logo
● Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Tekankan Pentingnya Strategi 3M bagi Siswa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, PM2.5 Turun ke Level Sedang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Waspada! Hujan Lebat dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Sejumlah Wilayah Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Talang Lakat Inhu Digegerkan Penemuan Pria Tergeletak di Belakang Warung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Deras Picu Genangan di Pekanbaru, Warga Keluhkan Banjir yang Tak Kunjung T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Apresiasi Capaian Imunisasi Riau, Perlindungan Anak Terus Diperkuat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Garap Pasar Tiongkok, Volkswagen Resmi Luncurkan Sedan Listrik ID. Unyx 09 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Digerebek di Kos-kosan Pangkalan Kerinci, Pria 24 Tahun Diciduk dengan Ganja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pelantikan Anggota KPID Riau Mandek, DPRD Bantah Ada Konflik Internal Partai
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto saat dimintai keterangan oleh awak media di kantor DPRD Riau, Senin, (28/9/2026). (Foto: Abdul Haris/PekanbaruTV.com)
Pelantikan Anggota KPID Riau Mandek, DPRD Bantah Ada Konflik Internal Partai
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 28 September 2026 | 17:07:48

PEKANBARU-Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto membantah adanya dugaan konflik internal partai yang menjadi penyebab batalnya pelantikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau periode 2026-2030.

Sebelumnya, pelantikan anggota KPID Riau dijadwalkan bersamaan dengan pelantikan anggota Komisi Informasi (KI) pada Rabu, (26/8/2026). Namun, agenda itu batal dilaksanakan.

Kaderismanto menjelaskan mandeknya proses pelantikan berkaitan dengan adanya komplain dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).

iklan-view

"Tidak ada konflik internal, kalau saya tidak melihat itu ya, tidak ada kepentingan apapun di situ. Kita hanya profesional saja melihat dari laporan masyarakat dan LSM," kata dia saat dimintai keterangan oleh awak media di kantor DPRD Provinsi Riau pada Senin, (28/9/2026).

Dia bilang, saat ini DPRD tengah melakukan pengecekan terhadap bukti dari LSM serta mempelajari petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis).

"Di mana kita melihat mereka (LSM) melampirkan bukti-bukti, tentu dari itu kita lakukan kroscek," lanjutnya.

Kaderismanto membeberkan persoalan ini selanjutkanya akan dibahas dengan Komisi I DPRD Riau  guna mengambil keputusan yang tepat.

"Kami rapatkan dulu bersama dengan Komisi I. Karena harus kita pelajari untuk mengambil sebuah kebijakan dan keputusan ini," bebernya.

Dugaan Adanya Intervensi Partai Amanat Nasional 

Berdasarkan data yang dihimpun jurnalis Pekanbaru TV, batalnya pelantikan anggota KPID Riau 2026-2030 disebabkan adanya dugaan dari intervensi petinggi PAN. 

Salah satu narasumber menyebut bahwa dugaan ini bermuara pada rekomendasi yang diberikan oleh PAN terhadap salah satu dari tujuh calon komisioner KPID Riau yang dinyatakan terpilih. Calon tersebut mendapat penolakan dari pihak internal PAN sendiri sehingga mengakibatkan mandeknya proses pelantikan.

Jurnalis Pekanbaru TV telah berupaya meminta konfirmasi lanjutan mengenai hal ini kepada Ketua Komisi 1 DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim melalui whatsapp.

Selain itu, kami juga meminta konfirmasi dari Anggota Komisi 1 DPRD Riau yang berasal dari PAN yakni Sunaryo. Namun, hingga berita ini ditulis, keduanya belum merespon konfirmasi tersebut. (*)

Home / News
Pelantikan Anggota KPID Riau Mandek, DPRD Bantah Ada Konflik Internal Partai
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 28 September 2026 | 17:07:48
Pelantikan Anggota KPID Riau Mandek, DPRD Bantah Ada Konflik Internal Partai
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto saat dimintai keterangan oleh awak media di kantor DPRD Riau, Senin, (28/9/2026). (Foto: Abdul Haris/PekanbaruTV.com)

PEKANBARU-Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto membantah adanya dugaan konflik internal partai yang menjadi penyebab batalnya pelantikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau periode 2026-2030.

Sebelumnya, pelantikan anggota KPID Riau dijadwalkan bersamaan dengan pelantikan anggota Komisi Informasi (KI) pada Rabu, (26/8/2026). Namun, agenda itu batal dilaksanakan.

Kaderismanto menjelaskan mandeknya proses pelantikan berkaitan dengan adanya komplain dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Tidak ada konflik internal, kalau saya tidak melihat itu ya, tidak ada kepentingan apapun di situ. Kita hanya profesional saja melihat dari laporan masyarakat dan LSM," kata dia saat dimintai keterangan oleh awak media di kantor DPRD Provinsi Riau pada Senin, (28/9/2026).

Dia bilang, saat ini DPRD tengah melakukan pengecekan terhadap bukti dari LSM serta mempelajari petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis).

"Di mana kita melihat mereka (LSM) melampirkan bukti-bukti, tentu dari itu kita lakukan kroscek," lanjutnya.

Kaderismanto membeberkan persoalan ini selanjutkanya akan dibahas dengan Komisi I DPRD Riau  guna mengambil keputusan yang tepat.

"Kami rapatkan dulu bersama dengan Komisi I. Karena harus kita pelajari untuk mengambil sebuah kebijakan dan keputusan ini," bebernya.

Dugaan Adanya Intervensi Partai Amanat Nasional 

Berdasarkan data yang dihimpun jurnalis Pekanbaru TV, batalnya pelantikan anggota KPID Riau 2026-2030 disebabkan adanya dugaan dari intervensi petinggi PAN. 

Salah satu narasumber menyebut bahwa dugaan ini bermuara pada rekomendasi yang diberikan oleh PAN terhadap salah satu dari tujuh calon komisioner KPID Riau yang dinyatakan terpilih. Calon tersebut mendapat penolakan dari pihak internal PAN sendiri sehingga mengakibatkan mandeknya proses pelantikan.

Jurnalis Pekanbaru TV telah berupaya meminta konfirmasi lanjutan mengenai hal ini kepada Ketua Komisi 1 DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim melalui whatsapp.

Selain itu, kami juga meminta konfirmasi dari Anggota Komisi 1 DPRD Riau yang berasal dari PAN yakni Sunaryo. Namun, hingga berita ini ditulis, keduanya belum merespon konfirmasi tersebut. (*)