logo
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / NASIONAL
Enam Hari Dicari, Jejak Rombongan Jurnalis Hilang Mulai Bermunculan di Sekitar Anak Krakatau
Sejumlah jurnalis foto yang akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, di perairan Selat Sunda, hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore. (Foto: Istimewa)
Enam Hari Dicari, Jejak Rombongan Jurnalis Hilang Mulai Bermunculan di Sekitar Anak Krakatau
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 September 2026 | 08:07:44

JAKARTA - Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Memasuki hari keenam operasi pencarian, Minggu (13/9/2026), sejumlah barang ditemukan di beberapa titik perairan sekitar GAK. Temuan tersebut berupa life jacket, terpal, hingga galon dan kini diserahkan kepada kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan barang-barang yang ditemukan belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang. Namun, seluruh objek tersebut dinilai penting untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses pencarian.

iklan-view

"Objek-objek tersebut akan kami serahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," kata Al Amrad, Senin (14/9/2026).

Salah satu temuan diperoleh KRI Gilimanuk di perairan sebelah selatan Pulau Sangiang sekitar pukul 08.50 WIB. Kapal tersebut menemukan sejumlah objek setelah melakukan penyisiran selama kurang lebih sembilan jam.

Sekitar satu jam kemudian, pukul 09.45 WIB, KAL Anyer menemukan satu life jacket saat menyisir kawasan sekitar Teluk Belimbing, Lampung.

Petunjuk lainnya ditemukan RIB 02 Lampung sekitar pukul 10.15 WIB. Saat melakukan patroli di perairan antara Pulau Sebesi dan Pulau Sangiang, tim menemukan sebuah terpal dan galon.

Sementara itu, KN Bima menemukan sebuah life jacket berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata. Benda tersebut ditemukan sekitar pukul 09.58 WIB.

Al Amrad mengatakan, kondisi cuaca selama operasi hari keenam terpantau cerah berawan hingga berkabut. Jarak pandang di lokasi pencarian berkisar 1 hingga 1,5 nautical mile (NM), sedangkan tinggi gelombang berada pada rentang 0 hingga 1,5 meter.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah armada yang terdiri atas tiga KRI, satu KAL, satu kapal Polair, serta tiga armada Basarnas dari Banten, Jakarta, dan Lampung. Dua unit speedboat milik masyarakat juga ikut membantu penyisiran.

Di tengah operasi tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Meski demikian, selama proses pencarian berlangsung tidak terjadi erupsi.

"Tinggi gelombang rata-rata 0 sampai 1,5 meter, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III. Tidak ada erupsi," ujar Al Amrad.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi untuk menemukan rombongan jurnalis beserta tiga awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah barang yang ditemukan pada hari keenam menjadi petunjuk baru yang kini ditelusuri lebih lanjut. Tim gabungan juga terus menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda dengan memperhitungkan kondisi arus, gelombang, cuaca, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*)

Home / News
Enam Hari Dicari, Jejak Rombongan Jurnalis Hilang Mulai Bermunculan di Sekitar Anak Krakatau
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 September 2026 | 08:07:44
Enam Hari Dicari, Jejak Rombongan Jurnalis Hilang Mulai Bermunculan di Sekitar Anak Krakatau
Sejumlah jurnalis foto yang akan meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, di perairan Selat Sunda, hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Memasuki hari keenam operasi pencarian, Minggu (13/9/2026), sejumlah barang ditemukan di beberapa titik perairan sekitar GAK. Temuan tersebut berupa life jacket, terpal, hingga galon dan kini diserahkan kepada kepolisian untuk ditelusuri lebih lanjut.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengatakan barang-barang yang ditemukan belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan jurnalis yang hilang. Namun, seluruh objek tersebut dinilai penting untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses pencarian.

"Objek-objek tersebut akan kami serahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti lebih lanjut," kata Al Amrad, Senin (14/9/2026).

Salah satu temuan diperoleh KRI Gilimanuk di perairan sebelah selatan Pulau Sangiang sekitar pukul 08.50 WIB. Kapal tersebut menemukan sejumlah objek setelah melakukan penyisiran selama kurang lebih sembilan jam.

Sekitar satu jam kemudian, pukul 09.45 WIB, KAL Anyer menemukan satu life jacket saat menyisir kawasan sekitar Teluk Belimbing, Lampung.

Petunjuk lainnya ditemukan RIB 02 Lampung sekitar pukul 10.15 WIB. Saat melakukan patroli di perairan antara Pulau Sebesi dan Pulau Sangiang, tim menemukan sebuah terpal dan galon.

Sementara itu, KN Bima menemukan sebuah life jacket berwarna oranye di sekitar Pulau Rakata. Benda tersebut ditemukan sekitar pukul 09.58 WIB.

Al Amrad mengatakan, kondisi cuaca selama operasi hari keenam terpantau cerah berawan hingga berkabut. Jarak pandang di lokasi pencarian berkisar 1 hingga 1,5 nautical mile (NM), sedangkan tinggi gelombang berada pada rentang 0 hingga 1,5 meter.

Untuk memperluas area pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah armada yang terdiri atas tiga KRI, satu KAL, satu kapal Polair, serta tiga armada Basarnas dari Banten, Jakarta, dan Lampung. Dua unit speedboat milik masyarakat juga ikut membantu penyisiran.

Di tengah operasi tersebut, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Meski demikian, selama proses pencarian berlangsung tidak terjadi erupsi.

"Tinggi gelombang rata-rata 0 sampai 1,5 meter, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III. Tidak ada erupsi," ujar Al Amrad.

Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi untuk menemukan rombongan jurnalis beserta tiga awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah barang yang ditemukan pada hari keenam menjadi petunjuk baru yang kini ditelusuri lebih lanjut. Tim gabungan juga terus menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda dengan memperhitungkan kondisi arus, gelombang, cuaca, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*)