
PEKANBARU - Juru taktik timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai kubunya bakal menghadapi hambatan besar saat berupaya mencari sosok suksesor yang sepadan dengan Harry Kane selepas era penyerang Bayern Muenchen itu berakhir.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Fotmob pada Kamis, Tuchel memuji etos kerja serta insting gol sang kapten. "Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain. Dia adalah pemain pertama yang mendorong semua orang dan itu merupakan pola pikirnya. Dia telah menjadi penyerang yang sangat, sangat pekerja keras selain memiliki kemampuan penyelesaian akhir. Dia adalah paket yang lengkap," ucap Tuchel.
Di tengah penampilan gemilangnya, penyerang berusia 33 tahun tersebut terus menajamkan rekor bersama The Three Lions. Terbaru, ia sukses menyarangkan gol ke-87 ketika skuadnya berhadapan dengan Republik Ceko pada Rabu (30/9).

Catatan impresif itu semakin mengukuhkan posisi penyerang berpengalaman tersebut sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi skuad nasional Inggris.
Selain produktivitas golnya, ia kini hanya terpaut dua laga lagi untuk menggenapi 125 penampilan, menyamai rekor legendaris Peter Shilton sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Inggris.
Konsistensi permainan sang pemain juga terlihat baik bersama level klub maupun negara. Musim lalu, ia berhasil membukukan total 73 gol yang sekaligus menempatkannya dalam bursa kandidat peraih Ballon d'Or.
Kendati demikian, arsitek tim asal Jerman itu menyadari bahwa masa pengabdian sang penyerang bersama tim nasional memiliki batasan waktu. Tuchel mengakui bahwa hingga saat ini belum terlihat figur yang ideal untuk mengisi posisi sentral tersebut.
Membahas alternatif taktik di masa depan, Tuchel memberikan pandangannya. "Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami mengakhiri pertandingan dengan Jude (Bellingham) sebagai pemain nomor sembilan. Akan ada pemain lain, tetapi dia tidak akan menjadi Harry atau salinan Harry," ujar Tuchel seperti dilansir antaranews.
Lebih lanjut, Tuchel memperkirakan pencarian pengganti tersebut baru akan menemui titik terang di masa mendatang. "Kami akan menemukan solusi ketika waktunya tiba, tetapi mungkin bukan saya yang akan melakukannya. Mungkin masih 10 tahun lagi," lanjutnya.




PEKANBARU - Juru taktik timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai kubunya bakal menghadapi hambatan besar saat berupaya mencari sosok suksesor yang sepadan dengan Harry Kane selepas era penyerang Bayern Muenchen itu berakhir.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Fotmob pada Kamis, Tuchel memuji etos kerja serta insting gol sang kapten. "Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain. Dia adalah pemain pertama yang mendorong semua orang dan itu merupakan pola pikirnya. Dia telah menjadi penyerang yang sangat, sangat pekerja keras selain memiliki kemampuan penyelesaian akhir. Dia adalah paket yang lengkap," ucap Tuchel.
Di tengah penampilan gemilangnya, penyerang berusia 33 tahun tersebut terus menajamkan rekor bersama The Three Lions. Terbaru, ia sukses menyarangkan gol ke-87 ketika skuadnya berhadapan dengan Republik Ceko pada Rabu (30/9).
Catatan impresif itu semakin mengukuhkan posisi penyerang berpengalaman tersebut sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi skuad nasional Inggris.
Selain produktivitas golnya, ia kini hanya terpaut dua laga lagi untuk menggenapi 125 penampilan, menyamai rekor legendaris Peter Shilton sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Inggris.
Konsistensi permainan sang pemain juga terlihat baik bersama level klub maupun negara. Musim lalu, ia berhasil membukukan total 73 gol yang sekaligus menempatkannya dalam bursa kandidat peraih Ballon d'Or.
Kendati demikian, arsitek tim asal Jerman itu menyadari bahwa masa pengabdian sang penyerang bersama tim nasional memiliki batasan waktu. Tuchel mengakui bahwa hingga saat ini belum terlihat figur yang ideal untuk mengisi posisi sentral tersebut.
Membahas alternatif taktik di masa depan, Tuchel memberikan pandangannya. "Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami mengakhiri pertandingan dengan Jude (Bellingham) sebagai pemain nomor sembilan. Akan ada pemain lain, tetapi dia tidak akan menjadi Harry atau salinan Harry," ujar Tuchel seperti dilansir antaranews.
Lebih lanjut, Tuchel memperkirakan pencarian pengganti tersebut baru akan menemui titik terang di masa mendatang. "Kami akan menemukan solusi ketika waktunya tiba, tetapi mungkin bukan saya yang akan melakukannya. Mungkin masih 10 tahun lagi," lanjutnya.