logo
● TKD Riau Turun 16,73 Persen, Pemda Diminta Perkuat PAD dan Percepat Belanja Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ole Romeny Minta Skuad Garuda Tuntaskan Misi Lawan Thailand Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● 133 Pedagang Ruko Plaza Sukaramai Pertanyakan Rekomendasi Pemko Pekanbaru untuk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ekonomi Riau September 2026: Inflasi Naik, Ekspor Tumbuh, NTP Menguat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Update Cuaca Jumat 2 Oktober: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, BMKG Ingatkan P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BREAKING NEWS: Kebakaran Besar Melanda Bangko Rohil, Saat ini Api Masih Berkobar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kemendagri Evaluasi Regulasi Daerah untuk Perkuat Pencegahan Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Sepak Bola
Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK
Pelatih Timnas Indonesia, Jhon Herdman. (Foto: dok)
Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 2 Oktober 2026 | 11:03:58

PEKANBARU - Laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026), bukan sekadar pertaruhan trofi antara Indonesia dan Thailand. Di pinggir lapangan, tensi tinggi berhembus lewat adu taktik dua juru racik strategi asal Inggris: John Herdman di kubu Garuda dan Anthony Hudson yang menahkodai tim Gajah Warsa.


Rivalitas keduanya bukan barang baru. Saat Herdman menukangi timnas Kanada, Hudson menjabat sebagai asisten pelatih timnas Amerika Serikat di bawah Gregg Berhalter periode Juli 2020 hingga Januari 2023. Dalam rentang waktu tersebut, Herdman mencatat rekor seimbang melawan Negeri Paman Sam: satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.


"Dia tahu persis gaya permainan saya. Dia mempelajari Kanada saat kami berhadapan dengan Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," ujar Herdman dalam konferensi pers usai laga di SUGBK, Kamis (1/10/2026).


Pelatih berusia 51 tahun itu menyambut riung persaingan ini dengan antusias. Menurutnya, beradu mekanik dengan sesama pelatih asal Inggris menghadirkan sensasi tersendiri. "Akan sangat menarik berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu strategi."


Proses Membentuk Karakter dan Chemistry


Di balik statistik mentereng menuju partai final, Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda sejatinya masih dalam tahap pembentukan. Hingga saat ini, para pemain baru melakoni enam sesi latihan bersama, sehingga jalinan kesepahaman (chemistry) antarpemain masih terus diasah lewat situasi pertandingan nyata.


Pengalaman membawa tim meraih dua medali Olimpiade menjadi pijakan Herdman dalam menakhodai Indonesia. Ia paham betul dinamika tumbuh kembang sebuah tim di tengah kompetisi.


"Chemistry butuh waktu untuk terbangun. Saya melihat perkembangan itu dalam dua pertandingan terakhir. Saat menghadapi Malaysia, kami berjuang keras menjaga clean sheet. Sedangkan melawan Bangladesh, tim menunjukkan daya juang tinggi untuk mengejar gol," tutur Herdman.


Perkembangan tajam itu terbukti di lapangan. Indonesia memastikan tempat di partai puncak usai melindas Bangladesh dengan skor telak 9-2 di SUGBK, melengkapi hasil positif yang sebelumnya diraih saat membungkam Malaysia.


Pandangan Lurus Menuju 2030


Gemuruh chant nama John Herdman yang menggema dari tribun SUGBK usai pembantaian Bangladesh tak membuat mantan pelatih Kanada itu jemawa. Sambutan hangat suporter justru makin mempertegas fokus utamanya bersama PSSI.


Bagi Herdman, menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 hanyalah batu pijakan awal dari proyek jangka panjang yang tengah ia bangun. target utama yang ia patok bersama timnas Indonesia berada di panggung yang jauh lebih besar.


"Soal suporter yang meneriakkan nama saya, misi utama kami tetap satu: Piala Dunia 2030. Kelulusan ke final ini baru langkah pertama," pungkas Herdman. (*)

Home / News
Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 2 Oktober 2026 | 11:03:58
Pertarungan Otak di Area Teknis SUGBK
Pelatih Timnas Indonesia, Jhon Herdman. (Foto: dok)

PEKANBARU - Laga puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026), bukan sekadar pertaruhan trofi antara Indonesia dan Thailand. Di pinggir lapangan, tensi tinggi berhembus lewat adu taktik dua juru racik strategi asal Inggris: John Herdman di kubu Garuda dan Anthony Hudson yang menahkodai tim Gajah Warsa.


Rivalitas keduanya bukan barang baru. Saat Herdman menukangi timnas Kanada, Hudson menjabat sebagai asisten pelatih timnas Amerika Serikat di bawah Gregg Berhalter periode Juli 2020 hingga Januari 2023. Dalam rentang waktu tersebut, Herdman mencatat rekor seimbang melawan Negeri Paman Sam: satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.


"Dia tahu persis gaya permainan saya. Dia mempelajari Kanada saat kami berhadapan dengan Amerika Serikat dalam banyak pertandingan," ujar Herdman dalam konferensi pers usai laga di SUGBK, Kamis (1/10/2026).


Pelatih berusia 51 tahun itu menyambut riung persaingan ini dengan antusias. Menurutnya, beradu mekanik dengan sesama pelatih asal Inggris menghadirkan sensasi tersendiri. "Akan sangat menarik berjabat tangan dengannya di area teknis dan melihat dua orang Inggris saling beradu strategi."


Proses Membentuk Karakter dan Chemistry


Di balik statistik mentereng menuju partai final, Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda sejatinya masih dalam tahap pembentukan. Hingga saat ini, para pemain baru melakoni enam sesi latihan bersama, sehingga jalinan kesepahaman (chemistry) antarpemain masih terus diasah lewat situasi pertandingan nyata.


Pengalaman membawa tim meraih dua medali Olimpiade menjadi pijakan Herdman dalam menakhodai Indonesia. Ia paham betul dinamika tumbuh kembang sebuah tim di tengah kompetisi.


"Chemistry butuh waktu untuk terbangun. Saya melihat perkembangan itu dalam dua pertandingan terakhir. Saat menghadapi Malaysia, kami berjuang keras menjaga clean sheet. Sedangkan melawan Bangladesh, tim menunjukkan daya juang tinggi untuk mengejar gol," tutur Herdman.


Perkembangan tajam itu terbukti di lapangan. Indonesia memastikan tempat di partai puncak usai melindas Bangladesh dengan skor telak 9-2 di SUGBK, melengkapi hasil positif yang sebelumnya diraih saat membungkam Malaysia.


Pandangan Lurus Menuju 2030


Gemuruh chant nama John Herdman yang menggema dari tribun SUGBK usai pembantaian Bangladesh tak membuat mantan pelatih Kanada itu jemawa. Sambutan hangat suporter justru makin mempertegas fokus utamanya bersama PSSI.


Bagi Herdman, menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 hanyalah batu pijakan awal dari proyek jangka panjang yang tengah ia bangun. target utama yang ia patok bersama timnas Indonesia berada di panggung yang jauh lebih besar.


"Soal suporter yang meneriakkan nama saya, misi utama kami tetap satu: Piala Dunia 2030. Kelulusan ke final ini baru langkah pertama," pungkas Herdman. (*)