logo
Program PSR Riau Jangkau 23.789 Pekebun, Kampar Pimpin Realisasi Peremajaan Sawi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kantor Bupati Solok Terdampak Galodo, Aktivitas Perkantoran Dihentikan Sementara Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Deteksi 13 Hotspot di Riau, 10 Titik Terkonsentrasi di Indragiri Hulu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hujan Masih Berpotensi Guyur Riau, Suhu Udara 23-32 Derajat Celsius Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 6.622 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Kasus ISPA Capai 5.820 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: 4 Warga Terluka, 11 Kantor Pemkab Solok dan 100 Rumah Terdampak Galodo A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Galodo Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Lumpuh, Tiga Gedung OP Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nasib Bripda SAS Usai Kepergok Warga Bersama Wanita di Dalam Mobil 'Bergoyang' Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Jenderal Listyo Sigit Temui Ribuan Anggota Garda Satya NKRI Eks Jamaah Islamiyah di Solo
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui sebanyak 6.500 anggota Garda Satya NKRI yang merupakan merupakan eks-anggota Jamaah Islamiyah (JI) asal Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY di Solo, Jawa Tengah, Minggu. (Foto: Kompas)
Jenderal Listyo Sigit Temui Ribuan Anggota Garda Satya NKRI Eks Jamaah Islamiyah di Solo
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:46:42

Semarang - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui sebanyak 6.500 anggota Garda Satya NKRI yang merupakan merupakan eks-anggota Jamaah Islamiyah (JI) asal Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY di Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa para mantan anggota JI tersebut telah menunjukkan kesadaran penuh untuk kembali dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagaimana komitmen kita bahwa pasca-kembali ke NKRI, tentunya seluruh keluarga besar Garda Nusantara, Garda Satya memiliki keterpanggilan untuk bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kapolri.

iklan-view

Selain itu, agenda pertemuan dengan keluarga besar mantan pejuang Jamaah Islamiyah di dalam wadah Garda Satya NKRI ini sekaligus diselenggarakan dalam rangka tasyakuran Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-81.

“Tadi kami sempat berdiskusi bahwa beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa jajaran Garda Satya NKRI juga menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi serta menghadapi berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang berpotensi membahayakan keutuhan bangsa dan negara.

“Saya mewakili institusi Polri, mewakili institusi negara mengucapkan terima kasih atas terus bertambahnya keluarga besar Garda Satya Nusantara,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Densus 88 Anti-teror Polri Irjen Sentot Prasetyo menegaskan komitmen penuh pihak kepolisian dalam mengawal proses reintegrasi sosial bagi seluruh mantan anggota JI agar sepenuhnya kembali setia kepada ideologi Pancasila.

Irjen Sentot Prasetyo juga memaparkan bahwa hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 7.942 eks-anggota yang tersebar di 28 provinsi aktif mengikuti rangkaian program pembinaan serta pelatihan kemandirian ekonomi yang difasilitasi oleh Polri bersama kementerian terkait. (*)

Home / News
Jenderal Listyo Sigit Temui Ribuan Anggota Garda Satya NKRI Eks Jamaah Islamiyah di Solo
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:46:42
Jenderal Listyo Sigit Temui Ribuan Anggota Garda Satya NKRI Eks Jamaah Islamiyah di Solo
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui sebanyak 6.500 anggota Garda Satya NKRI yang merupakan merupakan eks-anggota Jamaah Islamiyah (JI) asal Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY di Solo, Jawa Tengah, Minggu. (Foto: Kompas)

Semarang - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menemui sebanyak 6.500 anggota Garda Satya NKRI yang merupakan merupakan eks-anggota Jamaah Islamiyah (JI) asal Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY di Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa para mantan anggota JI tersebut telah menunjukkan kesadaran penuh untuk kembali dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sebagaimana komitmen kita bahwa pasca-kembali ke NKRI, tentunya seluruh keluarga besar Garda Nusantara, Garda Satya memiliki keterpanggilan untuk bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kapolri.

Selain itu, agenda pertemuan dengan keluarga besar mantan pejuang Jamaah Islamiyah di dalam wadah Garda Satya NKRI ini sekaligus diselenggarakan dalam rangka tasyakuran Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-81.

“Tadi kami sempat berdiskusi bahwa beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa jajaran Garda Satya NKRI juga menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi serta menghadapi berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang berpotensi membahayakan keutuhan bangsa dan negara.

“Saya mewakili institusi Polri, mewakili institusi negara mengucapkan terima kasih atas terus bertambahnya keluarga besar Garda Satya Nusantara,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Densus 88 Anti-teror Polri Irjen Sentot Prasetyo menegaskan komitmen penuh pihak kepolisian dalam mengawal proses reintegrasi sosial bagi seluruh mantan anggota JI agar sepenuhnya kembali setia kepada ideologi Pancasila.

Irjen Sentot Prasetyo juga memaparkan bahwa hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 7.942 eks-anggota yang tersebar di 28 provinsi aktif mengikuti rangkaian program pembinaan serta pelatihan kemandirian ekonomi yang difasilitasi oleh Polri bersama kementerian terkait. (*)