
JAMBI-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Luas lahan yang terbakar kini mencapai lebih dari 300 hektare, sementara asap mulai menjadi perhatian karena berpotensi berdampak ke wilayah Riau.
Kondisi tersebut juga membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi berada pada kategori tidak sehat. Pemerintah Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk kemungkinan meliburkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menetapkan kebijakan lebih lanjut.

“Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat,” kata Al Haris di Kota Jambi, Selasa (11/8/2026) seperti dikutip dari Antara.
Menurut Al Haris, apabila kualitas udara tidak membaik, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran agar masyarakat menggunakan masker. Kondisi anak-anak, terutama siswa PAUD, juga menjadi perhatian karena kelompok tersebut dinilai lebih rentan terhadap paparan asap.
“Akan kita pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan luas karhutla di Jambi telah mencapai lebih dari 300 hektare.
Salah satu lokasi dengan kebakaran cukup luas berada di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 50 hektare.
Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. BNPB juga menyiapkan pesawat untuk mendukung penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam. Ketika ada bibit hujan, langsung kita lakukan OMC,” kata Bachyuni.
Sementara itu, kualitas udara Kota Jambi pada Selasa pukul 09.30 WIB tercatat 105 berdasarkan ISPU. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Di Kabupaten Muaro Jambi, ISPU bahkan mencapai 157.
Polisi juga menyelidiki penyebab kebakaran. Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.(*)



JAMBI-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Luas lahan yang terbakar kini mencapai lebih dari 300 hektare, sementara asap mulai menjadi perhatian karena berpotensi berdampak ke wilayah Riau.
Kondisi tersebut juga membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi berada pada kategori tidak sehat. Pemerintah Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk kemungkinan meliburkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara sebelum menetapkan kebijakan lebih lanjut.
“Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat,” kata Al Haris di Kota Jambi, Selasa (11/8/2026) seperti dikutip dari Antara.
Menurut Al Haris, apabila kualitas udara tidak membaik, pemerintah akan mengeluarkan surat edaran agar masyarakat menggunakan masker. Kondisi anak-anak, terutama siswa PAUD, juga menjadi perhatian karena kelompok tersebut dinilai lebih rentan terhadap paparan asap.
“Akan kita pantau beberapa hari ini. Kalau memang masih seperti itu mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai menggunakan masker,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan luas karhutla di Jambi telah mencapai lebih dari 300 hektare.
Salah satu lokasi dengan kebakaran cukup luas berada di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 50 hektare.
Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik. BNPB juga menyiapkan pesawat untuk mendukung penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam. Ketika ada bibit hujan, langsung kita lakukan OMC,” kata Bachyuni.
Sementara itu, kualitas udara Kota Jambi pada Selasa pukul 09.30 WIB tercatat 105 berdasarkan ISPU. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat. Di Kabupaten Muaro Jambi, ISPU bahkan mencapai 157.
Polisi juga menyelidiki penyebab kebakaran. Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.(*)