logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / UMKM
Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah
Pedagang Mochilpku saat melayani pembeli (ft:aini/pekanbarutv)
Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: ekonomi | 11 September 2026 | 16:05:08

PEKANBARU-Berawal dari tren jajanan yang sempat viral di kalangan masyarakat, Mochillpku kini berhasil mengembangkan usaha kuliner mochi di Kota Pekanbaru. Dalam waktu lebih dari lima bulan berjualan, usaha milik Ibu Ika tersebut mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan.

Mochi yang memiliki tekstur lembut dengan beragam isian menjadi salah satu pilihan jajanan yang cukup digemari, terutama anak-anak dan mahasiswa.

iklan-view

Ibu Ika mengungkapkan, keputusan memilih mochi sebagai produk usaha tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat terhadap jajanan tersebut ketika sedang viral.

“Karena jajanan viral. Mulai dari anak-anak sampai anak kuliah juga,” ujar Ika.

Sebelum membuka usaha di Pekanbaru, Mochillpku lebih dulu dijalankan di Padang. Melihat peluang pasar yang cukup menjanjikan, usaha tersebut kemudian dikembangkan di Pekanbaru dengan menghadirkan berbagai pilihan rasa.

Saat ini, Mochillpku menyediakan sekitar 20 varian mochi. Harganya pun dibuat relatif terjangkau agar dapat dinikmati berbagai lapisan konsumen.

Untuk ukuran harga, mochi ditawarkan mulai dari Rp5 ribu per buah. Sejumlah varian lainnya dibanderol Rp6 ribu, sedangkan varian khusus seperti mochi Dubai dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu.

Dari puluhan pilihan rasa yang tersedia, terdapat beberapa varian yang menjadi favorit pembeli. Ika menyebut rasa cokelat, stroberi, dan mangga termasuk yang paling banyak diminati.

Pada awal menjalankan usaha di Pekanbaru, konsumen Mochillpku mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. Kondisi tersebut tidak terlepas dari lokasi berjualan yang berada di kawasan kampus.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu, peminat Mochillpku mulai datang dari berbagai kalangan. Keberadaan varian rasa yang beragam serta harga yang relatif ramah di kantong menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.

Dari usaha yang berawal dari mengikuti tren jajanan viral tersebut, Mochillpku kini mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah. Capaian itu menjadi peluang bagi Ika untuk terus mengembangkan usahanya sekaligus memperluas pasar di Pekanbaru.

Bagi pelaku usaha kuliner, tren jajanan memang dapat menjadi pintu masuk untuk memulai bisnis. Namun, menjaga kualitas produk, menghadirkan variasi rasa dan mempertahankan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen menjadi tantangan berikutnya agar usaha dapat bertahan lebih lama.

Home / Ekonomi
Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: ekonomi | 11 September 2026 | 16:05:08
Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah
Pedagang Mochilpku saat melayani pembeli (ft:aini/pekanbarutv)

PEKANBARU-Berawal dari tren jajanan yang sempat viral di kalangan masyarakat, Mochillpku kini berhasil mengembangkan usaha kuliner mochi di Kota Pekanbaru. Dalam waktu lebih dari lima bulan berjualan, usaha milik Ibu Ika tersebut mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan.

Mochi yang memiliki tekstur lembut dengan beragam isian menjadi salah satu pilihan jajanan yang cukup digemari, terutama anak-anak dan mahasiswa.

Ibu Ika mengungkapkan, keputusan memilih mochi sebagai produk usaha tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat terhadap jajanan tersebut ketika sedang viral.

“Karena jajanan viral. Mulai dari anak-anak sampai anak kuliah juga,” ujar Ika.

Sebelum membuka usaha di Pekanbaru, Mochillpku lebih dulu dijalankan di Padang. Melihat peluang pasar yang cukup menjanjikan, usaha tersebut kemudian dikembangkan di Pekanbaru dengan menghadirkan berbagai pilihan rasa.

Saat ini, Mochillpku menyediakan sekitar 20 varian mochi. Harganya pun dibuat relatif terjangkau agar dapat dinikmati berbagai lapisan konsumen.

Untuk ukuran harga, mochi ditawarkan mulai dari Rp5 ribu per buah. Sejumlah varian lainnya dibanderol Rp6 ribu, sedangkan varian khusus seperti mochi Dubai dijual dengan harga sekitar Rp20 ribu.

Dari puluhan pilihan rasa yang tersedia, terdapat beberapa varian yang menjadi favorit pembeli. Ika menyebut rasa cokelat, stroberi, dan mangga termasuk yang paling banyak diminati.

Pada awal menjalankan usaha di Pekanbaru, konsumen Mochillpku mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. Kondisi tersebut tidak terlepas dari lokasi berjualan yang berada di kawasan kampus.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu, peminat Mochillpku mulai datang dari berbagai kalangan. Keberadaan varian rasa yang beragam serta harga yang relatif ramah di kantong menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.

Dari usaha yang berawal dari mengikuti tren jajanan viral tersebut, Mochillpku kini mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah. Capaian itu menjadi peluang bagi Ika untuk terus mengembangkan usahanya sekaligus memperluas pasar di Pekanbaru.

Bagi pelaku usaha kuliner, tren jajanan memang dapat menjadi pintu masuk untuk memulai bisnis. Namun, menjaga kualitas produk, menghadirkan variasi rasa dan mempertahankan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen menjadi tantangan berikutnya agar usaha dapat bertahan lebih lama.