logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
17 Bangunan di Atas Parit Jalan Air Hitam Pekanbaru Segera Ditertibkan
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto
17 Bangunan di Atas Parit Jalan Air Hitam Pekanbaru Segera Ditertibkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 10 September 2026 | 21:03:13

PEKANBARU-Sebanyak 17 bangunan liar yang berdiri di atas parit di sepanjang Jalan Air Hitam, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, segera ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru.

Penertiban dilakukan setelah keberadaan bangunan tersebut dinilai mengganggu fungsi drainase. Parit yang seharusnya menjadi saluran air justru ditutup dan ditimbun untuk mendirikan bangunan.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena ketika hujan turun, aliran air tidak dapat berjalan dengan baik. Air kemudian melimpah ke badan jalan hingga masuk ke permukiman warga.

iklan-view

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto mengatakan, terdapat sekitar 17 bangunan yang menjadi sasaran penertiban. Sebagian besar bangunan tersebut digunakan sebagai tempat berjualan dan warung.

"Keberadaannya menutup parit dan menyebabkan banjir. Parit itu ditimbunnya, sehingga air kalau hujan melimpah ke permukiman," kata Desheriyanto, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, Satpol PP telah memberikan peringatan kepada para penghuni bangunan agar segera mengosongkan dan membongkar bangunan secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana normalisasi drainase di sepanjang Jalan Air Hitam. Mayoritas bangunan yang berdiri di atas parit diketahui merupakan bangunan sederhana yang terbuat dari kayu.

Desheriyanto menyebut lokasi bangunan berada di sekitar gudang Alfamart. Penertiban dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat mengenai kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal.

"Dekat gudang Alfamart itu lokasinya, pengaduan masyarakat karena parit itu ditutup, airnya melimpah ke jalan dan masuk ke permukiman masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan penertiban diharapkan dapat mengembalikan fungsi parit sebagai saluran drainase. Dengan terbukanya kembali saluran tersebut, aliran air diharapkan lebih lancar ketika hujan.

Satpol PP juga meminta warga yang menempati bangunan tersebut memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Upaya itu diharapkan dapat menghindari pembongkaran oleh petugas saat penertiban dilaksanakan.

Normalisasi drainase menjadi salah satu langkah untuk mengurangi genangan yang selama ini dikeluhkan warga di kawasan tersebut. Pemerintah berharap saluran air dapat kembali berfungsi sehingga risiko banjir saat hujan dapat ditekan

Home / News
17 Bangunan di Atas Parit Jalan Air Hitam Pekanbaru Segera Ditertibkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 10 September 2026 | 21:03:13
17 Bangunan di Atas Parit Jalan Air Hitam Pekanbaru Segera Ditertibkan
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto

PEKANBARU-Sebanyak 17 bangunan liar yang berdiri di atas parit di sepanjang Jalan Air Hitam, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, segera ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru.

Penertiban dilakukan setelah keberadaan bangunan tersebut dinilai mengganggu fungsi drainase. Parit yang seharusnya menjadi saluran air justru ditutup dan ditimbun untuk mendirikan bangunan.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena ketika hujan turun, aliran air tidak dapat berjalan dengan baik. Air kemudian melimpah ke badan jalan hingga masuk ke permukiman warga.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto mengatakan, terdapat sekitar 17 bangunan yang menjadi sasaran penertiban. Sebagian besar bangunan tersebut digunakan sebagai tempat berjualan dan warung.

"Keberadaannya menutup parit dan menyebabkan banjir. Parit itu ditimbunnya, sehingga air kalau hujan melimpah ke permukiman," kata Desheriyanto, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, Satpol PP telah memberikan peringatan kepada para penghuni bangunan agar segera mengosongkan dan membongkar bangunan secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana normalisasi drainase di sepanjang Jalan Air Hitam. Mayoritas bangunan yang berdiri di atas parit diketahui merupakan bangunan sederhana yang terbuat dari kayu.

Desheriyanto menyebut lokasi bangunan berada di sekitar gudang Alfamart. Penertiban dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat mengenai kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal.

"Dekat gudang Alfamart itu lokasinya, pengaduan masyarakat karena parit itu ditutup, airnya melimpah ke jalan dan masuk ke permukiman masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan penertiban diharapkan dapat mengembalikan fungsi parit sebagai saluran drainase. Dengan terbukanya kembali saluran tersebut, aliran air diharapkan lebih lancar ketika hujan.

Satpol PP juga meminta warga yang menempati bangunan tersebut memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Upaya itu diharapkan dapat menghindari pembongkaran oleh petugas saat penertiban dilaksanakan.

Normalisasi drainase menjadi salah satu langkah untuk mengurangi genangan yang selama ini dikeluhkan warga di kawasan tersebut. Pemerintah berharap saluran air dapat kembali berfungsi sehingga risiko banjir saat hujan dapat ditekan