logo
Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Dorong UMKM Tumbuh Lewat Gelaran Event Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PENDIDIKAN
Menembus Keterbatasan, Ninik Mamak Kuntu Perjuangkan Fasilitas SDN 008 Pematang Panjang
H Walirman gelar Datuk Mahudum bersama Masrijal gelar Datuk Marajo menyapa para murid SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang. (Foto: Istimewa)
Menembus Keterbatasan, Ninik Mamak Kuntu Perjuangkan Fasilitas SDN 008 Pematang Panjang
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 15 September 2026 | 18:51:53

KAMPAR KIRI - Keterbatasan fasilitas tak menyurutkan semangat anak-anak di SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang, Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, untuk menuntut ilmu.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari para pemangku adat Kenegerian Kuntu. Selasa (15/9/2026), rombongan Ninik Mamak Kenegerian Kuntu turun langsung ke sekolah tersebut untuk melihat dari dekat kondisi sarana pendidikan sekaligus menyapa para guru dan murid.

Rombongan dipimpin H Walirman gelar Datuk Mahudum, bersama Suwardi S.Pd., M.Pd. gelar Datuk Bosahg, Masrijal S.Pd. gelar Datuk Marajo, serta Nasyarudin, Ahmad Syukur SE, tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.

iklan-view

Kehadiran para pemangku adat disambut hangat oleh para guru dan murid. Suasana sekolah pun berubah lebih semarak ketika anak-anak menyambut kedatangan para tokoh masyarakat tersebut.

Dalam peninjauan, rombongan melihat langsung berbagai persoalan yang masih dihadapi sekolah. Selain akses menuju lokasi yang cukup menantang, keterbatasan media pembelajaran dan sejumlah fasilitas fisik sekolah juga membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Bagi para pemangku adat, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan mendapatkan pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak di wilayah terpencil.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bagaimana anak-anak kita menuntut ilmu dan bagaimana perjuangan para guru mengajar di tengah keterbatasan. Ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama, baik pemangku adat, pemerintah desa maupun pihak terkait,” ujar H Walirman gelar Datuk Mahudum.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, khususnya tenaga honorer, yang tetap menjalankan tugas mendidik meski harus bekerja dengan berbagai keterbatasan.

Menurutnya, dedikasi para pendidik di daerah terpencil merupakan bagian penting dalam menjaga masa depan generasi muda. Karena itu, perhatian terhadap sekolah dan tenaga pendidik tidak boleh hanya berhenti pada kunjungan, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah nyata.

Para pemangku adat dan tokoh masyarakat Kenegerian Kuntu pun menyatakan akan mengawal aspirasi perbaikan fasilitas SDN 008 Jarak Jauh Pematang Panjang. Aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan dinas terkait agar kondisi sekolah mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius.

Sementara itu, Pembina SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang, Fauziyati, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Ninik Mamak Kenegerian Kuntu dan tokoh masyarakat yang datang langsung melihat kondisi sekolah.

Menurut Fauziyati, kunjungan tersebut memberikan semangat baru bagi para guru maupun murid untuk terus berupaya memajukan pendidikan di wilayah tersebut.

“Dengan kedatangan para pemangku adat dan tokoh masyarakat, kami merasakan energi baru untuk terus memajukan dunia pendidikan di daerah ini. Semoga semangat ini bisa ditularkan para guru kepada murid-murid di SDN 008 Jarak Jauh Pematang Panjang,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah serta wakil rakyat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, terhadap kondisi pendidikan dan para murid di sekolah tersebut.

Bagi warga Pematang Panjang, perhatian dari berbagai pihak diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial. Lebih dari itu, kepedulian tersebut diharapkan menjadi jalan bagi hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih layak, sehingga keterbatasan lingkungan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Home / News
Menembus Keterbatasan, Ninik Mamak Kuntu Perjuangkan Fasilitas SDN 008 Pematang Panjang
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 15 September 2026 | 18:51:53
Menembus Keterbatasan, Ninik Mamak Kuntu Perjuangkan Fasilitas SDN 008 Pematang Panjang
H Walirman gelar Datuk Mahudum bersama Masrijal gelar Datuk Marajo menyapa para murid SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang. (Foto: Istimewa)

KAMPAR KIRI - Keterbatasan fasilitas tak menyurutkan semangat anak-anak di SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang, Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, untuk menuntut ilmu.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari para pemangku adat Kenegerian Kuntu. Selasa (15/9/2026), rombongan Ninik Mamak Kenegerian Kuntu turun langsung ke sekolah tersebut untuk melihat dari dekat kondisi sarana pendidikan sekaligus menyapa para guru dan murid.

Rombongan dipimpin H Walirman gelar Datuk Mahudum, bersama Suwardi S.Pd., M.Pd. gelar Datuk Bosahg, Masrijal S.Pd. gelar Datuk Marajo, serta Nasyarudin, Ahmad Syukur SE, tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.

Kehadiran para pemangku adat disambut hangat oleh para guru dan murid. Suasana sekolah pun berubah lebih semarak ketika anak-anak menyambut kedatangan para tokoh masyarakat tersebut.

Dalam peninjauan, rombongan melihat langsung berbagai persoalan yang masih dihadapi sekolah. Selain akses menuju lokasi yang cukup menantang, keterbatasan media pembelajaran dan sejumlah fasilitas fisik sekolah juga membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Bagi para pemangku adat, kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan mendapatkan pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak di wilayah terpencil.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan bagaimana anak-anak kita menuntut ilmu dan bagaimana perjuangan para guru mengajar di tengah keterbatasan. Ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama, baik pemangku adat, pemerintah desa maupun pihak terkait,” ujar H Walirman gelar Datuk Mahudum.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, khususnya tenaga honorer, yang tetap menjalankan tugas mendidik meski harus bekerja dengan berbagai keterbatasan.

Menurutnya, dedikasi para pendidik di daerah terpencil merupakan bagian penting dalam menjaga masa depan generasi muda. Karena itu, perhatian terhadap sekolah dan tenaga pendidik tidak boleh hanya berhenti pada kunjungan, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah nyata.

Para pemangku adat dan tokoh masyarakat Kenegerian Kuntu pun menyatakan akan mengawal aspirasi perbaikan fasilitas SDN 008 Jarak Jauh Pematang Panjang. Aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar dan dinas terkait agar kondisi sekolah mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius.

Sementara itu, Pembina SDN 008 Jarak Jauh Dusun Pematang Panjang, Fauziyati, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Ninik Mamak Kenegerian Kuntu dan tokoh masyarakat yang datang langsung melihat kondisi sekolah.

Menurut Fauziyati, kunjungan tersebut memberikan semangat baru bagi para guru maupun murid untuk terus berupaya memajukan pendidikan di wilayah tersebut.

“Dengan kedatangan para pemangku adat dan tokoh masyarakat, kami merasakan energi baru untuk terus memajukan dunia pendidikan di daerah ini. Semoga semangat ini bisa ditularkan para guru kepada murid-murid di SDN 008 Jarak Jauh Pematang Panjang,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah serta wakil rakyat, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, terhadap kondisi pendidikan dan para murid di sekolah tersebut.

Bagi warga Pematang Panjang, perhatian dari berbagai pihak diharapkan tidak berhenti sebagai kunjungan seremonial. Lebih dari itu, kepedulian tersebut diharapkan menjadi jalan bagi hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih layak, sehingga keterbatasan lingkungan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)