logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Badan Gizi Nasional
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Langgar Standar, Sudaryono: Taruhannya Nyawa Anak
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Langgar Standar, Sudaryono: Taruhannya Nyawa Anak
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 27 Juli 2026 | 15:16:00

JAKARTA-Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius terkait standar kebersihan, sanitasi, hingga kualitas makanan yang dinilai berisiko terhadap keselamatan penerima manfaat.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga mutu layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama sehingga tidak ada toleransi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar operasional.

"Taruhannya adalah nyawa. Karena itu, dapur yang tidak memenuhi standar langsung kami hentikan operasionalnya," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

iklan-view

Ia menjelaskan, sebanyak 833 dapur yang dihentikan operasinya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Rinciannya, 98 dapur berada di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur lainnya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, Sudaryono memastikan penutupan kali ini bersifat permanen. Seluruh dapur yang terbukti melanggar tidak lagi menerima pembayaran maupun kompensasi dari pemerintah.

Menurutnya, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan buruknya penerapan higienitas dan sanitasi, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, sistem pengelolaan limbah yang tidak memadai, hingga adanya potensi keracunan pangan. Padahal, pengelola telah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum keputusan penutupan diambil.

"Kami sudah memberikan waktu untuk memenuhi seluruh persyaratan. Namun, bagi yang tetap tidak mampu memenuhi standar, operasionalnya kami hentikan secara permanen," tegasnya.

Meski ratusan dapur dihentikan, BGN memastikan distribusi makanan bergizi kepada para siswa tetap berjalan tanpa gangguan. Untuk menjamin keberlanjutan program, kapasitas pelayanan akan dialihkan ke dapur SPPG lain yang berada di sekitar wilayah terdampak sehingga penerima manfaat tetap memperoleh layanan.

Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada pembagian makanan, tetapi juga memastikan setiap menu memenuhi kebutuhan gizi sesuai standar yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, kualitas makanan, keamanan pangan, serta manfaat gizi merupakan tolok ukur utama keberhasilan program nasional tersebut. Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak, pemerintah juga ingin memastikan program ini mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan penyedia bahan pangan di daerah.

Dengan penutupan ratusan dapur yang tidak memenuhi standar, BGN berharap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin terjaga serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi jutaan pelajar di seluruh Indonesia.(*) 

Tags: mbg bgn dapur mbg
Home / Ekonomi
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Langgar Standar, Sudaryono: Taruhannya Nyawa Anak
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 27 Juli 2026 | 15:16:00
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG yang Langgar Standar, Sudaryono: Taruhannya Nyawa Anak
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono

JAKARTA-Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran serius terkait standar kebersihan, sanitasi, hingga kualitas makanan yang dinilai berisiko terhadap keselamatan penerima manfaat.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga mutu layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama sehingga tidak ada toleransi terhadap dapur yang tidak memenuhi standar operasional.

"Taruhannya adalah nyawa. Karena itu, dapur yang tidak memenuhi standar langsung kami hentikan operasionalnya," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 833 dapur yang dihentikan operasinya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Rinciannya, 98 dapur berada di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur lainnya tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, Sudaryono memastikan penutupan kali ini bersifat permanen. Seluruh dapur yang terbukti melanggar tidak lagi menerima pembayaran maupun kompensasi dari pemerintah.

Menurutnya, sebagian besar pelanggaran berkaitan dengan buruknya penerapan higienitas dan sanitasi, kualitas makanan yang tidak sesuai standar, sistem pengelolaan limbah yang tidak memadai, hingga adanya potensi keracunan pangan. Padahal, pengelola telah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum keputusan penutupan diambil.

"Kami sudah memberikan waktu untuk memenuhi seluruh persyaratan. Namun, bagi yang tetap tidak mampu memenuhi standar, operasionalnya kami hentikan secara permanen," tegasnya.

Meski ratusan dapur dihentikan, BGN memastikan distribusi makanan bergizi kepada para siswa tetap berjalan tanpa gangguan. Untuk menjamin keberlanjutan program, kapasitas pelayanan akan dialihkan ke dapur SPPG lain yang berada di sekitar wilayah terdampak sehingga penerima manfaat tetap memperoleh layanan.

Sudaryono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada pembagian makanan, tetapi juga memastikan setiap menu memenuhi kebutuhan gizi sesuai standar yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, kualitas makanan, keamanan pangan, serta manfaat gizi merupakan tolok ukur utama keberhasilan program nasional tersebut. Selain meningkatkan kualitas kesehatan anak, pemerintah juga ingin memastikan program ini mampu mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan penyedia bahan pangan di daerah.

Dengan penutupan ratusan dapur yang tidak memenuhi standar, BGN berharap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin terjaga serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi jutaan pelajar di seluruh Indonesia.(*) 

Tags: mbg bgn dapur mbg