logo
● Niat Beli Minuman Berujung Pencurian, Perkara Dua Pria di Pekanbaru Dihentikan L Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SEMMI Riau Demo Kejati, Desak Dugaan Penyimpangan Dana Desa Balam Jaya Rohil Diu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Perkasa di Penghujung Pekan, Ditutup Rp17.882 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Sewa untuk Pedagang STC Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BGN Pangkas Kuota Penerima MBG Maksimal 3.000 Per Dapur untuk Cegah Keracunan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Buru IB, Diduga Pemasok 122 Pil Ekstasi ke Jaringan Pekanbaru-Kampar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Wamendagri Bima Arya Tegaskan Pentingnya Mitigasi Bencana dan Kualitas SDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Terseret Kasus Narkoba di Surabaya Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sepak Bola
Thomas Tuchel Ungkap Tantangan Berat Inggris Cari Pengganti Harry Kane
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka menyatakan kekhawatirannya mengenai masa depan lini depan skuadnya ketika penyerang Bayern Muenchen tersebut kelak memutuskan gantung sepatu. (Foto: BBC)
Thomas Tuchel Ungkap Tantangan Berat Inggris Cari Pengganti Harry Kane
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 1 Oktober 2026 | 09:11:00

PEKANBARU - Juru taktik timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai kubunya bakal menghadapi hambatan besar saat berupaya mencari sosok suksesor yang sepadan dengan Harry Kane selepas era penyerang Bayern Muenchen itu berakhir.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Fotmob pada Kamis, Tuchel memuji etos kerja serta insting gol sang kapten. "Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain. Dia adalah pemain pertama yang mendorong semua orang dan itu merupakan pola pikirnya. Dia telah menjadi penyerang yang sangat, sangat pekerja keras selain memiliki kemampuan penyelesaian akhir. Dia adalah paket yang lengkap," ucap Tuchel.

Di tengah penampilan gemilangnya, penyerang berusia 33 tahun tersebut terus menajamkan rekor bersama The Three Lions. Terbaru, ia sukses menyarangkan gol ke-87 ketika skuadnya berhadapan dengan Republik Ceko pada Rabu (30/9).

iklan-view

Catatan impresif itu semakin mengukuhkan posisi penyerang berpengalaman tersebut sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi skuad nasional Inggris.

Selain produktivitas golnya, ia kini hanya terpaut dua laga lagi untuk menggenapi 125 penampilan, menyamai rekor legendaris Peter Shilton sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Inggris.

Konsistensi permainan sang pemain juga terlihat baik bersama level klub maupun negara. Musim lalu, ia berhasil membukukan total 73 gol yang sekaligus menempatkannya dalam bursa kandidat peraih Ballon d'Or.

Kendati demikian, arsitek tim asal Jerman itu menyadari bahwa masa pengabdian sang penyerang bersama tim nasional memiliki batasan waktu. Tuchel mengakui bahwa hingga saat ini belum terlihat figur yang ideal untuk mengisi posisi sentral tersebut.

Membahas alternatif taktik di masa depan, Tuchel memberikan pandangannya. "Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami mengakhiri pertandingan dengan Jude (Bellingham) sebagai pemain nomor sembilan. Akan ada pemain lain, tetapi dia tidak akan menjadi Harry atau salinan Harry," ujar Tuchel seperti dilansir antaranews.

Lebih lanjut, Tuchel memperkirakan pencarian pengganti tersebut baru akan menemui titik terang di masa mendatang. "Kami akan menemukan solusi ketika waktunya tiba, tetapi mungkin bukan saya yang akan melakukannya. Mungkin masih 10 tahun lagi," lanjutnya.

Home / News
Thomas Tuchel Ungkap Tantangan Berat Inggris Cari Pengganti Harry Kane
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 1 Oktober 2026 | 09:11:00
Thomas Tuchel Ungkap Tantangan Berat Inggris Cari Pengganti Harry Kane
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, secara terbuka menyatakan kekhawatirannya mengenai masa depan lini depan skuadnya ketika penyerang Bayern Muenchen tersebut kelak memutuskan gantung sepatu. (Foto: BBC)

PEKANBARU - Juru taktik timnas Inggris, Thomas Tuchel, menilai kubunya bakal menghadapi hambatan besar saat berupaya mencari sosok suksesor yang sepadan dengan Harry Kane selepas era penyerang Bayern Muenchen itu berakhir.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Fotmob pada Kamis, Tuchel memuji etos kerja serta insting gol sang kapten. "Anda tidak akan mendapatkan Harry Kane yang lain. Dia adalah pemain pertama yang mendorong semua orang dan itu merupakan pola pikirnya. Dia telah menjadi penyerang yang sangat, sangat pekerja keras selain memiliki kemampuan penyelesaian akhir. Dia adalah paket yang lengkap," ucap Tuchel.

Di tengah penampilan gemilangnya, penyerang berusia 33 tahun tersebut terus menajamkan rekor bersama The Three Lions. Terbaru, ia sukses menyarangkan gol ke-87 ketika skuadnya berhadapan dengan Republik Ceko pada Rabu (30/9).

Catatan impresif itu semakin mengukuhkan posisi penyerang berpengalaman tersebut sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi skuad nasional Inggris.

Selain produktivitas golnya, ia kini hanya terpaut dua laga lagi untuk menggenapi 125 penampilan, menyamai rekor legendaris Peter Shilton sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah timnas Inggris.

Konsistensi permainan sang pemain juga terlihat baik bersama level klub maupun negara. Musim lalu, ia berhasil membukukan total 73 gol yang sekaligus menempatkannya dalam bursa kandidat peraih Ballon d'Or.

Kendati demikian, arsitek tim asal Jerman itu menyadari bahwa masa pengabdian sang penyerang bersama tim nasional memiliki batasan waktu. Tuchel mengakui bahwa hingga saat ini belum terlihat figur yang ideal untuk mengisi posisi sentral tersebut.

Membahas alternatif taktik di masa depan, Tuchel memberikan pandangannya. "Kami mencari opsi dan solusi yang berbeda. Kami mengakhiri pertandingan dengan Jude (Bellingham) sebagai pemain nomor sembilan. Akan ada pemain lain, tetapi dia tidak akan menjadi Harry atau salinan Harry," ujar Tuchel seperti dilansir antaranews.

Lebih lanjut, Tuchel memperkirakan pencarian pengganti tersebut baru akan menemui titik terang di masa mendatang. "Kami akan menemukan solusi ketika waktunya tiba, tetapi mungkin bukan saya yang akan melakukannya. Mungkin masih 10 tahun lagi," lanjutnya.