
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian mendadak di pucuk Kementerian Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot dari jabatan Menteri Keuangan, Senin (14/9/2026) petang.
Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk menduduki kursi Bendahara Negara.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Suahasil kemudian langsung dilantik Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam prosesi tersebut, ekonom yang telah lama berkecimpung di Kementerian Keuangan itu mengucapkan sumpah jabatan sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Pergantian ini menjadi perhatian karena Purbaya baru sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan. Ia dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pasar Ikut Bereaksi
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik bergerak penuh tekanan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan Senin berada dalam tekanan dan bergerak pada rentang 6.371 hingga 6.550. Sempat mencoba menguat menjelang penutupan, IHSG kembali melemah dan akhirnya ditutup turun 0,10 persen atau 6,68 poin ke level 6.534,60.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan mencapai 35,4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,9 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,12 juta kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 429 saham melemah, 219 saham menguat, sedangkan 141 saham lainnya stagnan.
Meski pergerakan IHSG dipengaruhi banyak faktor, pergantian mendadak Menteri Keuangan menjadi salah satu perkembangan penting yang menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini.
Suahasil Bukan Orang Baru
Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, ketika Sri Mulyani masih menjadi Menteri Keuangan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Posisi tersebut kembali dipercayakan kepadanya ketika Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin pemerintahan sejak Oktober 2024.
Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970, itu merupakan ekonom dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjang di bidang kebijakan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994 dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997.
Selain sebagai akademisi dan dosen Universitas Indonesia, Suahasil pernah terlibat dalam Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) serta Komite Ekonomi Nasional.
Kini, pengalaman panjang tersebut akan diuji di posisi yang jauh lebih strategis. Suahasil harus mengambil alih kendali Kementerian Keuangan di tengah dinamika pasar keuangan dan tantangan ekonomi nasional.
Purbaya dan Rekam Jejaknya
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa merupakan ekonom yang sebelumnya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelum dipercaya Prabowo menjadi Menteri Keuangan.
Lulusan Ilmu Ekonomi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, itu memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, lembaga ekonomi, maupun sektor keuangan.
Sebelum masuk kabinet, Purbaya pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta sejumlah jabatan di lingkungan Danareksa.
Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa Purbaya sebagai Menteri Keuangan setelah hanya sekitar satu tahun menjabat.
Hingga keputusan pergantian diumumkan, belum ada penjelasan lebih jauh mengenai alasan Presiden Prabowo mencopot Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan. (*)




JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian mendadak di pucuk Kementerian Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot dari jabatan Menteri Keuangan, Senin (14/9/2026) petang.
Sebagai penggantinya, Prabowo menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk menduduki kursi Bendahara Negara.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Suahasil kemudian langsung dilantik Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam prosesi tersebut, ekonom yang telah lama berkecimpung di Kementerian Keuangan itu mengucapkan sumpah jabatan sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Pergantian ini menjadi perhatian karena Purbaya baru sekitar satu tahun memimpin Kementerian Keuangan. Ia dilantik sebagai Menkeu pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Pasar Ikut Bereaksi
Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik bergerak penuh tekanan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan Senin berada dalam tekanan dan bergerak pada rentang 6.371 hingga 6.550. Sempat mencoba menguat menjelang penutupan, IHSG kembali melemah dan akhirnya ditutup turun 0,10 persen atau 6,68 poin ke level 6.534,60.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan mencapai 35,4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp17,9 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,12 juta kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 429 saham melemah, 219 saham menguat, sedangkan 141 saham lainnya stagnan.
Meski pergerakan IHSG dipengaruhi banyak faktor, pergantian mendadak Menteri Keuangan menjadi salah satu perkembangan penting yang menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini.
Suahasil Bukan Orang Baru
Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, ketika Sri Mulyani masih menjadi Menteri Keuangan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Posisi tersebut kembali dipercayakan kepadanya ketika Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin pemerintahan sejak Oktober 2024.
Pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970, itu merupakan ekonom dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjang di bidang kebijakan ekonomi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994 dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997.
Selain sebagai akademisi dan dosen Universitas Indonesia, Suahasil pernah terlibat dalam Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) serta Komite Ekonomi Nasional.
Kini, pengalaman panjang tersebut akan diuji di posisi yang jauh lebih strategis. Suahasil harus mengambil alih kendali Kementerian Keuangan di tengah dinamika pasar keuangan dan tantangan ekonomi nasional.
Purbaya dan Rekam Jejaknya
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa merupakan ekonom yang sebelumnya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelum dipercaya Prabowo menjadi Menteri Keuangan.
Lulusan Ilmu Ekonomi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, itu memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, lembaga ekonomi, maupun sektor keuangan.
Sebelum masuk kabinet, Purbaya pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta sejumlah jabatan di lingkungan Danareksa.
Pergantian tersebut sekaligus mengakhiri masa Purbaya sebagai Menteri Keuangan setelah hanya sekitar satu tahun menjabat.
Hingga keputusan pergantian diumumkan, belum ada penjelasan lebih jauh mengenai alasan Presiden Prabowo mencopot Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan. (*)