logo
● KKP Evakuasi Bangkai Diduga Paus di Inhil, Sampel Darah Dibawa ke Laboratorium Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 11 Lokasi PETI Ditertibkan di Kuansing, Polisi Musnahkan 42 Rakit Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Indonesia vs Singapura: Adu Kualitas Teknik di Bawah Gemuruh GBK Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polresta Pekanbaru Bongkar Penipuan Modus Investasi Proyek, Para Korban Alami Ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Akhir Pekan Menguat Tipis, Tapi Bayang-Bayang Rp18.000 Belum Pergi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Rumor: Keterbukaan Informasi sebagai Fondasi Keper Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Purnawirawan Polri Jadi Tersangka Kasus Sabu, 9 Paket Diamankan di Pelalawan, Pe Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Operasi SAR KM Virgo Masuki Hari Ketiga Belas: Sepuluh Jenazah Kembali Ditemukan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / INHIL
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Gempar
Seekor mamalia laut berukuran raksasa yang diduga merupakan paus ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut di kawasan hutan bakau perairan Sungai Bahale, Rabu (23/9/2026) malam. (Foto: Ist/MCR)
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Gempar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 24 September 2026 | 17:56:06

INHIL - Pemandangan tak biasa menggemparkan warga pesisir Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Seekor mamalia laut berukuran raksasa ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut di kawasan hutan bakau perairan Sungai Bahale, Rabu (23/9/2026) malam. Dari pengamatan awal, hewan tersebut diduga merupakan paus dengan panjang sekitar 8 meter dan berat diperkirakan mencapai 4 ton.

Bangkai tersebut ditemukan sekitar pukul 22.40 WIB setelah informasi mengenai keberadaan mamalia laut berukuran besar beredar di masyarakat dan ditindaklanjuti aparat.

iklan-view

Tubuh hewan itu ditemukan di tepian kawasan bakau dalam kondisi sudah mengeluarkan bau. Sebagian tubuhnya bahkan terjebak di antara pepohonan dan lumpur, membuat proses pemeriksaan maupun evakuasi tidak mudah dilakukan.

Kapolsek Mandah Iptu Indra Jaya bersama Danramil 08 Mandah Kapten Inf P.M. Manurung dan personel masing-masing langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi setelah menerima informasi tersebut.

Namun, pemeriksaan lebih mendalam belum dapat dilakukan malam itu. Selain minim penerangan, kawasan hutan bakau tersebut merupakan habitat satwa liar, termasuk buaya dan biawak, sehingga faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Polisi juga belum dapat memastikan jenis paus tersebut maupun penyebab kematiannya.

“Untuk memastikan jenis dan penyebab kematiannya, tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten,” ujar Iptu Indra Jaya.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan identitas satwa sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Untuk jenis, kondisi, maupun penyebab kematian hewan tersebut, kami menyerahkan pemeriksaan kepada pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi. Polri akan mendukung proses penanganan dan pengamanan lokasi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” kata Donny, dikutip dari mediacenter riau.

Hingga Kamis (24/9), misteri di balik kematian mamalia laut raksasa tersebut masih menunggu jawaban dari pemeriksaan pihak berwenang. Belum diketahui dari mana hewan itu berasal, bagaimana bisa sampai ke kawasan Sungai Bahale, serta apa yang menyebabkan satwa tersebut mati.

Di sisi lain, polisi mengingatkan warga agar tidak mendekati, memindahkan, memotong, ataupun mengambil bagian tubuh bangkai tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait jika menemukan satwa laut berukuran besar yang terdampar.

Langkah tersebut penting bukan hanya untuk menjaga keselamatan warga, tetapi juga memastikan satwa yang belum diketahui secara pasti jenisnya dapat ditangani sesuai prosedur dan kepentingan konservasi.

Untuk sementara, bangkai mamalia laut tersebut masih berada di kawasan bakau Sungai Bahale dan menunggu pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut dari instansi yang berwenang. (*)

Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Gempar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 24 September 2026 | 17:56:06
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Gempar
Seekor mamalia laut berukuran raksasa yang diduga merupakan paus ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut di kawasan hutan bakau perairan Sungai Bahale, Rabu (23/9/2026) malam. (Foto: Ist/MCR)

INHIL - Pemandangan tak biasa menggemparkan warga pesisir Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Seekor mamalia laut berukuran raksasa ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut di kawasan hutan bakau perairan Sungai Bahale, Rabu (23/9/2026) malam. Dari pengamatan awal, hewan tersebut diduga merupakan paus dengan panjang sekitar 8 meter dan berat diperkirakan mencapai 4 ton.

Bangkai tersebut ditemukan sekitar pukul 22.40 WIB setelah informasi mengenai keberadaan mamalia laut berukuran besar beredar di masyarakat dan ditindaklanjuti aparat.

Tubuh hewan itu ditemukan di tepian kawasan bakau dalam kondisi sudah mengeluarkan bau. Sebagian tubuhnya bahkan terjebak di antara pepohonan dan lumpur, membuat proses pemeriksaan maupun evakuasi tidak mudah dilakukan.

Kapolsek Mandah Iptu Indra Jaya bersama Danramil 08 Mandah Kapten Inf P.M. Manurung dan personel masing-masing langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi setelah menerima informasi tersebut.

Namun, pemeriksaan lebih mendalam belum dapat dilakukan malam itu. Selain minim penerangan, kawasan hutan bakau tersebut merupakan habitat satwa liar, termasuk buaya dan biawak, sehingga faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Polisi juga belum dapat memastikan jenis paus tersebut maupun penyebab kematiannya.

“Untuk memastikan jenis dan penyebab kematiannya, tentunya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten,” ujar Iptu Indra Jaya.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan identitas satwa sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Untuk jenis, kondisi, maupun penyebab kematian hewan tersebut, kami menyerahkan pemeriksaan kepada pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi. Polri akan mendukung proses penanganan dan pengamanan lokasi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” kata Donny, dikutip dari mediacenter riau.

Hingga Kamis (24/9), misteri di balik kematian mamalia laut raksasa tersebut masih menunggu jawaban dari pemeriksaan pihak berwenang. Belum diketahui dari mana hewan itu berasal, bagaimana bisa sampai ke kawasan Sungai Bahale, serta apa yang menyebabkan satwa tersebut mati.

Di sisi lain, polisi mengingatkan warga agar tidak mendekati, memindahkan, memotong, ataupun mengambil bagian tubuh bangkai tersebut.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait jika menemukan satwa laut berukuran besar yang terdampar.

Langkah tersebut penting bukan hanya untuk menjaga keselamatan warga, tetapi juga memastikan satwa yang belum diketahui secara pasti jenisnya dapat ditangani sesuai prosedur dan kepentingan konservasi.

Untuk sementara, bangkai mamalia laut tersebut masih berada di kawasan bakau Sungai Bahale dan menunggu pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut dari instansi yang berwenang. (*)