbagai tokoh dan perwakilan masyarakat.

"Sebagian besar tokoh yang diundang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Forum ini menjadi ruang musyawarah untuk menyatukan aspirasi masyarakat pesisir," ujarnya.

Dalam forum tersebut, panitia menjadwalkan pemaparan naskah studi kelayakan mengenai pembentukan provinsi baru di wilayah pesisir Riau. Paparan itu diharapkan menjadi dasar bagi seluruh peserta untuk membangun kesepahaman sekaligus menyusun langkah perjuangan secara bersama-sama.

Apabila forum menyepakati kelanjutan perjuangan pembentukan provinsi baru, peserta akan membentuk panitia kerja beserta tim formatur yang bertugas menyusun tahapan berikutnya. Forum juga akan membahas usulan nama provinsi baru serta calon ibu kota yang akan diajukan.

Gagasan pemekaran wilayah ini dinilai sebagai salah satu alternatif untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan pengelolaan potensi ekonomi di kawasan pesisir Riau.

Melalui forum tersebut, para tokoh berharap lahir kesepakatan bersama yang menjadi pijakan awal perjuangan aspirasi masyarakat pesisir secara lebih terarah, terorganisasi, dan berkelanjutan. Seluruh keputusan nantinya akan ditempuh melalui mekanisme musyawarah dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. (ckc)