
SIAK-Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Siak terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam kurun waktu 19 hari, tercatat sebanyak 1.967 warga mengalami ISPA berdasarkan laporan dari 16 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 14 kecamatan.
Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes P2KB) Kabupaten Siak untuk periode 27 Agustus hingga 14 September 2026.
Kepala Diskes P2KB Kabupaten Siak, dr Handry, MKM, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus yang dilaporkan seluruh Puskesmas. Pergerakan kasus setiap harinya cukup fluktuatif, dengan jumlah tertinggi terjadi pada penghujung Agustus.

“Puncaknya pada Senin, 31 Agustus 2026, jumlah penderita mencapai 205 orang dalam satu hari. Sedangkan angka terendah tercatat pada Minggu, 30 Agustus, sebanyak 13 orang,” ujar Handry.
Memasuki pertengahan September, kasus ISPA sempat menunjukkan kecenderungan melandai. Namun, kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan. Pada Minggu (13/9), tercatat 96 kasus, kemudian bertambah menjadi 110 kasus pada Senin (14/9).
Menurut Handry, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan pernapasan. Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan. Selain itu, masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan asap rokok serta menjaga daya tahan tubuh.
“Jika muncul gejala dan kondisinya semakin memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Untuk mendukung upaya pencegahan, Diskes P2KB Siak juga akan kembali mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 2.940 masker telah dibagikan.
Handry menyebutkan persediaan masker masih sangat mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 119.500 lembar masker yang siap disalurkan melalui jaringan pelayanan kesehatan.(*)




SIAK-Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Siak terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam kurun waktu 19 hari, tercatat sebanyak 1.967 warga mengalami ISPA berdasarkan laporan dari 16 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di 14 kecamatan.
Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes P2KB) Kabupaten Siak untuk periode 27 Agustus hingga 14 September 2026.
Kepala Diskes P2KB Kabupaten Siak, dr Handry, MKM, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kasus yang dilaporkan seluruh Puskesmas. Pergerakan kasus setiap harinya cukup fluktuatif, dengan jumlah tertinggi terjadi pada penghujung Agustus.
“Puncaknya pada Senin, 31 Agustus 2026, jumlah penderita mencapai 205 orang dalam satu hari. Sedangkan angka terendah tercatat pada Minggu, 30 Agustus, sebanyak 13 orang,” ujar Handry.
Memasuki pertengahan September, kasus ISPA sempat menunjukkan kecenderungan melandai. Namun, kondisi tersebut kembali mengalami peningkatan. Pada Minggu (13/9), tercatat 96 kasus, kemudian bertambah menjadi 110 kasus pada Senin (14/9).
Menurut Handry, kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan pernapasan. Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker saat berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan. Selain itu, masyarakat diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari paparan asap rokok serta menjaga daya tahan tubuh.
“Jika muncul gejala dan kondisinya semakin memburuk, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Untuk mendukung upaya pencegahan, Diskes P2KB Siak juga akan kembali mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 2.940 masker telah dibagikan.
Handry menyebutkan persediaan masker masih sangat mencukupi. Saat ini terdapat sekitar 119.500 lembar masker yang siap disalurkan melalui jaringan pelayanan kesehatan.(*)